Fachri dan Les Piano

Sebagai bagian dari terapinya, Fachri ikut les drum dan juga piano. Alhamdulillah sejauh ini perkembangannya cukup baik, untuk ukuran emaknya lah at least, hihihi…. Untuk urusan drum simbok angkat tangan aja deh, kagak punya pengalaman pukul-pukul drum. Jaman kecil dulu jangankan gebug drum, pukul bedug masjid deket rumah aja kagak pernah… takmirnya galak euy. Tapi kalau untuk piano, dikit-dikit aku taulah. Jaman dahulu kala pernah ngerasain belajar keyboard, walaupun hasil akhirnya masih jauh dari level pemain organ tunggal kondangan. Paling enggak masih bisa lancar baca not balok kunci G. Modal banget deh buat nemenin bocah ngerjain PR les piano-nya.

Untuk les piano ini, ada guru yang dipanggil ke rumah.  Sulit nemu tempat kursus resmi yang buka kelas khusus untuk anak autis. Di Jakarta mungkin banyak, tapi di area Bekasi masih susah. Pertimbangan lainnya adalah tujuan utama Fachri les piano memang bukan untuk membuat ntu bocah jadi pianis, tapi lebih ke terapi untuk membantu tumbuh kembang Fachri. Jadi gak perlulah ujian-ujian dan ijasah resmi seperti yang biasanya ada di tempat-tempat kursus musik formal.

 

20171021_141534.jpg

 

Saat ini Fachri belajar piano menggunakan buku Lina Ng, Piano Lesson Made Easy.  Dengan kemampuan komunikasi Fachri yang masih terbatas, buku Lina Ng sangat membantu Fachri dengan kesederhanaan pelajaran, dan tampilannya yang cukup atraktif. Emaknya pun juga terbantu, tidak harus keponthal-ponthal saat nemenin belajar, masih bisa ngikutinlah, pelan-pelaaaaan.

 

20180626_085047.jpg

 

Selain buku praktek piano, ada juga buku teori-nya. Sangat membantu Fachri untuk belajar membaca not balok. Tantangan belajar not balok adalah satu not balok  melambangkan lebih dari 1 pesan, ada nada dan ketukan. Lumayan berat juga untuk memberi pemahaman pada  Fachri, dengan kemampuan komunikasinya yang masih tertinggal jika dibandingkan dengan anak-anak seumurnya. Perlu pengulangan dan latihan berkali-kali. Saat ini belajar bersama Fachri bisa diibaratkan dengan mengukir batu dengan tetesan air, pelan-pelan dan butuh kesabaran, tapi tetap akan memberikan hasil meskipun memakan waktu lebih lama, alhamdulillah, aamiiiin….

 

 

 

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s