Mencoba Rajin Menulis Lagi

Sudah lama pengen mulai rajin nulis lagi di blog. Tapi berhenti di pengen doang ternyata… tiap ada waktu yang dikerjakan malah ha-ha-hi-hi di sosmed sebelah, plus kalaupun nulis juga pendek-pendek banget, sekedar bikin beberapa baris status biar rame, hehehe… Mungkin karena dari alam bawah sadarku *kalo bawah laut mah ikan*, ada sedikit beban bahwa nulis di blog itu kudu ada muatan inspiratifnya, kudu ada manpangatnya gitu lho… Bener ato betul sih ?  Nggak juga kali ya, hahaha….

Inget dulu jaman nge-blog di Multiply, berasa ga ada beban, nulis mah nulis aja. Gak mikir penting gak penting, hahaha… Bahkan grundelan soal lirik lagu di siaran radio pagi aja bisa jadi posting panjang di blog. Yaaah, ga panjang-panjang juga sih, tapi setidaknya sedikit lebih panjang dari status di sosmed sebelah. Sepertinya kemudahan bikin status di wall  membuatku males mikir untuk membuat tulisan yang sedikit agak lebih panjang. Yang penting udah bisa nyambung dengan temen-temen di friendlist, dan berbagi ini-itu to cheer up my days.

Tapi yang namanya hidup, memang ga melulu isinya hahahihi ye… ada kalanya yang dibagi adalah sebel, sedih, galau, de el el, de es be… manusiawi lah ya. Dan diantara berbagai macam status yang tersebar di wall, ada beberapa yang isinya berupa doa. Dan untuk urusan status berwujud doa ini aku beberapa kali menemukan tanggapan yang intinya mempertanyakan ngapain sih berdoa pake status di wall, mo pamer po piye ? atau emangnya gusti Allah pesbukan ?

Jujur aja, walaupun nyaris ga pernah nulis status doa, aku termasuk orang yang demen mintak didoain, selain mintak ditraktir juga *eeeeeeh*. Bukan apa-apa sih, selama ini aku pikir, apa salahnya sih minta didoain. Kan kita juga ga tahu pasti, doa siapa yang bakal di-ijabah Allah. Jadi kalau ada orang yang membagi status doa, lalu ada amin-amin-amin nongol di kolam komentar, boleh dong ngarep  ada amin yang manjur bin mustajab, bahkan mungkin lebih manjur dari  amin kita sendiri. Bukannya ga percaya amin kita bakal dikabulkan Allah, tapi tau diri dikit gapapa to. Siapalah daku ini, bandingkan saja dengan remah-remah momogi…

Pamer ? biar diangggep alim ? Ihikss… lha ya jangan mudah mengukur kealiman orang lain dari status yang dibuat lah, ya to ? qiqiqi… biasa aja kaliiii…. Dan kalau soal pamer, balik ke niatnya aja kan ? Sedangkan niat adanya di dalam hati masing-masing, orang lain gak bisa lihat. Jadi biarlah niat itu menjadi urusannya dengan Sang Maha Tahu…. Dan Allah juga gak perlu sign up di pesbuk, untuk bisa mendengarkan doa kita. Dengan cara apapun kita memohon, Allah Maha Tahu, Allah Maha Mendengar….

 

 

yuk-menulis

 

 

*semoga besok bisa nulis lagi, aaamiiiin*

*gambar dari inet*

 

 

.

 

 

 

 

 

Iklan

6 thoughts on “Mencoba Rajin Menulis Lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s