Alhamdulillah, landing….

Setelah menikmati tiga hari liburan di Lombok, tiba waktunya rombongan turis Ciketing pulang. Berangkat dari bandar udara Praya, Lombok hari Minggu, 8 Mei 2016 pukul 12.53 waktu setempat, dengan menggunakan maskapai penerbangan Batik Air. Berangkat tepat waktu dalam cuaca yang alhamdulillah cerah ceria tanda mendung menggantung ataupun gerimis mengundang *eaaa*.

Perjalanan udara menuju bandara Halim Perdanakusuma alhamdulillah juga lancar jaya merdeka. Tapi jidat mulai berkerut ketika tiba saatnya landing, pilot mengumumkan bahwa pesawat tidak bisa langsung mendarat, dan harus menunggu dulu di udara selama 20 menit, karena ada pergerakan VIP di bandara Halim PK. Aduh mak, kalau bis ngetem dijalan sih ga masalah ya. Lha ini pewasat kok kudu muter-muter dulu alias ngetem di udara…

Sebagai makhluk terrestrial lahir batin, tentu saja aku mulai merasa gundah gulana. Belum lagi Fachri juga sudah mulai menunjukkan tanda-tanda rewel. Sebagai ABK Fachri memang belum bisa menikmati perjalanan lewat udara, dalam kondisi lancar sekalipun. Bahkan ketika masih jauh dari Jakarta pun Fachri sudah mulai ngomel “turun, turun, pesawat turun”. Tapi untung juga sih, Fachri gak ngomong “kiri, kiri bang”, sambil nyodorin recehan buat ongkos, hihihi… *naluri angkoters*

Duapuluh menit berlalu, pesawat belum juga menunjukkan tanda-tanda akan turun. Bahkan ada pengumuman lagi dari pilot, bahwa pesawat masih harus menunggu 20 menit lagi. Kali ini karena adanya gangguan cuaca di bandara. Duh, tambah ciut nyali dah. Mana pesawat juga sudah mulai terasa gajrug-gajrug terbangnya. Di dalam pesawat pun mulai terasa gelap karena mendung cukup tebal di luar.

Perut mulai berasa mules, Fachri makin rewel, plus Faiz juga mulai ikut ribut. Simbok cuma bilang sabar, sabar, sabar… karena marah pun juga gak ada gunanya. Setelah beberapa menit, pewasat mulai turun. Makin rendah, makin rendah,makin rendah… hingga atap rumah disekitar bandara terlihat jelas. Sampai di jendela pesawat pun terlihat jelas jajaran pesawat yang sedang parkir di bandara Halim PK. Nyaris yakin pesawat akan segera touch down, ketika tiba-tiba pesawat malah menambah kecepatan dan naik lagi ke udara !

Ora sido mendarat ! Duuuuh, perut makin terasa diaduk-aduk, jantung makin cepat berpacu. Tapi aku tidak sempat mikir lagi, karena Fachri sudah mulai ngamuk. Nangis dan berteriak-teriak “PULANG, PULANG, PULAAAANG….”. Berada di dalam pesawat yang ( menurut ukuranku ) terbangnya ajrut-ajrutan benar-benar menghabiskan stok nyali.

Sempet memikirkan kemungkinan bahwa pesawat mungkin akan pindah mendarat di bandara Soekarno-Hatta, ketika terlihat bahwa pilot akan kembali mencoba landing di bandara Halim. Jantung udah beneran ngebut berpacu tanpa melodi, plus bingung antara mau merapal doa yang mana, sambil mencoba terus meng-handle Fachri yang ngamuk dan mulai muntah.

Pesawat mulai turun lagi, makin rendah, makin rendah… sampai akhirnya menyentuh lantai landasan dengan mulus, beneran mulus… Alhamdulilllaaaah… Pengalamanku terbang gak banyak, tapi aku merasa pendaratan itu benar-benar mulus… Menghapus segala kepanikan dan dag-dig-dug-der saat masih udara tadi, bagai hujan deras menghapus kemarau bertahun-tahun… *huhuuuuy*. Penumpang tepuk tangaaaan… Fachri walaupun masih misek-misek, ikut tepuk tangan sambil teriak “SUDAH SELESAAAAAI”, ujian kaliiii, hahahaha….

Saat kejadian sih memang gak bisa digambarkan gimana takutnya. Tapi kalau dipikir-pikir lagi saat ini, kurasa cara Gusti Allah ngeledek dan ngajak becanda memang suka bikin mules. Coba kalau saat itu aku gak sibuk handle Fachri yang otw tantrum, mungkin aku sendiri yang bakal histeris dan sukses muntah-muntah, hihihi… Lha wong salah satu yang bikin aku gak suka traveling adalah, gak tahan lama-lama gak nginjek tanah, hahaha…

Well, selalu ada cara untuk menemukan hikmah, hehehe… Salut juga untuk pilot dan crew Batik Air. Acung jempol untuk pilot atas pendaratannya yang mulus, yang sayang gak bisa kuinget namanya, sangking hepi-nya aku bisa nginjek tanah lagi hahaha… Juga untuk keramahan dan ketenangan cabin crew-nya yang ayu-ayu dan ramah-ramah. Kok jadi kayak iklan ya ? hahaha… Enggak lah, beneran aku bersyukur banget atas ending kisah ajrut-ajrutan di udara kemarin.

Pun aku rasa, ada baiknya untuk berbagi kabar baik, karena menurutku sosial media tidak hanya bisa digunakan untuk misuhi atau memaki-maki apa yang (mungkin) dirasa pantas untuk dimaki. Disamping keluhan yang wajar dan/atau makian yang tidak wajar, sosmed juga bisa digunakan untuk menyampaikan pujian dan juga ucapan terima kasih, bukan begitu sodara-sodara ?

dan terima kasih adalah kata yang harus bisa kuucapkan dan kuajarkan pada anak-anak, disamping dua kata wajib lainnya. Satu dari three magic words : maaf, tolong dan terima kasih….

.
Rawamangun 090516

6 thoughts on “Alhamdulillah, landing….

  1. Wah, lebih menegangkan daripada pengalamanku dulu, Mbak… Dulu cuma mau landing tapi gak jadi (di Belitung), trus mbalik Jakarta. Lhaa ini sampai 3 kaliii. Alhamdulillah ya Mbak krunya ramah-ramah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s