Kembali ke Selera Jadul

Jangan curigesyen dulu kalau denger Crossstitcher Indonesia Raya demen selingkuh. Selingkuhnya tukang kristik tidak ada hubungannya dengan clbk, gagal move on ataupun demam vmj alias virus merah jambu *eheeem…*. Selingkuh bagi tukang kristik adalah bukti runtuhnya pertahanan diri menghadapi godaan nikmatnya membuka kit baru, qiqiqi… Apa hebatnya sih buka kit baru ? etdah, jangan ajukan pertanyaan itu pada crossstitcher yang lagi sakaw buka kit baru, bisa dikepret pola, ditunjes jarum, atau benjol disambit pembidangan  dah.

Sebagai manusia biasa yang tak luput dari dosaa… *pidato dah tuh*, ulangi, sebagai manusia biasa, crosstitcher bisa juga kepentok bosen alias jemu saat sedang dalam perjalanan menyelesaikan sebuah kit/project. Perasaan udah buanyaaak bikin xxx, tapi begitu dijembreng dan diamati, lha kok seuprit bener ya jadinya, hiks… sepet pula mata ketemu halaman pola yang itu lagi, ituuuu lagi… duh kapan kelarnyaaaa… Nah, kalau sudah ketemu tanda-tanda seperti itu, berarti sang tukang kristik harus siap-siap menghadapi kejamnya godaan buka kit baru, alias selingkuh ala crossstitcher.

Secara umum, sesuatu yang baru memang terasa lebih menggoda ya, hahaha… benang yang masih teratur rapi nempel di thread organizer, jarum yang masih lurus berkilat, lembaran aida dan juga pola yang masih baru kinyis-kinyis, …. bandingkan dengan benang yang sudah acak adut uwel-uwelan di kantong plastik ( pengalaman pribadi sih ), jarum yang sudah nyaris sama bentuknya dengan bumerang suku Aborigin, pola yang sudah lecek kelipet disana-sini, plus lembaran aida yang semi mbrudul akibat ritual dedel-mendedel yang Afghan, eh sadis…. Kalau sudah begituuu, siapa coba yang tidak tergoda pengen buka kit baru, siapaaaa ? *abaikan, asli ini retorika cari pembenaran*

Begitu juga dengan diriku, bosen dan lelah dengan kit Dimensions yang menyiksa jiwa dan raga terutama mata *drama deeeh, dramaaa…*, akhirnya aku memutuskan untuk sedikit bersenang-senang dengan membuka kit baru. Dan kali ini pilihanku jatuh pada kit jadul tanpa judul yang kubeli beberapa saat lalu. Jadul karena kit ini masih menggunakan benang chasmilon atau yang disini lebih dikenal sebagai benang wool. Untuk medianya, alhamdulillah kit ini sudah menggunakan kain semacam aida, bukan strimin plastik lagi. Bukan apa-apa, strimin plastik relatif lebih mudah jebol jika dibandingkan dengan strimin kain. Sementara tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang berani menjamin project kali ini bebas dari urusan dedel-mendedel, qiqiqi…

sooo… mari kita mulaiii….

.

fb_img_1461814084874.jpg

cantik kan ? tapi pola hitam putihnya bikin ngiluuuu… kuakalin dengan mewarnai sendiri pakai spidol

 

Dan seperti biasanya, kit jadul ini tidak dilengkapi dengan threads organizer. Benang memang sudah dipilah-pilah dan dinomeri sesuai kode pada polanya. Tapi masing-masing benang digulung sendiri dan diikat dengan potongan kertas yang bertuliskan nomer benang tersebut.

.

img_20160306_164034.jpg

 

kalau benang masih terikat rapi, menemukan benang sesuai kode memang bukan hal yang sulit. Tapi kalau benang sudah dibuka dan terpisah dengan kertas pengikatnya, urusan nemu benang sesuai kode bisa jadi masalah. Sebenernya lebih efisien kalau aku membuat thread organizer dari kertas atau menggunakan bobbin yang dinomeri, tapiiii… aku males siiiih, hahaha… jadi aku menggunakan cara yang dulu kupakai untuk gampang-gampangan menandai benang.

.

20160306_171612_wm.jpg

.

sepotong benang aku tempelkan di ring kertas pengikatnya, pas sesuai kode. Kelihatannya enak sih, tapi resiko nyelipnya juga besar. Jadi tiap kali kukut-kukut alias beberes, aku harus memastikan jumlah ring kertas berbenang ini masih kumplit jumlahnya. Ribet ya ? yo ben, i did it my way aja dah, hahaha…. *mekso tenan iki judule*

.

img_20160306_224916_wm.jpg

sengaja nekat gak pake gridding, kan mau pake cara lama… *but the truth is : males aja*

.

 

fb_img_1461809595349.jpg

 

Dimulai 6 Maret 2016, dan sampai detik ini juga masih belum ada kemajuan apapun, hahaha…. Tapi niat ingsun mau dikelarin kok, benerrrr…

kamu tandain yaaaa, qiqiqi….

 

 

.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s