Mudik Akhir Tahun

Biasanya kami mudik formasi lengkap hanya setahun sekali, pas Lebaran. Tapi deretan tanggal merah di akhir tahun kali ini terlihat sungguh menggiurkan, cuti 4 hari dengan hasil akhir 2 pekan liburan. Plus pas juga waktunya dengan libur anak sekolah. So, mari kita mudiiiik….

Walaupun sudah memperkirakan adanya macet, tapi perjuangan mudik kali ini memang termasuk istimewa, berasa de javu mudik di tahun-baru awal pernikahan dulu.  Saat itu belum ada tol Cipali maupun  tol Pejagan, dan kondisi jalur pantura juga belum selebar sekarang.

Kami memutuskan mudik hari Kamis 24 Desember 2015. Dari pantauan beberapa hari sebelumnya, tol Cikampek yang menjadi jalur hits saat euforia mudik berlangsung, sudah mulai padat merayap sejak awal pekan tanggal 21 Desember. Lumayan bikin pegel karena searah dengan jalurku pulang kantor. Melihat kecenderungan makin padatnya tol Cikampek, Masboss memutuskan untuk menghindari tol Cikampek dengan mengambil jalan menyusur Kalimalang, jalur yang pernah dilewati saat Masboss saat bersepeda Purwakarta-bekasi dulu.

Lumayan menghemat pegel sih, hehehe… Sambil menikmati suasana sepanjang jalur non tol Cikarang,  Karawang sampai Cikampek. Sampai Cikampek akhirnya memutuskan untuk masuk tol Cipali dari pintu tol Kalihurip. Hanya bertahan sampai gerbang tol selanjutnya, akhirnya diputuskan untuk keluar tol dari exit Plumbon. Selain karena macet, serem juga melihat antrian di rest area tol Cipali. Mending keluar deh… Meskipun jalan biasa alias non tol juga sama macetnya, tapi setidaknya ada lebih banyak pilihan tempat untuk istirahat, makan dan sholat. Dan yang paling penting urusan ke toilet juga lebih mudah, maklum emak-emak, hihihi…

Sempat berhenti dan numpang sholat di pasar batik Cirebon,  lalu makan siang yang terlambat di resto yang menunya tinggal ayam bakar doang -sangking banyaknya pengunjung sebelumnya-, beberapa alfamart dan indomaret untuk isi ulang logistik yang cepet bener tipisnya, dan rest area di tol Semarang. Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Solo setelah hampir 20 jam perjalanan.

Berjam-jam di mobil memberi kesempatan ngobrol ngalor-ngidul bareng anak-anak. Satu hal yang mungkin agak sulit dilakukan pada kesempatan biasa. Walaupun ada selingan simbok keluar tanduk juga saat Rahma dan Faiz kumat Tom and Jerry syndrome-nya.  Satu lagi untuk disyukuri, kali ini Fachri sudah mulai tertarik untuk membaca tulisan yang dilihatnya di sepanjang perjalanan, entah itu yang ada di bilboard, papan nama toko, atau di rambu-rambu jalan made in DLLAJR.  Hal yang sederhana mungkin, dan barangkali agak telat untuk anak seukuran Fachri.  Tapi sangat membahagiakan bagi kami, mengingat kondisi Fachri.

Perjalanan bukan sekedar berpindah dari titik A ke titik B,  tapi juga menikmati dan mensyukuri setiap kejadian yang mengiringi, bukan begitu sodara-sodaraaa?
Selamat berlibur…. 🙂🙂🙂

image

4 thoughts on “Mudik Akhir Tahun

  1. IBismillaah.Lamaaa ditunggu postingannya,ternyata liburan.

    #salam kenal dr “penguntit” rahasia.maaf bukan penggemar rahasia hi…hi…kebetulan punya kesukaan yang sama.

    • aduh ma-aaaaf… lagi kumat malesnya ini hahaha… terima kasih sudah jadi penguntit blog ini…matur nuwuun…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s