Pojok Kebun ala Shabby Chic

Sepertinya kumat lagi nih, bosan dengan tampilan kebun yang sudah ada. Aku mulai mikir kepingin merombak kebun belakang rumah yang tampilannya memang mulai rada berantakan. Setelah tengok sana-sini, intip ini-itu, akhirnya balik lagi selera-nya ke taman berbunga-bunga indah merona, hehehe… dan biar kumplit, sekalian aja aku niatkan membuat taman / kebun bertema ala shabby chic. Bukan hanya karena tema shabby chic sekarang ini lagi hits, tapi karena tampilan kebun yang aku inginkan cocok dengan tema shabby chic. Selain aroma jadul bin mbladus, setahuku shabby chic nyaris identik dengan tampilan berbunga-bunga. So yo wis yuk mari, kita merombak kebun ala shabby chic….

Kenapa aku ribet dengan urusan tema ? Dari buku-buku pertamanan yang aku baca, penentuan tema atau gaya penting dilakukan karena akan menjadi benang merah alias pedoman dalam membangun sebuah kebun atau taman. Tema akan menjadi panduan dalam pemilihan tanaman apa saja yang akan mengisi kebun, juga pemilihan elemen penghias taman yang lain seperti, lampu, patung atau pernik taman lainnya. Jujur saja, ini agak sulit buatku, karena aku punya kecenderungan parah untuk mengkoleksi segala jenis tanaman. Tidak hanya yang berbunga cantik saja, tapi yang berdaun ijo-ijo tanpa bunga pun bisa menarik minatku. Dari yang berukuran kecil sampai yang ngejebrak makan tempat, hahaha…

Tapi karena dari awal sudah diniatkan untuk membuat kebun berbunga-bunga, plus luas kebunku yang tak seberapa, akhirnya aku harus menguatkan hati untuk tidak kalap dan mekso memasukkan segala jenis tanaman ke kebunku. Selain faktor itu, ada satu hal lagi yang harus aku perhitungkan, yaitu kondisi Bekasi yang panasssshh… Sementara kebanyakan tanaman berbunga indah biasanya hidup optimal hanya di dataran tinggi yang berhawa sejuk sampai dingin. Putus asa ? ya enggaklah… mari kita cari tanaman berbunga yang bisa tahan cuaca panas Bekasi yang semlohai ini, hehehe…

Dan inilah tampilan awal kebunku yang rada ngenes….

.

wpid-wp-1447633320737.jpeg

menyedihkan ya ? hihihi…

.

berdasarkan rancangan alias angen-angen awal, aku ingin meletakkan bangku taman di pojokan situ. Bangku taman pun bukan yang sembarang bangku taman, tapi bangku taman yang sekalian ada lengkung alias arbor untuk rambatan tanaman juga. Impen-impen bangku taman seperti itu nongol gara-gara aku melihat bangku sejenis yang dijual di Ac* Hrdwr. Tapi karena ukuran dan harganya yang lumayan gede, akhirnya aku memilih untuk pesen saja bangku sejenis di tukang las dekat rumah, dengan ukuran dan warna sesuai keinginanku. Harganya pun lumayan lebih murah, alhamdulillah.

Tapi sebelum bangku impian datang, yang harus kulakukan sebelumnya adalah menyiapkan pojokan kebunku agar bisa ditongkrongin si bangku taman. Kalau dilihat dari gambar diatas, ada beberapa tanaman yang harus aku pindahkan posisinya. Tanamannya dibuang aja ? jangaaaaaan…. kasiyaaaan… Opsi memindahkan tanaman memang bukan pilihan yang gampang, karena harus dipilih tempat baru yang cocok, plus ada resiko mati juga. Tapi gak popo lah eman-eman kalau dibuang begitu saja.

wpid-wp-1447633286366.jpeg

baru juga selesai di-plur, asisten rumah udah punya ide naruh pot disitu, qiqiqi..

.

Setelah tanaman dipindahkan, dengan bantuan tukang tentu saja, pojokan aku tutup dengan semen alias di plur. Mengapa di-plur ? berdasar pengalamanku, sudut kebun seperti itu cendurung gampang banget ditumbuhi tanaman liar, apalagi nanti kalau ada bangkunya, bakalan lebih susah lagi membersihkan dan merawat rumputnya. Belum lagi tikus yang hobi mojok disitu. Jadi untuk praktisnya aku plur aja deh, dengan membuat beberapa lobang resapan air tentu saja. Oh ya, masih ada 2 tanaman tersisa yang tidak aku pindah. jadi pas di bagian bawah tanaman itu, aku sisakan bagian yang tidak di-plur. Untuk menutup kesan semen banget, aku taburkan batu kali diatasnya.

.

wpid-wp-1447633298163.jpeg

mayan kliatan rapi-lah…

.

Setelah pojokan siap, alhamdulillah bangku juga sudah jadi dan diantar ke rumah….

.

wpid-wp-1447633293986.jpeg

.

Taraaaa, apa itu putih-putih di pojokan, hahaha… seneng banget, bangku pesanan tampilannya sesuai dengan yang aku inginkan. Selanjutnya aku pilih beberapa tanaman dan pernik lain yang cocok dengan si bangku taman baluuu, hehehe…

.

wpid-picsart_1446369498478_wm.jpg

.

Aku pasang rak putih yang sudah lama kumiliki. Pengen sih pesen rak baru yang lebih gede-an dikit, tapi nanti dululah, sabaaar, inget dompet, hehehe… Tanaman yang kupajang alhamdulillah semua jenis tanaman yang tahan hidup di daerah panas. Ada Vinca alias Tapak dara yang rajin berbunga, lalu di pojok kanan depan ada Gailardia alias Blanket flower. Dibelakangnya ada Pentas, dan yang paling belakang ada Angelonia yang tumbuh tinggi memanjang.Alhamdulillah aku juga nemu patung cendawan yang lucu dengan harga diskon.

.

wpid-wp-1447633276529.jpeg

.

pada tiang bangku aku pasang pot tempel warna putih yang kuisi dengan tanaman Mexican heather yang mudah ditemui di lapak penjual tanaman, dan biasa dipakai sebagai tanaman border di taman. Di belakang bangku aku taruh tanaman Bougenville dalam pot. Cita-citaku sih, ntu Bougenville bisa merambat di lengkungan bangku taman dan memunculkan bunga yang banyak dan semarak, aamiiin….

.

wpid-img_20151116_070530_wm.jpg

.

Alhamdulillaaaah… untuk saat ini aku sudah cukup puas dengan make-over pojokan kebunku. Insya Allah dilanjutkan ke bagian lainnya. Satu hal yang aku dapatkan dari hobiku berkebun adalah kesabaran. Baik kesabaran dalam hal menunggu tumbuh dan besarnya tanaman, plus kesabaran dalam menyesuaikan napsu make-over kebun dengan kondisi dompet, hahaha… Seluruh proses dari mindahin tanaman sampai bangku taman terpasang rapi bersama printilannya, memakan waktu kurang lebih dua bulan.

.

Iklan

14 thoughts on “Pojok Kebun ala Shabby Chic

    • Umumnya tanaman berbunga membutuhkan banyak sinar matahari, terutama sinar matahari pagi. Jadi usahakan agar posisi tanaman berada di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Pupuk juga bisa membantu pembunga-an, gunakan NPK dengan kadar P yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s