Berkebun : Kalanchoe

Duluuu banget, aku sudah pernah punya tanaman ini. Selain namanya pun gak tau, aku juga sama sekali tidak punya ngelmu alias pengetahuan apapun tentang tanaman yang satu ini. Diperburuk dengan belum adanya fasilitas inet untuk searching dan googling demi sepotong informasi perawatannya… eh apa ? aku hidup di jaman apa ? jaman prasejarah sih kayaknya… *merengut-ngambek-ah*. Wis pokokna, tahun-tahun awal 2000-an itu aku sama sekali gak punya info tentang si Kalanchoe ini. Jadi, perlakuan yang aku terapkan standar aja, sesuai SOP baku perawatan tanamanku yang lain, pagi-sore disiram air banyak-banyak, kalo perlu sampai gobyos-gobyos. Kan jadi kliatan seger tuh kalo tanaman abis disiram air segentong… *tukang kebon tau tukang air sih ?*.

Iya sih, rata-rata tanaman gak bermasalah disiram air pagi-sore, apalagi  kalo media tanamnya bagus dan porous. Tapi untuk si Kalanchoe ini akibatnya bisa fatal sodara-sodara. Bisa ditebak, karena perlakuan yang salah itu, pada akhirnya tanaman Kalanchoe-ku mati merana…. Uh sedih juga sih, baru sekali punya kok mati begitu saja. Jadi akhirnya aku memutuskan untuk kapok saja, dan memberi label “susah perawatan” untuk di Kalanchoe ini. Padahal penampakan Kalanchoe ini menarik hati banget, hiks… Daun yang hijau dengan topping bunga yang cantik aneka warna, mulai dari merah, merah jambu, putih dan jingga.

Bertahun-tahun setelah usai tragedi Kalanchoe itu *uhuksss…*, akhirnya aku menemukan sedikit informasi bahwa perlakuanku dulu salah, salah banget…. Kalanchoe termasuk tanaman sukulen, jadi tidak perlu, atau bahkan tidak boleh terlalu banyak disiram air ! Bahkan dulu aku sempat berpikir bahwa Kalanchoe ini jenis tanaman annual yang bakalan mati setelah selesai berbunga, karena itulah yang terjadi pada Kalanchoe-ku dulu. Jadi terjebak asumsi-lah judulnya, hehehe…

Nah, berhubung jaman juga sudah berubah, sudah kenal dengan yang namanya mbah Google dan oom WIki, jadi deh aku berburu informasi lebih lanjut tentang Kalanchoe. Dan hasilnya adalah manggut-manggut ( lumayan ) paham dan mentertawakan kebodohanku sendiri bertahun-tahun yang lalu deh… Selanjutnya berbekal pengetahuan baru tersebut, aku bulatkan tekad mantabkan niat untuk menambahkan Kalanchoe di kebunku ( lagi ). Kalanchoe pas banget dengan syarat utaman pemilihan tanaman di kebunku, berbunga cantik dan mudah perawatan… sip dah !

Kalanchoe pertama di era kesadaran baru *eheeem*  kubeli di pameran tanaman di Lapangan Banteng pada bulan November 2014 kemarin. Praktekin deh ilmu dari mbah Gugel, tidak boleh terlalu sering disiram. Cukup seminggu sekali atau dua kali saja. Penyiraman diperlukan apabila media tanam sudah terlihat kering. Dan yang perlu diingat air harus melewati media tanam saja, tidak boleh tergenang. Karena air yang tergenang sangat berbahaya untuk kelangsungan hidup si Kalanchoe. Oleh sebab itu pula aku lebih memilih media sekam bakar, jika dibandingakn dengan media tanam biasa yang ada campuran tanahnya. Selanjutnya bunga yang sudah kering lebih baik dipotong agar bunga baru bisa lebih cepat muncul. Selain itu, ada informasi bahwa terapi stress air juga bisa mempercepat munculnya bunga.

Daaaaan, inilah Kalanchoe di kebunku….

.

DSC_1146

DSC_1111

.

10898288_10205502731158303_2504467423943811562_n

.

10898130_10205523899567500_8497324332341497645_n

Kalanchoe berbunga cantik ini memang cenderung mungil, jadi cantik dan pas untuk tanaman hias dalam pot. Oh ya, kalanchoe juga termasuk tanaman yang suka sinar matahari, jadi kalau kalanchoe terlihat tumbuh terlalu kurus, berarti ada kemungkinkan karena kurangnya sinar matahari.

Selamat berkebun…. 🙂

.

Iklan

4 thoughts on “Berkebun : Kalanchoe

  1. Mbak, kalanchoenya gmn kabarnya sekarang? Aku juga punya kalanchoe. Setelah berbunga, aku suka ambil bunga layunya supaya berbunga lagi. dan cukup lama juga sih berbunga cantik terus. Setelah 3 bulanan, bunganya udah ga muncul lagi. Aku perbanyak pake cuttingnya, hasilnya aku punya 5 anak kalanchoe. Tapi selang 3 bulan setelah itu, induknya akhirnya mati kering. padahal tanaman sukulen tp mati kering.. Karena media tanamnya porous banget dan sempet kutinggal mudik waktu lebaran kemarin. Sedangkan anak-anaknya aku tanam di tanah biasa dan kusiram seperti tanaman biasa justru sehat. Tapi anehnya anak-anak kalanchoe perkembangannya lambat, segitu-segitu aja, ga nambah nambah besarnya. Tapi masi hidup. Klo tanahnya dibuka, keliatan akar-akarnya sudah banyak.

    • kalanchoe di rumah masih hidup, tapi bunganya dikit, gak sebanyak waktu beli sih… penasaran juga gimana caranya membuat kalanchoe berbunga lebat. Mungkin suhu udara ada pengaruhnya kali ya… terlalu panas di Bekasi. Tapi itu kan sukulen ya ? harusnya sih gak masalah dengan panas… Mungkin ada treatment khusus seperti pembungaan pada adenium. Aku juga masih coba-coba nih, untuk urusan kalanchoe…

  2. Hi Mbak, sy juga pengemar kalanchoe. koleksi saya sudah lewat satu tahun , jadi sudah generasi kedua bisa dilihat di FaceBook saya Search: Kalanchoe lovers.
    Kita bisa diskusi sesama fans nya tanaman ini.

    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s