Mari Mencuci

Pertanyaan lain yang sering mampir ke inbox eyang kristik *uhuuukss, keselek konde* adalah soal cuci-mencuci hasil kristik. Tapi sebelum ngomyang lebih jauh, yang perlu dijawab adalah pertanyaan awal, perlukah hasil kristik dicuci ? Well, it depend on cantelan, eh tergantung situesyen en kondisyen-nya juga sih. Pada dasarnya pencucian dilakukan untuk menghilangkan kotoran alias membersihkan obyek cucian. Jadi  tengoklah dulu, kira-kira hasil kristik kita perlu dicuci gak ?

Untuk crossstitcher rajin dan cermat yang tidak mencorat-coret kain/aidanya dengan gridding, biasanya tidak merasa perlu untuk mencuci hasik kristiknya. Lha iyo, wong hasil kristiknya kinclong n bersih dari coretan je *nada iri bin jeles*. So, urusaan cuci mencuci tinggal dikembalikan pada yang bersangkutan, mau dicuci boleh, kagak pun gapapa. Kecuali kalau memang ada noda atau kotoran yang gak sengaja nempel saat kristik dikerjakan. Namanya juga kerjaan tangan manusia, lagi ngerjain kristik kok sambil iseng makan siomay, keciprat sambel kacang deh tuh…. *bukan sayaaaaa, sumprit bukan saya*. Noda  juga bisa timbul akibat salah penyimpanan kain/aida-nya saat dikerjakan. Biasakan untuk menyimpan aida dengan kondisi digulung, karena kalau dilipat, ada kemungkinan lipatan pada kain akan meninggalkan bekas garis berwarna gelap yang sangat syuuusyaaaah untuk dihilangkan.

Untuk tukang kristik yang menderita ketergantungan akut pada gridding *tunjuk idung dah ah*, urusaan cuci mencuci sudah naik statusnya menjadi sebuah kewajiban, fardhu ain gitulah. Hasil kristik yang masih menyisakan centrang prentang gridding tentu saja tak elok untuk dibingkai bukan ?

.

green

kondisi hasil kristik ber-gridding sebelum dan sesudah dicuci.

.

Untuk contoh diatas, water erasable pen hanya membentuk garis-garis sederhana alias gridding. Pada beberapa kit Cina, water erasable pen juga digunakan untuk menandai letak dan warna benang untuk xxx yang harus dikerjakan, atau istilah umumnya “pola tercetak di kain”.

.

lotus

sebelum dan sesudah dicuci

.

Apakah hanya kit Cina saja yang menyediakan kit dengan pola tercetak di kain ? oh tidak sodara-sodara, kit dari pabrikan eropa/amerika juga ada yang menyediakan kit dengan pola tercetak di kain. Tapi biasanya berupa stamped crossstitch kit, dimana media yang digunakan  adalah kain katun, bukan aida yang sudah berkotak-kotak.

.

wed

.

Jadi selain kit biasa yang dikerjakan dengan bantuan gridding, ada juga kit yang polanya tercetak di kain. Dua-duanya perlu dicuci sebelum dibingkai. Selain untuk menghilangkan bekas gridding dan noda, juga untuk menghilangkan sisa pola yang mungkin tidak tertutup sempurna dengan benang.

Hal penting pertama yang harus diperhatikan sebelum kain dicelukan ke air adalah memastikan bahwa benang yang dipakai tidak luntur jika terkena air. Mau kristikannya mbleber kemana-mana gegara benang luntur ? kayak gini niiiih….

.

1380602_10201940169256482_1005475745_n

 huhuhuhu…. jadi deh aku mbaleni bikin ini lagi, kerja dua kali sodara-sodaraaaa…..

.

Untuk benang yang dijual sebagai bagian dari kit, biasanya sudah ada keterangan di lembar instruksinya apakah benang tersebut luntur atau tidak jika dicuci. Berdasarkan pengalamanku, benang sulam dari kit Dimension original tidak akan luntur jika dicuci. Tetep terlihat cantik mempesona. Begitu juga dengan stranded cotton dalam kit Bothy Threads. Untuk kit keluaran Janlynn biasanya ada peringatan bahwa untuk benang berwarna cerah seperti merah dan konco-konconya ada kemungkinan luntur jika terkena air.

Bagaimana dengan kit cina ? sepanjang pengalamanku sih,benang kilap cina termasuk tahan air alias gak luntur. Tapi saranku sih lebih baik di cek dulu, potong atau ambil sedikit, celupkan di air lalu coba tempelkan di kain/aida. Tunggu beberapa saat apakah potongan benang tersebut mbleber meninggalkan noda warna di kain atau tidak. Repot-repot dikit gapapa lah daripada nyesel pengen nyobek-nyobek kristik belakangan…. *pengalaman perihbadiiiih*. Kalau sudah yakin benang gak luntur, bolehlah kita mulai urusan cuci-mencucinya.

Mencuci hasil kristik sangat simpel prosesnya, gak perlu pake mesin cuci ataupun papan penggilesan kayu nangka *etdah mbooook*. Cukup rendam beberapa saat hasil kristikannya didalam air, garis-garis gridding yang menggunakan water erasable  pen biasanya akan hilang dengan sendirinya.  Untuk noda agak bandel, gunakan sabun lembut untuk membantu menghilangkannya. Bila perlu kain bisa dikucek atau disikat pelan dan hati-hati, agar tidak merusak permukaan kristiknya. Setelah selesai, keringkan dengan cara meletakkan kristik diatas handuk dan tutup lagi dengan handuk, lalu tekan-tekan agar air meresap ke handuk.  Setelah itu angin-anginkan agar kristik kering sempurna. Itu kalau aku lagi rajin sih, kalau lagi males biasanya aku gak pake acara andukan, selesai cuci  langsung digantung aja, diangin-anginkan… tapi yang jelas aku gak pernah memeras kristikanku, no peres lah pokok’e.

Setelah kristik kering, acara bisa dilanjutkan dengan sesi gosok-menggosok alias menyetrika. Usahakan agar bagian depan/permukaan kristik tidak terkena setrika langsung, alasi dengan kain bersih. Atau kalau dirasa cukup, setrika bagian belakang kristiknya saja, gak usah mpe ke depan-depannya.

Nah, sampe disini dulu deh ngomyang pengalaman pribadi soal cuci-mencuci-nya. Untuk pengalamanku dengan noda super bandel ntar dulu aja ya ceritanya , ude pegel ni jari, nti kapan-kapan disambung lagi …. *alesan aja sih, padahal males*

.

.

.

 

3 thoughts on “Mari Mencuci

  1. Buk, aku mau OOt ya…
    Kalo di paket ada tulisan 16ct, itu artinya apa?
    Trus beli paket yang murah meriah di mana ya?
    Habis selesai satu punya neng Debi kemarin kok emaknya ini kepingin bikin lagi gitu…. hihihi… pantesan aja Bu Ping anteng kalo ngristik ya. Ternyata memang bisa nyandu….😀

    • wkwkwkwk…. welkam tu de klab….😀

      16ct artinya dalam 1 inchi kain ada 16 kotakannya say… jadi makin besar angkanya berari kotakannya makin kecil-kecil, makin berpotensi bikin mata sepet, qiqiqqi…. standar-nya sih 14ct, tapi 16ct masih mendinganlah… masih enak ngerjainnya…🙂

      yang murah meriah biasanya kit Cina, coba ke Rumah Kristik ( Liana ) deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s