Jadi Lebih Murah yang Mana ?

Jadi begini… *benerin jarit rapiin konde*, mungkin karena dianggep sebagai sesepuh di bidang perkristikan *uhuks-keselek balsem*, sudah ada beberapa teman yang bertanya masalah perbandingan harga antara beli kit atau beli ngeteng. Beli ngeteng disini maksudnya adalah beli pola aja, lalu beli kain/aida dan benangnya sendiri-sendiri. Trus dikumpulin deh, sehingga membentuk satu gerombolan yang siap dikerjakan menjadi hasil karya kristik. Sementara kalau beli kit, ya beli kit deh…. Pas dibeli sudah dalam kumpulan yang standarnya berisi pola, kain/aida, benang dan jarum. Kumplit deh se-kantung kresek. Etdah, emang beli gorengan. Terbungkus rapi dong ah,  dalam kemasan yang menggiurkan seperti ini….

.

1376376_10202179896649517_1379981318_n

.

522120_10200805075039836_938154385_n

 

nah kebetulan dua contoh kit diatas ada di dalam tumpukan dosa  kit-ku di rumah. Di sampulnya jelas terbaca kit contains 14 ct aida, bla-bla-bla… Jadi begitu sudah berada ditangan, kit sudah dalam kondisi kumplit dan siap dikerjakan. Monggo saja langsung dikerjakan, jangan cuma ditumpuk dan dipandang-pandang dowang…. *pengalaman pribadi*.

Kalau pertanyaannya lebih murah mana, beli kit atau ngeteng , menurutku ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan,

Pertama,

Untuk kit, benang dan kain sudah tersedia dalam ukuran yang pas dan sesuai untuk membuat project tersebut, sampai selesai. Dalam kondisi gak sengaja benang kurang, biasanya produsen sudah memberikan line layanan yang bisa dimintai pertanggujawaban, eh dimintain tambahan untuk benang yang kurang tersebut. Biasanya sih tanggapannya bagus, kecuali kita minta benang tambahan satu lusin, konsumen  kurang ajar itu mah namanya.

Bandingkan dengan kalau  membeli ngeteng, dimana benang harus kita beli per-skein. Banyak atau sedikit penggunaan, tetep aja kudu beli satu skein. Mentang-mentang cuma dipake dikit trus  maunya beli dikit juga. “Mbak, beli DMC-nya 20 senti dong !”, bisa-bisa ntar benjol kena sambit pembidangan deh…. Hal yang sama juga berlaku untuk pembelian kain/aida-nya, ada minimal ukuran yang bisa dibeli. Lebar kain/aida-nya juga sudah fixed, gak bisa diganggu-gugat. So, menurutku sih secara umum beli ngeteng kurang ekonomis.

Tapi pengeluran beli ngeteng juga bisa ditekan kalau pola dapet gratisan alias kagak beli, lalu benang dikumpulkan dari sisa-sisa atau persediaan benang yang sudah dimiliki, begitu juga kainnya.  Memanfaatkan yang ada-lah judulnya. Kadang ini bisa jadi tantangan tersendiri lho, gimana caranya memanfaatkan benang yang sudah ada. Kalau gak punya benang yang sama persis dengan yang diminta pada pola, silahkan berkreasi deh untuk menggantinya dengan benang yang kita punya. Bunga yang seharusnya berwarna merah tua, bisa diganti dengan warna merah setengah baya, qiqiqi… mau bunga yang anti-mainstream ? pake warna hitam DMC 310…  ntu kembang  ato pantat kuali….  *aduh, jangan dijitak dong*

.

9b

kit ori Dimensions, Sweet Pea Perfection

.

Kedua

Pilihan pertama aku asumsikan dengan penggunaan benang-kain yang mutunya bagus, gak beda jauhlah dengan mutu bahan-bahan yang disediakan dalam kit original. Untuk kit-kit produk Anchor, benang bisa dibeli ngeteng, karena Anchor juga mengeluarkan produk benang sulam /stranded cotton yang dijual per-skein. Tapi untuk kit produk Dimensions, sependek yang aku tahu Dimensions tidak menjual benang yang bisa dibeli diluar produk kit-nya. Jadi ya kudu pake merk lain. Pilihan dengan mutu terdekat adalah benang keluaran Anchor atau DMC. Trus gimana nyesuain warnanya dong ? coba gugling aja, cari konversi benang dari kode Dimensions ke kode Anchor atau DMC. Biasanya sih lumayan membantu walaupun tidak bisa dijamin bisa 100% sama dengan benang asli Dimensions.

Nah, beli ngeteng bisa lebih ditekan lagi harganya kalau standar bahan diturunin dikit lagi. Gimana caranya ? pakai produk-produk cina, ladies…. yak, hari gini gitu lho, produk apa sih yang gak bisa diturunin harganya ama produsen di daratan Tiongkok sana.  Motor ama mobil aja bisa dibanting harganya, apalagi ini cuma benang ama kain, pis of keik dah… Tapi seperti pepatah canggih  bilang, ono rego ono rupo, alias harga enggak bo’ong sodara-sodara… Gak bisalah bayar tiket bajaj tapi maunya naik pesawat terbang… ewww emang bajaj ada tiket-nya ? *plaaaaaksss*.

Ya kudu maklumlah kalau benang dengan harga yang jauh lebih murah mutunya juga berada di bawah mutu benang yang sudah sohor bagusnya. Dan untuk benang produk cina sendiri sependek yang aku tahu ada 2 grade, yang lumayan bagus dikenal sebagai benang cina kilap, sementara mutu dibawahnya ada benang cina dove. Berdasar pengalamanku, benang kilap secara kasat mata tidak beda jauh penampakanya dengan benang DMC. Yang jadi masalah buatku adalah kekuatan, benang cina cenderung lebih gampang putus dan gampang mbrudul. Sungguh mengundang esmosi jiwa deh pas ngejaitnya…. Itu baru benang kilap, bagaimana pula dengan benang dove-nya. Mbrudul-nya mungkin juga lebih parah lagi, dan tampilannya pun lebih suram jika dibandingkan dengan benang kilap.

Sebenernya mbrudul  bisa sedikit diakali dengan cara penggunaan benang yang  dikit-dikit aja, pasang benang di jarumnya jangan panjang-panjang. Jadi sebelum keburu mbrudul, benang di jarum udah habis terjahit. Tapi eike bukan jenis crossstitcher yang sabar, maunya sekali pasang benang dapet xxx banyak. Jadi ya gitu deeeeh, banyakan cembetat-cembetutnya kalau njait pakai benang cina. Tapi alhamdulillah akhirnya ada juga project yang kelar sebelum sempet disobek-sobek sangking gemes ama benangnya…

.

15

ini pake benang cina kilap, bagus sih hasilnya, tapi geregetannya itu lho. Kapok aja ah…. :p

.

Ketiga

Saat ini, dalam dunia perkristikan, ada banjir godaan baru yang sangat menggirukan, banjir kit produk Cina ! Gimana enggak menggiurkan, lha wong harga bisa ditekan habis-habisan je. Pemakaian benang dan kain yang  terukur dan pas karena sudah berupa kit, plus harga bahan-bahannya sendiri juga jauh lebih murah. Mutu ? ya emang harga gak bisa bo’ong sih, tapi seringkali pertimbangan dompet bisa memaklumi kurangnya mutu, qiqiqi…

Selain gambar/tema asli produk mereka sendiri, produsen cina juga  mengeluarkan produk dengan gambar/tema yang diambil dari produsen amerika/eropa, dengan harga yang jauh lebih murah.

Udah tiga aja dulu ya….

Naaaah, sampai disini mungkin pertimbangan lebih ke arah materi-nya yaaaa… tapi sebenernya ada satu hal lagi yang perlu aku sampaikan. Seperti sudah menjadi rahasia umum, barang-barang produk cina bisa lebih murah karena mereka tidak membayar royalti, alias tidak ada urusan dengan copy right atas pola/chart yang mereka gunakan. Dan yes, kreativitas itu barang mahal jendraaaaal…… Dilema juga sih bagi beberapa crossstitcher, antara beli kit ori atau kit bajakan. Pengen punya yang cantik-cantik, tapi harganya kok mencekik.

Sebagai tukang kristik yang suka ileran kalau ngeliat  kit cantik, aku ngerti juga sih rasa itu, hiks…. Tapi di sisi lain, aku paham juga bahwa membuat pola kristik bukanlah pekerjaan mudah. Designer pola kristik bekerja dengan pikiran dan tenaga mereka. Tanpa kerja keras mereka gak bakalan deh muncul kit-kit cantik  di dunia  persilatan perkristikan ini. Pengennya sih aku bisa menghargai hasil kerja mereka dengan pantas, apalagi kalau itu juga menjadi ladang nafkah bagi mereka. So, sampai saat ini sih, yes, aku masih punya beberapa kit bajakan, gak ngeles sih… tapi insya Allah kedepannya aku stop.

Itu pilihan  pribadiku lho ya, untuk teman-teman crossstitcher lain ya gak bisa aku paksain. Kembali pada pertimbangan masing-masing aja deh, toh kita semua udah cukup dewasa untuk  bertanggung jawab dan membuat pilihan dan masing-masing…

Peace !

.

.

.

Iklan

12 thoughts on “Jadi Lebih Murah yang Mana ?

  1. Anakku waktu itu pingin coba-coba ngristik, tapi karena bosen baru separo udah berenti. Terpaksa emaknya yang ngelanjutin. Padahal itu ukurannya kecil tapi mataku rasanya langsung jereng, Buk….
    Makanya salut sama matanya Bu Ping… kuat benerrrr…. pasti ori ya bukan buatan China…. 😀 😀

  2. Mb’Ping… Biasanya pasang benang di jarum 2 meter ya… Jd kendala banget klo mau pake benang cina…. Hihihi…. Pis ah ✌

  3. dulu wktu masih smp prnh pny hasil karya kristik 2biji…emg bth ketelatenan n kesabaran n waktu luang…
    bahasanya gawul pisan euy…hehe

    • merk yang terkenal sih Dimensions, Design Work, Bothy Threads, Anchor, DMC, Riolis, banyak juga sih… coba ke Liana Rumah Kristik atau Lie Kristik, dua-duanya di FB. Minta tolong aja minta yang ori, bukan bajakan cina, mereka biasanya bisa bantu kok… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s