Berkebun : Pot-pot di Kebunku

Kalau ngomong soal hobi berkebun, biasanya yang muncul di kepala adalah rumah dengan halaman yang luwaaaasss…. Dan memang penginnya sih begitu, tanah luas dengan hamparan rumput hijau membentang, perdu dan semak berbunga, tak lupa pohon-pohon berbuah lebat, aiiiiisssssh, heavenly banget deh….. Tapi apa daya, hari gini gitu lho, rumah dengan pekarangan luas nyaris tinggal jadi cerita dari jaman dahulu kala. Apalagi untuk rumah-rumah yang ada di perkotaan, sisa tanah di depan rumah seringkali harus dialokasikan untuk carport atau garasi, sementara tanah di bagian belakang rumah jadi jatahnya tiang jemuran dan tempat nongkrongnya mesin cuci..

Dan seringkali sisa tanah di rumah-pun ditutup dengan keramik, atau diplester dengan handyplast semen. Biasanya sih karena alasan kepraktisan, agar tampak lebih rapi dan mudah dibersihkan. So, jadi gak bisa berkebun dooong ? pan kagak ada tanah yang bisa ditanemin ? Eits, jangan salah, masih tetep bisa kok, menambah yang hijau-hijau atau bunga-bunga agar rumah tampil lebih cantik. Gimana caranya ? gunakan pot ! Mari berkebun dengan pot alias tubulampot atau bahasa londo-nya container gardening.

Seperti yang kulakukan di halaman depan rumahku. Halaman yang tersisa sengaja aku plester dengan semen karena serangan tikus got. Jadi ceritanya para mickey mouse versi horror itu membuat sarang di bawah tanah di halaman depanku. Akibatnya di beberapa tempat muncul lobang yang cukup membahayakan, orang yang nginjek bisa kejeblos. Untuk keamanan akhirnya lobang-lobang itu kuisi batu dan atasnya kututup dengan semen, dengan bantuan tukang batu tentu saja. Eike belum punya sertipikat tukang batu je… Sengaja aku pilih plester dengan semen, karena kalau aku pilih keramik berarti seluruh permukaan tanah bakalan tertutup rapat tanpa celah. Menurutku hal ituΒ  kurang bagus, karena resapan air bakalan hilang total. Dengan plester semen, aku masih bisa meminta tukang untuk membuat lobang-lobang resapan air di permukaan plesterannya.

Setelah selesai, permukaannya aku taburi batu kali. Bagaimana dengan tanamannya ? Seperti yang sudah aku tulis di atas, pakai pot dwoooong…Β  dan untuk ‘mengakali’ tempat yang terbatas, aku membuat/membeli beberapa rak besi, sehingga di tempat yang terbatas pun aku bisa memajang beberapa pot sekaligus.

.

Image.

Barisan pot di bagian belakang aku taruh diatas rak pendek, dengan demikian tingginya bisa melebihi barisan pot di depannya. Jadi gak ketutupan gitu lho… Selain itu tinggi rendah yang berbeda juga bisa memberikan kesan rimbun.

Berbekal pengalaman menggunakan rak untuk memajang pot, saat alhamdulillah bisa sedikit memperluas kebun, aku kembali menggunakan rak di kebun tambahanku. Kelebihan lainnya adalah lebih mudah di atur ulang. Jadi kalau bosen dengan tatanan yang ada, aku bisa mengubah letak pot dengan mudah. Hal yang agak susah dilakukan kalau tanaman sudah ‘telanjur’ ditanam di tanah. Yang perlu diingat, menanam di pot berarti menanam di media buatan, jadi harus diperhatikan juga penyiraman dan pemupukannya. Plus harus diganti pot atau dipecah/dipisah tanamannya kalau sudah pot terlalu penuh dan padat penghuninya.

.

Image.

Image

.

Image

.

Image.

.

Rak pot sekarang bentuknya cantik-cantiiiik…. tidak hanya berbentuk lurus-lurus saja, tapi ada juga yang berbentuk kereta dorong ataupun sepeda kecil yang unik. Dan sebelum dipakai untuk memajang pot, anakku memanfaatkanya untuk display sendal jepit, qiqiqi…

.

Image.

.

.

Iklan

16 thoughts on “Berkebun : Pot-pot di Kebunku

    • salam kenal kembali… wah keren tuh koleksinya… aku sendiri kayaknya kurang berjodoh dengan anggrek, gagal melulu…. πŸ˜€

    • alhamdulillah bisa sedikit memperluas mas, kalau awalnya sih yang foto paling atas itu aja… πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s