Berkebun : Menunggu Mekar

Ceritanya niiiih, selain menambah koleksi kembang sepatu, di Flona 2013 kemarin aku juga dapet kembang Wijayakusuma. Berhubung alhamdulillah aku sudah dapet kiriman Wijayakusuma berbunga putih dari seorang temen, jadi varian wijayakusuma yang kubeli adalah yang berbunga merah. Pas kubeli, tanamannya memang belum berbunga, tapi dari penampakan foto di lapak penjualnya sih memang bunganya berwarna merah. Dan setelah tawar-menawar *biasaaa, SOP ituuuw*, akhirnya wijayakusuma ( yang katanya berbunga ) merah kugotong pulang ke Bekasi.

Berhubung masih minim pengetahuan soal wijayakusuma, aku tidak berani mengganti atau memindahkan wijayakusuma yang aku beli ke pot lain. Manut saja tetap memakai pot yang dari penjualnya. Alhamdulillah pot-nya juga pantes-pantes aja sih buat dipajang. Aku hanya mengganti penopangnya saja dengan penopang tanaman yang kubeli di AceHardware, lha wong penopang aslinya dari bambu je, kena air beberapa kali lama-lama rusak juga.

Kalau kata penjualnya sih wijayakusuma yang kubeli termasuk tanaman yang doyan panas. Tapi berdasarkan info yang kudapat, wijayakusuma memang tahan terhadap iklim dataran rendah yang panas, tapi sebaiknya ditempatkan di tempat yang teduh, dibawah naungan pohon atau tanaman lain. Penyiraman pun secukupnya saja. Dan alhamdulillah setelah beberapa bulan menunggu, akhirnya wijayakusuma-ku menampakkan kuncupnya juga….

.

11

Alhamdulillah beneran meraaaaah….

Asli aku semangat banget ngintipin ni kembang tiap hari, sambil mikir-mikir ni kapan ya mekarnya, hahaha… Penasaran dan takut ketinggalan, khawatir tau-tau udah mekar n layu tanpa sempat kulihat. Walaupun kata pengasuh Fachri yang waktu itu ikut ke Flona, penjualnya menjamin bahwa wijayakusuma merah masa mekarnya lebih lama dariapada wijayakusuma putih. Wijayakusuma putih sendiri sudah tenar sebagai bunga yang hanya akan mekar pada saat tengah malam saja, itupun tidak akan bertahan lama, saat pagi datang, wijayakusuma putih sudah akan layu.

Daaaaaan… hari Minggu kemarin akhrinya si kuncup mulai menampakkan tanda-tanpa bukaan 2 *ebuset emang mo lairan*. Kuncup terlihat makin cembung dan siap merekah. Whuaaaah…. heboh dong daku, langsung cerewet nanya ke teman via fesbuk soal bagaimana motret tu kembang pada saat tengah malam.  Ya maklum-lah, aku masih males belajar motret, lebih sering motret pakai hape yang tinggal jepret n langsung aplot. Tapi motret pakai hape di malam hari tentu saja hasilnya gak akan bagus, padahal aku pengennya tu kembang terekam dengan jelas,  terpaksa pakai kamera beneran deh….

Dari sore sudah siap siaga, pot kupindahkan ke teras rumah. Selain untuk mendekati sumber cahaya, menunggu di teras rumah juga lebih nyaman  daripada harus ngejogrok di bawah pohon yang gelap dan banyak nyamuknya. Dan teteeeeep, sebagai tukang kristik sejati, nunggu kembang mekar sembari kristikan doooong….

.

IMG_2869

tak lupa ditemani  sebotol lotion anti nyamuk

.

dan inilah wijayakusuma merahku yang mekar mulai hari Minggu sore kemarin….

.

1

.

.

2

.

.

3

.

.

5

.

.

8

.

.

6

.

.

105

.

Sampai disini sudah lewat tengah malam, dan menurutku sih sepertinya belum mekar sempurna… waduh, piye iki, mosok kudu nunggu mpe subuh sih, hiks… Akhirnya aku nyerah aja, mata udah beraaaat. Lalu kira-kira jam setengah dua aku memutuskan untuk kukutan aja, lipet tripod dan tiduuuuurrr… sambil pasang alarm jam 5 pagi, dengan harapan moga-moga masih kebagian mekarnya sebelum tu bunga habis masa berlakunya alias layu.

Pas jam 5 pagi bangun geragapan langsung nengokin tu kembang, alhamdulillah masih mencrang mekar dengan sempurna….  Ternyata memang benar kata si abang penjual-nya, wijayakusuma merah lebih awet mekarnya. Tapi akibatnya habis pula-lah aku diledekin Masboss, ngapain juga begadang mpe tengah malam, lha wong paginya tu kembang masih segar bugar tak kurang suatu apa, qiqqiqi….

Tapi gapapa-lah, kan jadi punya beberapa gambar wijayakusuma merah dari kuncup mpe menjelang mekar sempurna-nya.  Itung-itung antisipasi juga, daripada nyesel belakangan… ya to ? *mrenges*

.

10

.

.

.

12 thoughts on “Berkebun : Menunggu Mekar

    • matur nuwuuun… kalo di rumah saya sih insya Allah terjaga Mas, tukang kebon-nya galak bener… *tunjuk hidung sendiri* 😀

    • kalau yang putih memang perlu pengorbanan untuk melihat mekarnya mas, pas tengah malem soalnya, udah gitu paginya trus layu. Kalau yang merah ini masih bisa awet sampai besoknya… 🙂

    • lagi pulu adanya di tengah2 pohon lain, jadi susah juga mau ngeliatnya 😀

      cuma yg merah ini baru tahu kalau ada *kuper*

    • waduh, perjuangan bener tuh kalau pengen lihat, hihihi… tapi memang katanya wijayakusuma akan tumbuh baik dan rajin berbunga kalau ditempatkan dibawah naungan pohon, jadi teduh gitu…
      yang merah ini sepertinya memang varian baru sih… 🙂

    • hahaha… pan eike belon tau Tiiin… jadi ya bela-belain banget dah…
      yang jenis ini gak wangi Tin, gak ada wanginya sama sekali…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s