Omelan di Lapak Sebelah

Dulu di akhir tahun 80-an, pemakai jilbab harus siap dengan segala macem tudingan kolot, terbelakang, fanatik, ekstrimis, dan bahkan tuduhan penjahat. Sekedar reminder, waktu itu aku bahkan tidak berani pergi ke pasar sendirian karena santer beredar isu tentang jilbab beracun. Kisah ajaib tanpa dasar tentang perempuan berkerudung yang menyebarkan racun di pasar2 dari balik jilbabnya yang lebar. Seorang sahabatku bahkan pernah mendapat musibah, ditarik jilbab-nya sampai lepas oleh seorang pengendara motor ketika sedang berjalan pulang ke rumahnya….

Saat itu yang terpikir olehku adalah, terima dan pandanglah kami sama dengan yang lainnya, tidak kurang tidak lebih… tak ada yang harus ditakutkan dari sepotong kain yang ada di kepala ini…..

Waktu berjalan, jaman berubah, pandangan bergeser…. Jilbab tak lagi dicela dan dicaci. Bahkan sebaliknya melambung tinggi ditasbihkan dan dipuja sebagai tanda pangkat kesalehan. Melegakan ? well, mungkin…. senang tak lagi diburu-buru tuduhan, tak lagi dipersulit dalam pekerjaan.

Tapi tetap saja masih sama yang kuinginkan, terima dan pandanglah kami sama dengan yang lain, tidak kurang tidak lebih… tak ada yang harus diistimewakan dari sepotong kain yang ada di kepala ini….

Jilbab hanyalah satu kewajiban dari sekian banyak hal yang harus dilakukan untuk menggapai ridho Tuhan. Masih banyak yang bisa dan harus dilakukan, masih banyak yang harus dibuktikan…

Dan sungguh aku bete kalau ada ucapan ‘Jilbab kok begini’, ‘jilbab kok begitu’, sungguh sangat bete sekali…. pakai atau tidak pakai jilbab, ente tidak boleh bergunjing, pakai atau tidak pakai jilbab ente tidak boleh bohong, pakai atau tidak pakai jilbab ente tidak boleh nyolong….

—yaaah, jadi berubah deh gaya bahasanya, bete siiih….—–

intinya, please deh… tempatkan segala sesuatu sesuai dengan posisinya. Jilbab adalah perintah yang harus dilaksanakan, bukan tanda pangkat yang menafikan segala kesalahan….

*status terpanjang dalam sejarah akun fb-ku*
*peres anduk*
*jadi laper lagi deh*

 

 

 

9 thoughts on “Omelan di Lapak Sebelah

  1. Memang sih mba kadang orang mikirnya kalau sudah pakai jilbab itu seseorang kyknya ga boleh bikin salah.Tapi sedih juga sih kalau misalnya ada yg ngejelekin orang pakai jilbab karena kelakuannya yang dianggap nggak sesuai sama jilbabnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s