Dressmaker’sDaughterProject : Saatnya Benang Caron

Setelah episode keluh-kesah dan perjuangan panjang *preeeeet* untuk mengalahkan rasa bosan, Alhamdulillah akhirnya jatah pemasangan benang DMC selesai juga. Empat model baju untuk empat kotak sesuai musim sudah terjahit rapih *rapi ? ngaku-nya sih*. Sekarang tiba saatnya untuk memasang benag Caron… semangat ? ya jelas semangat laaaah… soalnya ini baru pertama kalinya aku menggunakan benang Caron. Tapi sebelum si Caron mulai dijahit, aku harus mencuci dulu project ini, karena konon katanya benang Caron rentan luntur… pan hand-dyed ceritanyah…. Jadi griding alias garis bantu harus hilang dulu dengan cara dicuci, setelah bersih baru deh si Caron ikut mejeng disitu. Kalau ikutan dicuci kan bisa gawat…

Pengen tau juga sih apa itu benang Caron, dan dari web-nya disebutkan bahwa benang Caron adalah benang celup tangan alias hand-dyed yang terbuat dari berbagai jenis bahan, mulai dari sutra, cotton, wool sampai nylon. Ada bermacam-macam, seri yang diproduksi, ada Watercolour, Rachel, Antica, Waterlilies, de-el-el-de-es-be.. * yang terakhir bukan nama benang lho ya*.Jenis yang dipakai untuk project Dressmakers Daughter sendiri adalah dari seri Waterlilies yang terbuat dari sutra dan warnanya varigata ( bergradasi lebih dari 1 warna ).

 

006

Warnanya cakep banget kan ya ? *muji sendiri lah yaw*.

.

Karena terbuat dari sutra, pantesan si Waterlilies ini smooooooth banget berasanya di tangan. Dan tidak seperti benang sulam biasa, yang satu utasnya hanya terdiri dari 6 helai benang. Caron Waterlilies seutas-nya terdiri dari 12 helai benang yang sangat haluuuuuusss….halus dan gak gampang mbundet, What is mbundet ? coba tanya mbah gugel jurusan translator aja deh…. *kumat norak*. Oh ya, dalam project ini untuk sekali jalan, digunakan 2 helai benang saja, jadi cukup hemat kan ?

.

 

010

 

Awal-awalnya sih rada takut juga makainya. Bukan apa-apa, andaikan mobil, mungkin benang ini sudah termasuk jenis premium class kali ya *lebay*…. Harganya itu lho aduh mak, bisa bikin dompet meringis. Apalagi pada saat rupiah lagi terkapar berdarah-darah seperti sekarang ini… *emang pilem horor*. Tapi mosok benang dibeli cuma buat dipelototin aja, ya harus dipakai juga kan ? So pelan-pelan mulai dipakailah si Caron ini…

 

 

011

 

 

Asli smoooooth banget dah, seneng banget makainya… asal jangan sambil mengingat-ingat dompet yang jebol aja sih *snifff*. Dan warnanya itu lhooo… kewreeeeen banget. Untuk Dressmaker Daughter project, ada 5 jenis Caron Waterlilies yang dipakai, kodenya 137 ( copper waterlilies ), 157 ( polar ice waterlilies ), 169 ( moss waterlilies ), 204 ( umbria waterlilies ) dan 248 ( primrose waterlilies ). Kaporitku sendiri yang kode 248-primrose waterlilies, maniiiiis bangaet warnanya…

Digunakan untuk kotak Spring gown alias gaun musim semi. Cocok banget kayaknya dengan aroma musim semi… cuma bisa bilang kayaknya aja sih, lha wong aku sendiri juga belum pernah amprokan langsung by myself dengan musim semi je… paling-paling ketemunya ama musim panas, musim hujan atau musim duren… *curhat ga jelas*

.

043

ini dia si primrose waterlilies…

Seneng deh, dari satu benang bisa muncul beberapa gradasi warna. Dari yang paling muda sampai yang paling gelap. Tapi harus diperhatikan juga pada saat saat pergantian benangnya, jaga agar gradasinya tetap berlanjut *ih susah bener kalimatnya*… pokok’e kalau pas terakhir yang dijahit adalah bagian benang berwarna paling gelap, jangan disambung menjahit dengan bagian benang yang berwarna paling muda, ntar jadi njegleg-lah warnanya, perbedaan warnanya jauh gitu… usahakan urutannya terjaga, dari yang paling gelap-agak gelap-agak muda-sampai yang paling muda atau sebaliknya. *Mudeng ora yo ? mbuh lah wis*.

Dan inilah penampakan Dressmaker’s Daughter project-ku sampai tahap pemasangan benang Caron

.

047

*tepok tangan dooong… *

*mekso*

*disambit penonton*

.

.

Iklan

22 thoughts on “Dressmaker’sDaughterProject : Saatnya Benang Caron

    • ada backstitch-nya juga sih, tapi udah kelar… insya Allah ntar akhir pekan mulai pasang beads-nya. Gak pede kalo pasang malem2…

      umbria lebih ke hijau sih…

    • kalau bidang yg harus disulam lompat-lompat dan gak nyambung sih malah gampang. sulam aja seperti biasanya… yang jadi masalah kalau masih nyambung, bagian benang yang dipakai harus dipilih-pilih dulu biar urutan gradasinya tidak loncat…

    • bagus tapi luntuuuuur, hehehe… kalau cuma ngejar warnanya sih kayaknya mendingan DMC varigated aja deh, cakep-cakep juga kok… Kisaran harganya kurang lebih sama ama kit Dimensions yang petite…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s