Numpang Menghakimi

Suatu saat, ada pandangan sinis tertuju ke arahku *jeng-jeng-jeeeeeng… backsound pilem horor dong*. Apa pasal ? pada saat itu aku lagi asyik  pegang henpon, sementara di dekatku den mas Fachri kencono wingko-ku yang paling kecil sedang sibuk merapat ke mbak pengasuhnya. Batinku jane yo ngguyu sih, batin sempet cekikikan juga sih… ini orang sepertinya sedang menjatuhkan vonis kepada diriku. Kalo dibikin headline koran mungkin isi kepala si sinis tadi judulnya adalah Ibu Kurang Ajar yang Lebih Sayang Henpon daripada Anaknya Sendiri, atau bisa juga  Payah kali Ni Emak, Kalah Bersaing Melawan Baby Sitter. Bombastis yo ? qiqiqqi….

Asli sebenernya pengen cekikikan disitu dan pada saat itu juga, tapi ntar malah judulnya ditambahin jadi Stress dan Cekikikan Sendiri Akibat Menelantarkan Anak. Haduuuh, apa ndak tambah gawat tuh jadinya. So biar gak ketauan aku pasang tambang cool aja, anyem njejet… etapi jangan2 ntar kalimatnya berubah jadi Ibu Kejam Bertampang Dingin. Jiyaaaah, salah lagi dah, wkwkwk….

Well, apa perlu kujelaskan pada dirinya bahwa wajar kalau saat itu Fachri mepet2 ke mbak-nya, lha wong ada maunya je… Fachri tahu kalo di tas yang dipegang mbak-nya ada kue dan cemilan yang memang selalu disiapkan kalau ngajak dia jalan-jalan. Dan apa perlu ku menggelar konperensi pers sekalin untuk menjelaskan perilaku Fachri di rumah yang maunya nempel aja terus ke simboknya, lha wong lagi di kamar mandi aja ditungguin gak pergi-pergi. Dan kalo mau dipanjang kali lebarkan lagi, apa perlu dibuat seminar yang menjelaskan apa-mengapa-bagaimana-nya caraku membesarkan Fachri ? Haduuuuuuuuuh, lebaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaay…..

Ha tapi piye yo, penghakiman instan sepertinya kok makin heboh saja belakangan ini. Gak percaya ? silahkan buka internet, buka lapak jejaring sosial… dimana ada tempat untuk numpang komentar disitulah bakal banyak ditemukan hakim-hakim dadakan. Kalo masih pake bahasa sopan sih mungkin masih  mendingan kali ya, ini segala macam sumpah serapah dan isi kebun binantang bisa berhamburan keluar. Menyuarakan opini ? lha ya boleh2 saja sih… tapi please deh, mbok ya jangan asal komen gitu lho, luangkan sedikit waktu untuk memahami sedikit lebih jauh. Gak susah kok, luangkan waktu dan kelapangan hati untuk menerima berbagai masukan. Di jaman lagi hits-hits-nya pencitraan, penggiringan opini, framing dan konco-konconya seperti sekarang-sekarang ini, menjadi pembaca dan pengguna inet yang cerdas adalah pilihan terbaik… *sok wise deh ah*

Itu kalau di inet, lha njut emak-emak yang nglirik sinis pada diriku tadi enaknya diapain ya ?  :p

9 thoughts on “Numpang Menghakimi

  1. emakemak yang berpandangan sinis itu kali aja sedang mikir, ini emaknya keren, sayang anak, tapi membolehkan pengasuhnya pegang henpon.. *kebalik..

    ya ga usah diapa-apain deh buping.. kita ga tahu pikiran orang.. be positive think aja deh.. ribet mikirin orang yang menghakimi gitu..

    • wkwkwkwk…
      iya sih Tin, mendingan postive thinking aja… cuma kadang ni otak konslet juga, bawaan pengen nyolot aja jadinya…😀

  2. Yu Pingkan, menghakimi itu artinya sudah menyelidiki dalam2 baru menjatuhkan vonis. Kalau yg sudah curiga duluan sebelum tahu duduk perkaranya, itu namanya prejudice (bahasa Kerawangnya), atau syak wasangka. Demikian menurut Suminten Badudu.:) Kalau menurutku sih Yu, selama syak wasangkanya memang salah, gak sesuai dengan kenyataan, gak perlu kita terlalu pikirin apalagi sampai bikin kebakaran jenggot. Apalagi kalau kita gak punya jenggot. Mosok jenggot tetangga yg dibakar?

    • wkwkwkwk… istilah yang tepat memang syak wasangka yo jeng… preijudis gitu…
      *cari-cari tetangga yang punya jenggot*

    • Iyooo…mustinya syak wasangka yg bisa kita balas dengan syak karepmu lah…ha..ha..ha.

      Waduh, tetangganya Yu Pingkan perlu waspada nih, terutama yg berjenggot…ha…ha..ha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s