Berkebun : Kembang Sepatu-ku

Saat ini , selain mawar aku juga mulai seneng ngumpulin Kembang Sepatu. Kesengsem banget ma warna-warni Kembang Sepatu yang semarak dan besar kuntumnya. Dan yang jelas, sepengetahuanku, kembang sepatu termasuk tanaman yang mudah perawatannya. Penting banget tuh buat aku yang menyandang gelar tukang kebon pemalas, wkwkwwk… Salah satu bukti bahwa kembang sepatu termasuk tanaman yg gak rewel adalah Kembang Sepatu termasuk tanaman yang mudah ditemukan di taman-taman umum di sekitar kita, bahkan Β ada yang ditanam di jalur hijau di pinggir jalan raya. Tapi biasanya yang sering nampak memang jenis Kembang Sepatu yang umum-umum saja, kalo gak yang warna merah jambu ya kuning gonjreng. Tapi tetep cantik kok, memberi nuansa berbunga-bunga di jalan raya… *haiiisssh kalimatnyaaaah*

Lha trus jenis Kembang Sepatu seperti apa yang aku punya ? sampai saat ini Allhamdulillah sudah cukup banyak sih, mpe mikir ntar kalo mau beli lagi mau ditanam dimana, secara lahan yang terbatas, sementara Kembang Sepatu sendiri termasuk jenis tanaman perdu yang banyak makan tempat.

 

526090_3843887986333_1312838148_n

28737_4784802868617_938946227_n

255334_4306981563383_1847082104_n

556977_4135307471638_1108478344_n

076

672_4710525691734_1680420890_n

181133_4183162667988_39917227_n

185 copy

535366_4760636704478_559092091_n

559825_10200511744506756_1614876724_n

486606_10200715243994116_1228067421_n

551430_10200500962477212_1049563193_n

 

seperti lazimnya kebanyakan tanaman berbunga, Kembang Sepatu dalam pertumbuhannya memerlukan banya sinar matahari. Bisa sih tetep tumbuh di tempat ternaung atau kurang mendapat sinar matahari, tetapi nantinya akan berpengaruh pada jumlah bunga yang muncul. Semakin sedikit sinar matahari, semakin sedikit pula bunga yang bakal muncul. Selain itu untuk mendapatkan tanaman Kembang Sepatu yang sehat, diperlukan jenis tanah yang gembur dengan kelembaban yang cukup. Penyiraman diperlukan, terutama pada saat tanaman baru saja ditanam atau dipindahkan dari polybag ke tanah.

Kembanga Sepatu bisa tumbuh hingga 1,5 sampai 3 meter, cukup tinggi tapi gak ketinggian banget untuk ditanam sebagai tanaman pagar atau center point di taman. Membuat taman lebih semarak karena selain bunganya yang cukup besar dan warnanya yang kuat, tanaman ini bisa berbunga terus sepanjang tahun di iklim tropis. Memperbanyak kemungkinan berbunga juga dapat dilakukan dengan pemangkasan alias prunning, karena biasanya bunga akan tumbuh pada ujung-ujung cabang baru. Tapi selain prunning, Β pemupukan secara berkala juga perlu dilakukan, aku biasanya menggunakan NPK untuk bunga alias NPK dengan kadar P-nya yang tinggi, dipupuk sebulan sekali sudah cukup.

Berdasar pengalamanku, media terbaik untuk Kembang Sepatu memang tanah yang asli alias ditanam ditanah langsung, bukan di pot. Tapi mengingat, memperhatikan dan menimbang kenyataan bahwa lahan kebunku terbatas, maka aku mulai mencoba untuk menanam Kembang Sepatu di pot. Bisa gak ? bisa kok.. yang perlu diingat gunakan media tanam yang baik, jangan yang terlalu berat dan berpotensi menahan air terlalu banyak sehingga kondisi media dalam pot menjadi terlalu lembab. Jangan lupa tambahkan pupuk organik untuk menambah kesuburan media tanam. Dan yang penting kalo nanem di pot tu kudu rajin memangkas, biar enggak numbuh nggejebrak….. *boso opo maneh iku*

Wis pokokna, Selamat Berkebuuuuuuuun….. πŸ™‚

 

472631_10200942329271106_1440463504_o

41 thoughts on “Berkebun : Kembang Sepatu-ku

    • kalau masih dalam masa pertumbuhan sehabis ditanam ya lebih baik disiram sih Tin, karena akarnya belum cukup kuat untuk cari air sendiri… di musim kemarau sebaiknya juga disiram biar gak kehausan, hehehe….

  1. Apik2 bunganya mbak. Mungkin bisa juga tak jajal ditanam di halaman ya? Aku nafsunya mau menanam bunga yg aneh2 ngono. Ini aku lagi berharap benih dari macam2 bunga bisa tumbuh, meski mungkin nggak semuanya. Karena bisa jadi dipangani tupai atau burung.

    • matur nuwun… bisa tuh Dian, kemarin aku sempet ngintip2 di web yg jualan hibiscus di amerika, wuih, kembang-nya bagus2 bangeeet… coba ada di Jakarta, wis ta’ samperin wis, qiqiqiq…

      kalau di rumahku yang suka iseng tu semut ama tikus, aku nyoba nanem macem2 sayuran, baru bertunas udah langsung disikat tikus, sebeeeeel…

    • padahal aku kepengin banget bisa nyayur dari hasil kebon sendiri, paling gak ada sawi-lah, buat temen bikin mie rebus…..

  2. Ayu ayuuuuuuu kuabeh.
    Aku paling suka yang pink, nomer 5 dari atas. Sudut pemotretannya cakep, aku suka. Nomer 4,5,6 dari bawah, wah aku baru tahu kalau itu juga kembang sepatu, kuntumnya lebih banyak.

    Adik iparku nanem kembang sepatu, ditaruh di pot dalam rumah. Kembangnya jarang jarang, tapi daunnya weleh weleh subur sekali.

    • matur nuwung sangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet…. *tersapi-sapi, eh tesipu-sipu*
      kembang sepatu kan memang ada yang petalnya tumpuk, ada juga yang petalnya kriting, lucu deh… dulu di kampungku banyaaak…. ge main cekcu… :p
      lha kalo ditaruh dalam rumah kan berarti kurang sinar matahari tuh jeng, pantesan dadi nggejebrag rajin berdaun doang…. πŸ˜€

    • kalau gak dimasukin ke dalam rumah, yo mati pas winter. Tanemannya sudah gede banget, repot kalau dipindahin keluar pas summer. Akhirnya ya gitu deh, taruh aja dalam rumah sepanjang tahun.

      Bunganya ada, tapi jarang banget, satu dua gitu.

    • whualah, ncen repot yen ndadak gotong2 yoooh… salah satu enaknya tinggal di Bekasi ya itu, ra sah ndadak gotong2 melarikan diri dari winter, qiqiqi… tapi kalo nyawang gambar bunga2 warna-warni khas daerah 4 musim yo jadi ngiri bener… :p

    • Iyo, warna warninya ajaib, ada biru segala. Aku waktu tahu pertama kali, takjub bin heran, kok bisa ada bunga warna biru.

      Belum lagi bunga bunga semak, liar kuwi. Deuhhh ayu tenan. Meskipun aku gak suka nanem bunga, tapi seneng ngliat bunga ayu ayu. Senengnya buat obyek motret.

    • bentuk’e yo lucu-lucu, ono sing koyok payung, opo yo jenenge, lali akuu… mung iso melu nyawang wae yen Dian Yustiana ( mbiyen yo MPer ) aplot foto-foto kembang neng kebun dan cedak omahe. Sembarang kembang ndek dalan wae yo apik-apik
      ngiri banget juga kalau nyawang foto wit cherryblossom sing kebak kembang sak uwit, widiiiiih…. huapik tenaaan… πŸ™‚

    • terima kasiiih…. biasanya sih di pameran, tapi kadang suka nemu juga di tukang tanaman pinggir jalan… πŸ™‚

  3. Kembang sepatunya cantik2 banget siy mba.. Saya punya 2 jenis kembang sepatu di rumah. Yg petal 5 & ada 2 yg petal tumpuk. Saya beli di pameran flora di lapangan banteng. Yg petal 5 warna kuning cukup sering berbunga dan saya tanam di pot ketiganya karena lahan dirumah tidak tlalu besar dan sudah penuh tanaman. Yg jadi masalah yg jenis petal bertumpuk, keduanya tiap kali muncul calon bunga, sebelum mekar tangkainya mulai menguning dan akhirnya patah sebelum mekar dan selalu patah pd bagian tangkai bunga seperti garis sambungan. Kalo judul lagu itu layu sebelum berkembang hehehehe… Saya sudahcoba beri pupuk untuk bunga tetap rontok. Kenapa ya mbak dengan kembang sepatu saya itu?

  4. terima kasiiih…. soal layu sebelum berkembang, di rumahku jg ada yang spt itu, sering banget terjadi pada kembang sepatu yang bunganya paling besar… terlalu berat kali ya ? hihihi… jujur aku juga kurang tahu pasti sebabnya…

    • Itu kena hama thrips atau gall midge. Bisa beli pestisida nya, ditambah rajin mbersihin kuntum kembang sepatu yang udah pasti gagal berbunga baik yg masih di pohon atau udah jatuh ke tanah. Tujuannya buat mecah siklus si hama ini supaya ga sampai netas telur nya di tanah dan naik lagi ke bunga.
      Mba Pingkan, saya juga penggemar kembang sepatu (berat). Senangnya baca blog orang yang juga suka sama kembang sepatu.

    • Kalau mau sabar, ke pameran Flona Lapangan banteng aja kaya Mba Pingkan nih, selalu ada report nya dari sana. Ada langganan Laura Florist yang selalu ikut pameran dan koleksi kembang sepatunya paling banyak dan beragam. Diantara yang lain paling mahal juga tentunya.
      Tahun ini Flona kabar kaburnya diadakan bulan 4-5 ya Mba?

    • udah apal aja neng, hihihi… Iya, denger kabar katanya bakal ada Flona akhir April ini sampai akhir Mei…. πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s