Menghormati Korban

Beberapa minggu yang lalu sempet rame berita pemukulan terhadap seorang wartawan yang dilakukan oleh oknum TNI. Alkisah wartawan ini sedang mengambil foto pesawat tempur milik TNI yang jatuh. Tindak kekerasan, bagaimanapun juga tidak dapat dibenarkan. Tapi aku sempet membaca sedikit pembelaan bahwa, pak oknum itu tidak tahu bahwa pilot -yg notabene koleganya pak oknum itu- sudah lebih dahulu keluar dari pesawat, sebelum tu pesawat jatuh menghunjam bumi. jadi begitu melihat ada orang potrat-potret pesawat yg terbakar, sepertinya jiwa korsa pak oknum ini tersulut. Tega bener gitu… ada orang kena musibah kok main potrat-potret aja gituuu…. Langsung aja bak-bik-buk main pukul plus cekik, gak peduli ada anak2 disitu… wedewwwww…..

Gak tau itu alasan bener atau mengarang bebas alias ngibul, sekali lagi kekerasan tidak bisa dibenarkan. Tapi jujur aku jadi mikir, se-narsis-narsis-nya orang, mana ada sih yang mau dipoto dalam keadaan miris, dedel duwel gak keruan akibat musibah ? Apalagi kalau kemudian tu foto beredar kemana-mana. Gak cuma lewat media resmi tapi juga media getok tular macam socmed, bbm, wa dan lain sebagainya. Dan siapa sih yang seneng jadi obyek ungkapan hiiiy-serem-sambil-bergidig, hela-an napas kasiyan-kasiyan-kasiyan, geleng-geleng kepala miris, atau bahkan sampai ucapan “ih amit-amit jabang beibeh deh…”. Ngaku deh, kalau sodara-sodara liat foto yang lagi bareng2 dengan orang lain, muka siapa yang bakal di-cek duluan, kan yo tampang diri sendiri to ? Looking good adalah hal yang pengen dinikmati setiap orang dalam sebuah foto, qiqiqi….

Nonton gambar memang lebih asik daripada cuma sekedar mbaca cerita. Dan kita ini memang termasuk penonton yang sungguh sangat antusias, jalanan macet karena kecelakaan ? Bukan cuma ituuu, tapi macet lebih parah karena antusiasme penonton kecelakaan. Nonton iya, nulung enggak. Dan suweeer, gara-gara gambar, sukses mual-mules-perih-kembung deh simbok. Gegara gugling berita tawuran pelajar, tiba-tiba ngooook, muncul gambar seorang anak sekolah yang terkapar tewas di pinggir jalan, berkubang dalam darahnya sendiri, hiks…. Kebayang gak sih gimana perasaan ibu si anak kalau melihat gambar itu. Please deh, perlu banget ya buat nampilin gambar itu ? gambar memang bisa berbicara lebih banyak, tapi apa gak cukup penderitaan korban dan juga keluarga-nya, sampai harus menjadikan musibah itu sebagai tontonan ? Kata-nya bangsa penuh tata krama dan tepo sliro…. kok gak ada niat sama sekali untuk melindungi hak2 korban musibah. Denger2 di beberapa negara bahkan sudah ada undang-undang perlindungan korban musibah, gak boleh tuh, nampilin gambar korban yang sudah dedel duwel… kalo saja dimari juga ada tu undang-undang, gak akan ada peristiwa bag-big-bug mukulin wartawan dengan alasan ( beneran ato ngibul ) melindungi privasi korban.

Beberapa hari yang lalu, dalam pesawat menuju Padang, sekali lagi aku pengen mengelus dada sangking gemesnya. Seperti di pilem2 *etdah mboook*, tiba2 pilot mengumumkan bahwa ada seorang penumpang yg mendadak sakit dan memerlukan seorang dokter. Alhamdulillah di pesawat saat itu ada seorang dokter yang bisa menolong. Dan sepertinya kasusnya lumayan berat, karena si pasien sampai harus ditelentangkan di lorong pesawat dan dibantu pernapasannya. Aku tahu karena kebetulan aku duduk di pinggir sebelah lorong dan sempet nengok sebentar ke belakang. Dan yang kumat penget tahu memang bukan cuma aku, banyak kepala2 lain yg melongok bahkan sampai berdiri dan berjinjit2 untuk dapat melihat langsung. Sampai kemudian pilot merasa bahwa kelakuan mau tau penumpangnya sudah melewati batas lebay, lalu pilot menyuruh para penumpang untuk kembali duduk manis di kursi masing-masing, sehingga tidak mengganggu kerja paramedis menolong si pasien. Most of us manut sih, duduk lagi, gak tengak-tengok. Tapi ada juga ya bandel, pas pula bangkunya dua baris didepannku. Gak cuma tengak-tengok, ni oknum malah heboh bener ngambil foto dengan bb-nya…..

wajar gak sih kalo aku jadi gemes ama tu orang, jadi pengen numpang nampol deh….
seneng kali ye tu orang, sapa tau dari poto2 yg dia ambil bisa dijadiin the next trending topic,
berasa jadi orang penting kali ye, kalo ntar aplotan poto-nya dikomentari banyak orang….
“kan seru kakaaaaaaaaaaaaaaaaaak…..”
preeeeet !!

13 thoughts on “Menghormati Korban

  1. Mari ciptakan budaya berkomentar atas foto-foto korban sambil mengingatkan pengupload yg gak tahu diri itu, misalnya berkomentar:
    “Yang mengupload foto-foto ini sungguh tidak punya jiwa empati. Sebaiknya dihentikan kebiasaan ini. Cukup berita tertulis saja tanpa foto-foto”

    Dengan begitu masyarakat akan terbiasa dan bisa membedakan mana yg baik dan salah.

    *komen yg sama di MP. Duh, senangnya bisa bersilaturahim kembali di sini πŸ™‚

  2. matur nuwun sanget mas… seneng ketemu lagi dengan temen2 lama di mp.
    tapi masih lumayan mumet dengan wp nih mas, maunya ini-itu, nyambung sini-situ, tapi belum ngeh caranya bagaimana….maklum sudah ngunduri sepuh, daya mudeng-nya sudah mulai menurun, hehehe….

  3. Ngomongin masalah ini, kemarin baru aja adu mulut sama orang gegara ada orang tabrakan, sekarat bukannya ditolong malah dipoto-poto. Buat apa coba? Wartawan juga bukan dianya. Miris dengan kelakuan seperti itu.

    No foto hoax mungkin benar adanya, untuk kasus tertentu… Tapi kalo untuk kecelakaan dan hal-hal yang traumatis sepertinya tidak perlu. Apakah kita mau kalo celaka cuma difoto tapi telat ditolong? Saya rasa tidak… πŸ™‚

    Btw, salam kenal ya…

    • halo, salam kenal juga…
      masya Allah…. gimana kalau yg moto itu berada di posisi yg lagi kena musibah ya, ngebayangin gak tuh, ckckck….
      hal terpenting yg bisa kita lakukan kalau ada musibah adalah pertolongan apa yang bisa kita berikan. bukannya malah ambil untung supaya bisa dapet gambar/cerita seru… apakah nilai2 kemanusiaan sudah nggak ada artinya lagi ya ? tergusur nafsu pengen tenar, pengen punya cerita heboh… astagfirullahaladziiiim….

  4. aihhhhh kerenn banget tulisannya salam kenal ya.. saya setuju loh budaya narsis dan dorongan untuk trading article membuat seseorang suka lupa diri mengabaikan privasi orang lain .

    • terima kasiiih, salam kenal juga… πŸ™‚
      iya, saat ini sepertinya orang semakin heboh berlomba untuk eksis sampai lupa pada etika… 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s