Namanya juga Iklan

Beberapa hari yang lalu aku iseng beli dvd serial Desperate Housewives *emak-emak gitu lho*, eh kok dapet free satu dvd. Cap-cip-cup belalang kuncup, akhirnya aku milih yang judulnya The Joneses. Biasanya aku milih pilem liat-liat pemeran utamanya dulu, bukan apa-apa sih, setahuku biasanya bintang pilem yg keren bakalan ogah main di pilem yang enggak bagus. Dan pemeran utama di pilem yang aku pilih itu adalah Demi Moore dan David Dunchovy, lumanyun kan ?

Dan menurutku sih pilemnya lumayan. Ceritanya tentang sebuah keluarga yang baru saja pindah dan masuk ke sebuah perumahan elit. Mereka terlihat sangat sempurna lahir dan batin. Keluarga kaya dengan suami ganteng-istri cakep dan sepasang anak yang ganteng dan cantik pula. Keren banget deh pokok’e, tapi jangan salah, ternyata semua itu hanyalah sebuah upaya pencitraan… *jadi inget seseorang deh*.

Ternyata fakta yang ada di balik semua tampilan sempurna itu adalah, mereka hanyalah sebuah keluarga jadi-jadian, alias palsu, tidak orisinil, level kw 2. Tidak ada hubungan darah sama sekali di antara mereka. Dan ‘keluarga’ itu dibentuk hanya dengan satu tujuan, ngiklaaaaaaaaaaan….. *jengjengjeeeeeng-backsound-norak*

Cara baru untuk berpromosi gitu lho, kalau dulu yang disuguhkan di tipi adalah tampilan keluarga ‘sempurna’ sedang gosok gigi dengan odol merk x. Maka lewat keluarga Jones, tampilan itu disulap menjadi ‘nyata’ sebagai sosok keluarga sempurna, yang bercerita sambil lalu bahwa mereka memakai odol merk x. Dan siapakah yang akan lebih dipercaya ? iklan ditipi, atau tetangga yang dikagumi karena kesempurnaannya ? Tetangga dong ya, secara mereka terlihat ‘nyata’ punya gigi yang kinclong-clong. Kalau iklan ditipi masih bisa dikomentari “lah itu pan cuma iklan”, penampakan tetangga sebelah akan dianggap lebih bisa dipercaya toh ? Well, itulah kesempatan yang diambil, memanfaatkan kekuatan rekomendasi dari mulut ke mulut alias getok tular. Dan untuk itulah keluarga Jones dibentuk.

Dengan luwesnya setiap anggota ‘keluarga’ Jones masuk ke lingkungan baru mereka. Si bapak pergi main golf, si ibu pergi ke salon, anak-anak pergi ke sekolah. Begitu saja ? lha ya tidak, sambil menunjukkan kepiawaiannya bermain golf, si bapak bercerita tentang stick golf-nya yang mantap. Tentu saja tidak dengan gaya sales kartu kredit yang asli nganyelke minta ditampol, tapi dengan gaya yang cool dan seperti sambil lalu. Hasilnya ? temennya main golf berbondong2 beli stick golf seperti punya bapak Jones itu. Dan tidak hanya berhenti di stick golf saja, tapi juga pernak-perniknya yang lain, seperti kacamata, sepatu dan bahkan juga mobil.

Itu baru dari bapak Jones saja, ibu Jones mendapat jatah pangsa pasar yang membidik ibu-ibu setengah baya kalangan elit dgn produk2 seperti seperti kosmetik, baju, tas, sepatu sampai catering pesta. Sementara anak-anak mereka menggarap pangsa pasar kebutuhan anak muda usia sma seperti games, camilan dan kosmetik anak muda. Wis to, pokok’e mereka seperti etalase hidup yang memberikan iming-iming life-style yang menggiurkan dan mengin-mengini. Jeli memanfaatkan sifat manusia yang seneng wang-sinawang dan penginan. Padahal seperti juga semua iklan, tampilan keluarga Jones itu juga berfalsafah sama, ngapusi alias bo’ong-bo’ongan, qeqeqeqe…..

Lucu juga sih sebenernya, jadi inget ma kelakuan diri sendiri, wkwkwkwk…. Liat tas di toko perasaan mah biasa-biasa aja, etapi begitu itu tas dipakai orang lain, wedeeeeew, ha kok terlihat keren banget yak ? Padahal bisa saja itu tas terlihat keren karena yang makai juga keren, pinter memadupadankan gitu lho…. *sok fashionista banget*. Giliran aku yang pakai kok malah jadi kayak nyangking karung goni… qiqiqiqi.

*wis ah, sarapan dulu yuuuks….

Iklan

65 thoughts on “Namanya juga Iklan

  1. hihihi baca akhirannya kog jadi ngikik sendiri yo buk? sawang sinawang yen nyawang orang lain kog kayaknya lebih-lebih, padahal mereka juga nyawang yang lain dan barangkali punya pemikiran yang sama, mbuhlah tambah mumet…eh trus akhir cerita pilemnya gimana buk ping?

  2. nur4hini said: hihihi baca akhirannya kog jadi ngikik sendiri yo buk? sawang sinawang yen nyawang orang lain kog kayaknya lebih-lebih, padahal mereka juga nyawang yang lain dan barangkali punya pemikiran yang sama, mbuhlah tambah mumet…eh trus akhir cerita pilemnya gimana buk ping?

    eitsss, kagak boleh tanya ending, entar enggak seru, qiqiqiqi….

  3. imazahra said: Terus Mbak, akhirnya ‘konflik’ apa yg muncul di film ini? Jadi penasaran euy! 😀

    konfliknya ya, salah satu pemeran merasa bersalah gitu deh, want to quit gara-gara tetangganya ada yg bunuh diri karena terbelit utang ongkos gaya hidup… *jiyaaah, cerita juga akhirnya*

  4. intan0812 said: eh yang boneng??? tapi emang bener sih jaman sekarang gitu loh………… makanya sama si papa ga boleh sering2 keluar rumah, biar matanya ga kalap 😀

    wkwkwkwkwk…. dimana-mana berasa ketemu iklan berjalan yak ? 😀

  5. pingkanrizkiarto said: konfliknya ya, salah satu pemeran merasa bersalah gitu deh, want to quit gara-gara tetangganya ada yg bunuh diri karena terbelit utang ongkos gaya hidup… *jiyaaah, cerita juga akhirnya*

    asiiik, udah tau endingnya 🙂

  6. tintin1868 said: tooozz emang hidup itu KW ya di keluarga joneses.. ku nontonnya eman-eman deh.. akhirnya jadi suka.. membuat kita sadar juga kan..

    iya, ngenes liat tetangganya Joneses yang mati itu… contoh di dunia nyata juga gak sedikit, mati gara-gara terbelit utang gaya hidup…:((

  7. pingkanrizkiarto said: iya, ngenes liat tetangganya Joneses yang mati itu… contoh di dunia nyata juga gak sedikit, mati gara-gara terbelit utang gaya hidup…:((

    sempet mikir loh abis nonton ini.. orang marketing pasti belajar disini, psikologinya manusia yang ga pernah puas, dan pamer.. banyak yang mati gegara uang karena bangkrut.. itu tetangga milih mati di kolamnya sendiri, dengan motor pemotong rumput, bikin ngenes.. jadi inget temenku yang gantung diri karena digebergeber tengkulak dan debtcollector..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s