Dongeng Simbok : Sukrasana – Sumantri

Bingung antara pengen ngaso-hibernasi-cuti atau terusin ngeMPi….

Nyoba pengen ndongeng lagi aja, tapi mohon mangap, nuwun sewu dulu ya, kalau ada salah-salah kata or salah-salah cerita, soalnya modal dasar cerita ini adalah memori jaman dahulu kala waktu masih baca majalah si Kuncung dulu, plus tanya-tanya dikit ke mbah gugel.

Wis rebat cekap alias tun je poin, alkisah jaman dahulu kala ada seorang satria tampan, jagoan lagipula pintar bernama mas Boy, eh… Bambang Sumantri. Ia mempunyai seorang adik yang secara fisik sangatlah berlain dengan sang ksatria tampan. Sang adik yang bernama Sukrasana berwujud bajang alias raksasa kecil yang wajahnya sangatlah jauh dari standar tampan versi industri hiburan dan agensi periklanan *omongopotoiki*. Tapi jangan salah ya, walaupun rangking ketampanan Sukrasana jauh berada di bawah sang kakak, tapi kesaktian Sukrasana berada satu level diatas kakaknya. Mereka melewatkan masa kanak-kanak dan tumbuh besar bersama sebagai dua bersaudara yang saling mengasihi.

Sampai pada suatu hari Sumantri berniat mewujudkan cita-citanya untuk mengabdi pada seorang raja yang lebih sakti daripada dirinya sendiri. Pilihannya adalah Raja Arjunasastrabahu di negara Maespati. Oleh sang Raja, Sumantri diperbolehkan mengabdi padanya dengan syarat mampu merebut dewi Citrawati yang pada saat itu memang tengah diperebutkan oleh beberapa kerajaan untuk dijadikan istri oleh sang Raja.

Singkat cerita, dengan berbekal pusaka sakti Cakrabaskara, Sumantri berhasil memboyong Dewi Citrawati dan menumpas raja-raja saingannya, sakti tenan to ? Bambang Sumantri je…. Tapi mungkin karena hal itu pula, mas Sumantri ini sepertinya jadi merasa agak besar kepala, dan merasa bahwa dia pun bisa mengalahkan sang Raja Arjunasasrabahu himself. Kan enak juga to, kalau dia sendiri yang jadi raja dan mempersunting Dewi Citrawati yang cantik jelita sebagai permaisuri ? Daripada seumur-umur cuma jadi orang suruhan, sekali waktu boleh dong naik pangkat jadi raja…. Wis to, pokok’e kekuasaan dan kecantikan memang bisa bikin ileran…

Hingga akhirnya Sumantri nekat menantang tempur Raja Arjunasasrabahu …. dan hasilnya ? Senjata Cakrabaskara milik Sumantri memang bisa menghancurkan kereta perang sang Raja, tapi sang Raja sendiri ? No way… Arjunasasrabahu yang konon katanya adalah satria titisan Bhatara Wisnu, ternyata tak tersentuh sedikitpun oleh senjata Cakrabaskara. Bahkan kemudian sang Raja ber-tiwikrama dan menjelma menjadi seorang raksasa yang sangat besoooooaaaar….sebesar gunung.. Takluk dan mengaku kalah lah Sumantri.

Tapi Arjunasasrabahu masih mau memaafkan bawahannya yang lancang itu dengan satu syarat, yaitu Sumantri harus bisa memindahkan taman Sriwedari dari Kahyangan ke kerajaan Maespati. Alamaaak… susah kali… begitu mungkin keluh derita batin Sumantri. Nyolong taman milik para dewa gitu lho… mana ada kontraktor pertamanan yang mau dan mampu melaksanakannya.

Akhirnya terbengong-bengonglah Sumantri menyesali kesalahan dan juga meratapi hukuman akibat kesalahannnya itu. Saat sedang khusyuk dengan kebengongannya itulah, Sumantri bertemu kembali dengan Sukrasana sang adik. Sekian lama ditinggal, ternyata Sukrasana tidak kuat menahan kerinduan pada kakaknya tercinta, hingga akhirnya Sukrasana pun berangkat pergi menyusul Sumantri.

Tentu saja Sukrasasana tidak tega melihat kesedihan kakaknya itu, dengan pusaka sakti miliknya yang bernama Chandabirawa akhirnya taman Sriwedari bisa berpindah lokasi ke kerajaan Maespati. So, hilang sudah gelisah hati Sumantri…. tugas sudah terlaksana dengan sakses gilang gemilang sesuai perintah sang Raja.

Maka bergegaslah Sumantri ingin segera melaporkan keberhasilannya itu pada Raja Arjunasasrabahu. Sementara itu Sukrasana yang lagi seneng-senengnya bertemu kembali dengan kakaknya, tidak mau ditinggal pergi begitu saja… “Aku eyu kakang…”, aku melu kakang, aku ikut kakang… katanya merengek dan menghiba dengan suara bajangnya yang cedal.

Tapi Sumantri khawatir bentuk dan rupa raksasa cebol Sukrasana akan menimbulkan ketakukan dan kehebohan di Maespati, hingga Sumantri melarang Sukrasana ikut. Diam dan sembunyilah disini saja dek, begitu mungkin bujuk Sumantri. Tapi Sukrasana yang sudah menempuh perjalanan yang jauh dan sulit demi bertemu dengan Sumantri berkeras tidak mau ditinggal. Pokok’e “aku eyu kakang…”

Kesal akan sikap keras kepala Sukrasana, dan juga khawatir akan reaksi penduduk Maespati atas buruk rupa adiknya, akhirnya Sumantri mengeluarkan panahnya. Menarik busur dan membidikkan anak panah tepat ke arah Sukrasana dengan niat untuk menakut-nakuti…. hanya untuk menakut-nakuti….

Namun mujur tak dapat diraih malang tak dapat ditolak….. langit menyaksikan bagaimana akhirnya anak panah Sumantri benar-benar melesat, menembus dan mencabut nyawa Sukrasana.

“kakang Anti…. Aku eyu kakang….”

Menciptakan takdir seorang kakak yang membunuh adik yang sangat mencintai dan dicintainya, hanya karena buruk rupa sang adik…

“Aku eyu kakang….”

sedangkan buruk rupa hanyalah standar tak penting yang ditetapkan hanya berdasarkan apa yang tampak oleh mata, bukan hati…..

dan tinggallah Sumantri tenggelam dalam duka serta penyesalan yang dalam…..

 

 

sumantri-sukasrana

98 thoughts on “Dongeng Simbok : Sukrasana – Sumantri

  1. dlu pernah ada balita koit gr2 ibunya mo nonton pilem india,trus dia nangis2,trus sm ibunya ditakut takuti diminumin seraup obat..mgkn tu ibu ga belajar dr pengalaman sumantri dan adeknya..atau mlh ga pernah tau ni dongeng.tapi,akhir ceritanya apa dong bu?ms gt aja..

  2. rengganiez said: mbokkk ini cerita yang aku paling sukaaa di serial pewayangan..selalu minta didongengin cerita ini ama bapakk hehehehe..

    aku isoh mbrebes mili lho goro-goro dongeng iki… hiks…

  3. pingkanrizkiarto said: aku isoh mbrebes mili lho goro-goro dongeng iki… hiks…

    iyaa.. bambang sumantri sebenarnya sayanggg banget ama bambang sukrasana..itu murni main2..lagian kalo adiknya diajak nanti bahaya. Lalu disuruh di rumah saja, sambil ditakut2i, ternyata malah keprucut panahnya..

  4. bundananda said: dlu pernah ada balita koit gr2 ibunya mo nonton pilem india,trus dia nangis2,trus sm ibunya ditakut takuti diminumin seraup obat..mgkn tu ibu ga belajar dr pengalaman sumantri dan adeknya..atau mlh ga pernah tau ni dongeng.tapi,akhir ceritanya apa dong bu?ms gt aja..

    masya Allah… beneran tu Bund ? *bengong-ngeri*akhrinya ? hadoooh, cerita wayang mah panjaaaaaaaaaaaaaang…. tapi nanti Sumantri akan terbunuh oleh raksasa yang juga merupakan penjelmaan adiknya itu, dan raksasa itu adalah Rahwana. Dan pada akhirnya mereka akan berkumpul kembali dalam damai di swargaloka, insiden panah dilupakan, peace !! :))

  5. rengganiez said: iyaa.. bambang sumantri sebenarnya sayanggg banget ama bambang sukrasana..itu murni main2..lagian kalo adiknya diajak nanti bahaya. Lalu disuruh di rumah saja, sambil ditakut2i, ternyata malah keprucut panahnya..

    wah.. point yang ini gak di eksplore di ceritane Bu Pink… jadi kesannya mas Bambang Sumantri ini emang punya sifat gak baik…*Bu Pink… coba diklarifikasi detil penokohan di cerita ini…*

  6. rengganiez said: iyaa.. bambang sumantri sebenarnya sayanggg banget ama bambang sukrasana..itu murni main2..lagian kalo adiknya diajak nanti bahaya. Lalu disuruh di rumah saja, sambil ditakut2i, ternyata malah keprucut panahnya..

    pesan moral : ojok sembranan karo gaman… jangan sembarangan main senjata…

  7. Beneraan buuk..pas jaman2 MNC masih TPI dan siang2 suka nyetel indihe ituuh..si emak nobar ma tetangga2..nah anaknya kok ya rewel, terjadilah insiden serupa sumantri dan sukrasana..ceritain akhirnya dgn jelas duuunk..

  8. Lha mbok ngene, ben ana sing dha paham dongengan tanah air. Tapi berhubung arep asah-asah njur shalat, tak liwati sik ya jeng. Mengko sedela engkas tak baleni maca, nuwun sanget! Keep writing jeng!

  9. lollytadiah said: wah.. point yang ini gak di eksplore di ceritane Bu Pink… jadi kesannya mas Bambang Sumantri ini emang punya sifat gak baik…*Bu Pink… coba diklarifikasi detil penokohan di cerita ini…*

    selalu ada beberapa sudut pandang jeng, dan aku hanya menyampaikan apa yang nempel di memoriku, hehehehehe…..mas Sumantri ini sebenernya memang sangaaaaaaaat sayang pada adiknya, dan sangat menyesali apa yang telah terjadi, tapi ha piye maneh…. ujung2nya memang harus begitu…

  10. bundananda said: Beneraan buuk..pas jaman2 MNC masih TPI dan siang2 suka nyetel indihe ituuh..si emak nobar ma tetangga2..nah anaknya kok ya rewel, terjadilah insiden serupa sumantri dan sukrasana..ceritain akhirnya dgn jelas duuunk..

    masya Allah….anaknya dijejelin obat gitu ?ckckckckck….*beneran nggak abis pikir*hadooooh, segini aja udah banyak yng protes kepanjangan jeee….:D

  11. bundel said: Lha mbok ngene, ben ana sing dha paham dongengan tanah air. Tapi berhubung arep asah-asah njur shalat, tak liwati sik ya jeng. Mengko sedela engkas tak baleni maca, nuwun sanget! Keep writing jeng!

    matur nuwun sampun kerso mampir mbakyu….:))

  12. ini cerita abadi yang selalu didongengin guru panahan pada murid2nya… intinya, jangan pernah nodongin senjata secara main2… kalo kata temen, kalo di pistol juga biasanya ada peluru setannya… *hiii*

  13. pingkanrizkiarto said: sedangkan buruk rupa hanyalah standar tak penting yang ditetapkan hanya berdasarkan apa yang tampak oleh mata, bukan hati…..

    _____Ada kalimat penghiburan buat aku nih, hehehehe______Cerita cerita yang bernilai tinggi… Sayangnya, saya sendiri pun tidak tau cerita ini. Apakah karena saya yang gak perhatian? Atau saya yang kurang “jawa” ya???Terimakasih sudah berbagi bagi cerita..

  14. trewelu said: ini cerita abadi yang selalu didongengin guru panahan pada murid2nya… intinya, jangan pernah nodongin senjata secara main2… kalo kata temen, kalo di pistol juga biasanya ada peluru setannya… *hiii*

    iya, masih banyak cerita ttg main-main yang berakibat fatal…:((

  15. iras80 said: rupa buruk tapi berhati baik…rupa baik tapi berhati syetan……

    soemantri sebetulnya baik kuk.cuma dia malu saja..akhirnya dia dijemput sang adik ketika tarung lawan rahwana.

  16. vandento said: _____Ada kalimat penghiburan buat aku nih, hehehehe______Cerita cerita yang bernilai tinggi… Sayangnya, saya sendiri pun tidak tau cerita ini. Apakah karena saya yang gak perhatian? Atau saya yang kurang “jawa” ya???Terimakasih sudah berbagi bagi cerita..

    terhibur tenan po ? qiqiqiqiqiqi…. *dibalang wungkal*masak belom pernah tau ceritanya sih Dew ? ra jowo tenan dirimu….:D

  17. raniuswah said: aduuuhhh..tau gini ceritanya aku males baca deehh(digetok martiil)kok sedddiiihhh sih buukkganti dong storinya yang hepiending

    mo hepi ending nonton aja sinetron buk….*simpen martil**buat nggetok lagi besok*

  18. pingkanrizkiarto said: yup, tak ada satria sempurna tanpa cacat…:)

    bahkan arjuna dan kresna pun begitu.- arjuna yang tampan dan satria, kadang menjadi pengecut yang manja.- kresna.. beberapa nyawa harus dikorbankan demi skenario para dewa.

  19. pingkanrizkiarto said: mo hepi ending nonton aja sinetron buk….*simpen martil**buat nggetok lagi besok*

    gak onok buuk..Bang Madid aja kadang ada sedihnya..peres anduk gudmoning

  20. pingkanrizkiarto said: masak belom pernah tau ceritanya sih Dew ? ra jowo tenan dirimu….:D

    Lha lahire nang Betawi je.. SMP karo SMA baru nang nJowo…Mulane, huayooo terusno lehe ndongeng.. Tak enteni…* karo ngelus elus wungkal, eh wungkal ki opo tho??? *

  21. tiarrahman said: bahkan arjuna dan kresna pun begitu.- arjuna yang tampan dan satria, kadang menjadi pengecut yang manja.- kresna.. beberapa nyawa harus dikorbankan demi skenario para dewa.

    itu yang saya suka dari cerita wayang mas….tak ada manusia, eh wayang yang sempurna…. *nyanyi ala dmassip*

  22. vandento said: Lha lahire nang Betawi je.. SMP karo SMA baru nang nJowo…Mulane, huayooo terusno lehe ndongeng.. Tak enteni…* karo ngelus elus wungkal, eh wungkal ki opo tho??? *

    jiyaaaah… malah paring dawuuuuuh…sendiko gusti prabuuuu…. wkwkwkwkwungkal ? enak wis pokok’e….qiqiqiqi….

  23. pingkanrizkiarto said: hiks… hiks…. buk Ran nakal tuuuuh…*melet ke buk Ran*

    leleti sambel asem ke yang melet2kualat ke senior melet2 doang bisanya..siapin anak panah + busur

  24. baru baca euy….
    terusin dongengnya… sampai saat akhirnya sukarsana “datang” lagi menagih janji pada sumantri…
    salah satu “titisannya” adalah kisah narasoma yang mempersunting putri raksasa. dia pikir raksasa itu putrinya ya.. model raksasa. gak taunya cakep banget…. mau juga lah narasoma nikah. Trus mau diturunin ilmu sama mertuanya yang raksasa itu, abis diturunin ilmu…. itu mertua dibunuh donk….
    nah… jadi ceritanya narasoma itu titisan sumatri, sementara si raksasa titisan sukarsana. waktu mau mati.. muncullah adik tercinta itu…. mengucap sumpah buat kakang sumantri

    • wah malah baru tahu hubungannya ma narasoma itu neng… makasih info-nya yak, jadi makin seneng belajar tentang wayang nih… πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s