Hajj 1431 H : Mabit di Malam Tarwiyah

Setelah empa hari nge-kos di Syisha, akhirnya datang juga saatnya untuk memulai ritual Haji kami. Sesuai jadwal, pada tanggal 14 November 2010 kami akan berangkat menuju Mina untuk melaksanakan mabit/menginap di malam Tarwiyah. Malam sebelumnya aku dan temen-temen sekamar memang sempat ribet dan ribut mempersiapkan perbekalan, tapi paginya pasrah aja deh….bekal paling pas memang pasrah, ikhlas dan tawakal. Bismillah aja deh. Soalnya udah capek juga bolak-balik bongkar tas, qiqiqiqi….

Dari pagi-pagi buta sudah mulai berisik ini itu, dorongan stress juga kali tuh. Alhamdulillah kami berlima bisa saling menjaga agar tidak terjadi friksi antar temen. Salah satu masalah yang potensial memacu perselisihan adalah antrian kamar mandi. Tapi sekali lagi, Alhamdulillah berkat semangat persatuan dan kesatuan ( halaaaaaaaah ) dan bekal keporo ngalah dari pak ustadz, jatah antrian kamar mandi bisa diselesaikan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Setelah rapi dan cantik *aheeeeem* dengan baju ihram, kami segera turun ke lantai dasar untuk sarapan. Selesai sarapan, ternyata kami belum bisa segera berangkat karena bis yang akan membawa kami ke Mina belum juga terlihat penampakannya. Nunggu dulu preeeeeeends, sabaaaaaaaaar….. Sabar sih insya Allah bisa lah, pan ude diniatin. Tapi stress-nya itu lho, membawa efek samping. Jadi bolak-balik naik ke lantai 3 lagi, alias balik lagi ke kamar untuk cek ini cek itu dan cek in ke kamar mandi ( lagi ), stress cuy, qiqiqiqi….

Dan akhirnya datang juga yang ditungguuuuu…..

mari kita kemooooon….

sambil baca talbiyah, merinding euy………..

Tapi disamping yang menggunakan bis, ada juga anggora rombongan kami yang memilih untuk berjalan kaki, dengan keyakinan perolehan pahala yang lebih besar. Yaaaaah… menurut aku sih terserah keyakinan masing-masing aja lah, ndak usah diributin, pun ndak usah merasa lebih atau merasa kurang antara yang naik bis dan berjalan kaki. Toh dulu Nabi juga mengendarai onta.

Soooooooo….. berangkatlah kami bersama sang Keong Racun dengan sopir si Asep yang nyetirnya ndak kalah sama sopir metromini di belantara jalanan Jakarta. Alhamdulillah walaupun jalanan sudah mulai padat, kami bisa sampai di tenda Mina yang menjadi jatah kami pada saat mendekati sholat Dzuhur.


Dari awal pihak biro haji sudah berterus terang bahwa akibat kepadatan jemaah, maka rombongan kami yang berjumlah 57 orang hanya mendapat jatah 1 tenda. Jauh dari memadai sebenernya, secara jemaah laki-laki dan perempuan jadi bercampur dalam 1 tenda. Biro sebenarnya juga sudah mengajukan protes pada pihak maktab, dari tahun ke tahun biaya yang dikeluarkan terus naik, sementara pelayanan dari pihak maktab jalan di tempat aja. Tapiiiiiiiii….. piye maneeeeeeeeh, kondisinya memang begituuuuuuuuuuhhhh…… Pas pula pada musim haji ini jemaah yang datang membludak, jauh lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Yo wis, dibawa lucu aja deh….

bu Adi dan kawan-kawan
bu Adi berpose cantik….. *dikepret sendal mpers*
pak Adi dan konco-konco

ada yang bagi-bagi maksi, ada pula yg poto-poto… xexexexe

Lumayan sesek ya ? panas pulak…. Alhamdulillah ada ac-nnya sih, walaupun tidak langsung berasa adem, secara udara di luar sungguh sangat menyengat. Tapi tak disangka-sangka, ternyata tenda besar di sebelah kami kosong melompong sodara-sodara….. kenapa bisa ? ternyata rombongan yang mendapat jatah tempat di sebelah kami tersebut tidak melaksanakanlmabit di malam Tarwiyah seperti kami. Bukan masalah sih, karena hukum mabit di Mina pada malam Tarwiyah adalah sunnah, bukan Rukun Haji, bukan pula Wajib Haji. Dan memang tidak semua jemaah haji indonesia melaksanakn mabit di Mina pada malam tarwiyah.

Maka jadilah bapak-bapak dari rombongan kami menginvasi tenda sebelah….. So, lumayan legalah tenda kami. Setelah beres urusan di dalam tenda, yang selanjutnya aku lakukan adalah inspeksi ke fasilitas mck. Alhamdulillah masih bersih dan air pun lancar jaya merdeka.
Mungkin karena belum semua jemaah di maktab kami datang dan menempati tenda masing-masing. Trus gimana dong kalau semua jemaah sudah datang ? penuh ? desek-desekan ? ngantri ? Aiiiiiiiiiisssshh, itu dipikir belakangan aja lah, don wori bi hepi aja…. *mringis-manis-menawan-hati*

dengan Bismillah mari kita mulai kemping di malam Tarwiyah…..

malam Tarwiyah :
malam menjelang keberangkatan jemaan haji ke padang Arafah untuk melaksanakan Wukuf yang merupakan puncak ritual haji.

 

Iklan

47 thoughts on “Hajj 1431 H : Mabit di Malam Tarwiyah

  1. iras80 said: tendanya gak diganti ya mbak, nggak dicuci pula dari tahun ketahun…kotor dan berdebu pastinya..

    iya, baunya juga debu banget…. gak berani pake selimutnya deh, paling cuma buat tutup kaki aja. kasur juga langsung di alasin lagi….

  2. pingkanrizkiarto said: malam Tarwiyah

    Tarwiyah itu teman sedesa saya yang sekarang jadi asisten dokter gigi (perawat gigi). Pertanyaan saya, malam tarwiyah itu apa sih? Maklum aku cah bodho jeng xixixixixi……….. *ngguyu karo nutupi cangkem*

  3. jandra22 said: Tarwiyah itu teman sedesa saya yang sekarang jadi asisten dokter gigi (perawat gigi). Pertanyaan saya, malam tarwiyah itu apa sih? Maklum aku cah bodho jeng xixixixixi……….. *ngguyu karo nutupi cangkem*

    temen sekantor saya malah namanya Sawiyah mbak. sama ma namanya anak cecak…. qiqiqiqi….

  4. jandra22 said: Ooooh………. nini katrok durung maca tekan ngisor wis kadung metu bodhone ndadak takon ndisik hehehehe……… *isin aku, slusup ndelik metekes*

    qiqiqiqi… sangking semangatnya ya mbak, inget pula sama temen yang namanya sama…. *melu metekes ndek pojokan*

  5. estiningtyas said: Bu mau tanya disana sempet online mas mul engga ya ? hahhahhaa..semoga menjadi haji yg mabrur ya Bu.

    amiiiin, terima kasih doanya…..enggak online-online-nan dulu, berat di ongkos, qeqeqeqe….

  6. pingkanrizkiarto said: yang selanjutnya aku lakukan adalah inspeksi ke fasilitas mck

    ini emak2 banget deh..aku juga kalo nginep kemana2 pasti si mck ini yang jadi patokan apakah tempat-nya bersih ato nga hihihihi

  7. Setelah baca dari awal ampe tuntas, aku seakan ga nemu beban selama kegiatan haji yang diceritakan. Mungkin karena bu Ping nulisnya dgn gaya bertutur yang hepi, jadi malah terlihat seru dan lucu… Selain juga karena sikap yang pasrah, nrimo, dan menjalani dgn ikhlas. Jadinya, kesel sesekali yg muncul itu, jd tenggelam oleh dominasi senyum…buktinya tuh di foto, posenya manis semua πŸ˜€

  8. katerinas said: sebentar, sblm tuntas baca aku mau koment bisnya dulu, kok tulisannya keong racun? Hahaha

    maklum Rien, kan banyak juga orang indonesia yang tinggal di Saudi. Lha wong sopirnya aja namanya Asep….:D

  9. katerinas said: Setelah baca dari awal ampe tuntas, aku seakan ga nemu beban selama kegiatan haji yang diceritakan. Mungkin karena bu Ping nulisnya dgn gaya bertutur yang hepi, jadi malah terlihat seru dan lucu… Selain juga karena sikap yang pasrah, nrimo, dan menjalani dgn ikhlas. Jadinya, kesel sesekali yg muncul itu, jd tenggelam oleh dominasi senyum…buktinya tuh di foto, posenya manis semua πŸ˜€

    dibawa hepi aja Rien, lha wong sudah bisa sampai kesana aja aku sudah Alhamdulillaaaaaaaaaaah banget…. Sedihnya, keselnya juga ada sih, namanya juga manusia, tapi insya Allah semua ada hikmahnya…. *tumben jawaban lempeng*pose manis ? ehem-ehem-ehem….. *blushing*

  10. pingkanrizkiarto said: Sedihnya, keselnya juga ada sih, namanya juga manusia, tapi insya Allah semua ada hikmahnya….

    Amin. Insha ALLAH…Jadi dapat ilmu dan pelajaran. Makasih sudah berbagi….*makin manis dengan pipi Humayra πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s