Hajj 1431 H : Kenapa Jadi Begini Ya ?


Pagi-pagi iseng ngeluyur ke postingan orang, nemu postingan yang nyeritain soal kelakuan orang-orang yang pulang haji. Bagaimana ‘titel’ haji seringkali membuat orang jadi berlaku riya’ alias pamer, sombong dan merasa harus dilebihkan dari yang belum haji. Juga ditulis tentang orang pergi haji dengan niat yang ‘melenceng’. Bukan untuk menunaikan kewajiban, tapi cuma untuk mengejar ke-makbul-an doa-doa di tanah Haram, misalnya cuma untuk minta tajir doang….

Well, nggak bisa diingkari itu masih menjadi realitas di sebagaian masyarakat kita sih…. menyedihkan memang. Di lain pihak masih banyak orang yang memandang haji lebih dari segi ‘udah keluar duit banyak dong‘ bukan dari ‘udah harus bisa menyebarkan kesholehan dong‘. Jadinya ya gitu deeeeeh…. haji menjadi semacam tanda pangkat status sosial gitu deeeh.

Postingan yang lumayan bagus, iseng ikut komen dan baca-baca komen yang lain di bawahnya. Tapi trus nemu komen yang ini :

Saya pribadi lebih suka memanfaatkan uang untuk melanglang buana liburan bersama keluarga untuk mempeererat hubungan dg anak dan suami drpd naik haji. Sholat dan berdoa bisa dilakukan dimana2. Nyatanya orang yg naik haji dg tujuan berdoa minta jodoh, belum kawin sampai sekarang. Artis yg kawin saat naik haji juga sudah cerai. Yg korupsi sehabiis haji tetap menerima uang upeti.

Untuk menjadi orang baik bs tanpa naik haji. Kalau mau naik haji pergilah dg hati ihlas.

Ha kok mendadak jadi ngeluaku…. jadi pengen tahu, seberapa jauh sih pemahaman kewajiban haji dan Rukun Islam dalam masyarakat ? kalau buat sodara-sodara kita yang bukan muslim sih ya nggak usah ditanyakan lah… tapi dalam masyarakat islam sendiri ? Masak sih nggak tau Rukun Islam ? rukun bo’, jadi jatuhnya tu wajib, kagak bisa dimain-mainin. Let see, Rukun Islam :

  1. Syahadat
  2. Sholat
  3. Puasa
  4. Zakat
  5. Haji, dengan catatan bagi yang sudah mampu

Kalau dilihat lagi ke komen yang diatas, berarti seharusnya dia sudah mampu dong… wong sudah bisa jalan-jalan keliling dunia je. Tapi mungkin belum tahu bahwa haji itu kewajiban. Tapi masak sih enggak tahu kalau itu wajib ? Trus aku jadi mikir, mungkin itu juga akibat dari ‘budaya’ masyarakat kita sendiri. Bagaimana haji sudah menjadi euforia yang kental dengan aroma status sosial. Juga ‘pemanfaatan’ haji hanya untuk urusan yang sak karepe dewe saja, pejabat pergi haji biar atasan cepet ngasih naik pangkat, artis pergi haji untuk sensasi dan popularitas….

Astagfirullahaladzim…. bukan mau menghakimi niat orang lain n merasa niat ane yang paling lurus, enggaklah, Allah yang lebih tau. Tapi jadi sedih aja, bagaimana hal-hal seperti itu membuat masyarakat yang belum faham menjadi berpandangan miring terhadap kewajiban haji. Haji tu gak da manfaat dan gak penting, mendingan jalan-jalan gitu lho…. *mringis sedih*

Gara-gara tu komen, aku jadi napsu ikutan njawab, gini nih yang aku tulis…

sebenernya saya juga mau aja jalan-jalan n nonton MU di Old Traffod bareng suami, tapi ya pergi haji dulu-lah… karena haji termasuk Rukun Islam, jadi hukumnya wajib bagi yang mampu… pergi haji tu untuk menggenapi rukun islam, alias menepati kewajiban sebagai orang islam, dan yang namanya kewajiban tu berarti ya harus dijalani, bukan karena ada kepentingan pribadi untuk minta ini minta itu.
Kalau cuma mau minta-minta sih, dimanapun kita berada, Allah maha mendengar kok, tinggal balik ke orang yang minta aja, pantes nggak doanya dikabulkan…. lagian (imho) sholat dan berdoa memang HARUS dilakukan dimana-mana kok…😀

Jadi sekali lagi, haji adalah kewajiban, bukan tanda pangkat,apalagi modal pamer….So, orang baik belum tentu haji ? lha ya jelas to yaaaa…. hehehehe…

belagu ya jawaban ane ? *ngimpi landing di Heathrow*

86 thoughts on “Hajj 1431 H : Kenapa Jadi Begini Ya ?

  1. hhmmm…seringkali yang membuat jelek Islam itu adalah penganutnya, bukan ajaran Islam itu sendiri… sehingga menimbulkan antipati bagi yang belum mengenal Islam dengan menyeluruh… sayang memang… seharusnya kalau kita benar-benar mempelajari tentang Islam, tidak akan keluar komentar seperti yang di atas itu.. pasti si beliau yg komentar itu akan memahami bahwa fenomena yang terjadi pada orang yg baru pulang haji itu, semata-mata karena kepribadian masing-masing si penyandang gelar, bukan karena Islam dan ibadah Hajinya… Betul bu, Haji itu rukun yang wajib, bagi yang mampu, jadi gak boleh disepelekan juga :)… Tetap semangat buuu… *wuihh ternyata jadi panjang komennya nih..:p*

  2. Bu pinkan aku suka banget sama komennya, serius, orang naik haji emang banyak karena status sosial, tapi bagiku, aku tetep ingin naik haji, apapun kataa orang, saat masih muda, saat ini aku masih belum “mampu secara niat ” tapi juga tidak akan menunda lama lama, saat waktu memungkinkan aku ingin berangkat dengan ikhlas dan siap bertemu Nya dirumah Nya? Mengunjungi Nya ditempat yang sudah Dia tetapkan bagi orang islam

  3. sabar buk haji….mungkin tuh orang termasuk gologan yang perlu di asah dikit lagi ilmu dan pemahamannya buukk,,naah sekarang kan buk Pink udah lebih paham jadikanlah orang2 seperti ini sebagi sasaran dakwah buk, tolong deh diasah dilurusin dilempengin cara pikirnya..kasih asahan ke buk Pink

  4. “Barangsiapa telah memiliki bekal dan kendaraan (biaya perjalanan) yang dapat menyampaikannya ke Baitullah dan ia tidak menunaikannya, maka tidak ada bedanya ia mati dalam keadaan yahudi atau nasrani.” (HR. Tirmidzi)

  5. “Saya pribadi lebih suka memanfaatkan uang untuk melanglang buana liburan bersama keluarga untuk mempeererat hubungan dg anak dan suami drpd naik haji. Sholat dan berdoa bisa dilakukan dimana2. Nyatanya orang yg naik haji dg tujuan berdoa minta jodoh, belum kawin sampai sekarang. Artis yg kawin saat naik haji juga sudah cerai. Yg korupsi sehabiis haji tetap menerima uang upeti.Untuk menjadi orang baik bs tanpa naik haji. Kalau mau naik haji pergilah dg hati ihlas.”Saya kasihan kalau ada orang yang berpikiran seperti ini. Cepat istighfar…jangan sampai Allah menutup pintu hatinya dan membuatnya menjadi batu,sehingga tidak dapat menerima kebenaran. Haji adalah panggilan Illahi…siapa yang bisa melawan jika Allah sudah berkenan memanggil hambanya?

  6. aku doa’in buk Pink semoga jadi ustadzah yang shalihah dan sabar. sehingga akan banyak sasaran dakwah di sekitar buk Pink yang selama ini belum terbuka mata hatinya, belum terketuk pintu hatiya bisa terjamah dengan tangan dingin buk Pink..kalo ustadzahnya ayu kan Insya Allah lebih cepet nyerep ilmunya..amiiinn.bantuin do’a..umpetin tas peralatan juang

  7. bu hajinya kmn? *ngasah golok apa lg ngaji?**scr pribadi sy memang prihatin dg fenomena niat haji yg diplesetkan bnyak oknum, tp tetep tak mengurangi kewajiban kt utk melaksanakannya jika mampu…jd, kl yg blm ngerasa terpanggil (terpanggil kmn, kuburan?) ya jgn mengolok2 yg pergi haji, kita doakan saja smg mabrur…sekian komen dr anak bau kencur…^_^

  8. pingkanrizkiarto said: Yg korupsi sehabiis haji tetap menerima uang upeti.

    Ada yang lebih memprihatinkan lagi, ada yang korupsi, sehabis naik haji, dia langsung ditangkap di bandara.Jadi menurut saya, dia itu orang belum mampu berhaji tapi kepengin pergi berhaji dengan uang bukan haknya. Kasihan nggak sih jeng sama orang yang begini?Kalau saya setuju sama njenengan, naik haji itu kewajiban. Jadi kalau ada uangnya ya itu yang seharusnya didulukan. Di Arab nanti bisa sambil mendekatkan diri dengan anak-anak dan keluarga juga asal perginya bersama-sama. Begitu lah yang baik.

  9. Jawaban bu Pink keren.saya sebagai warga Bekasi merasa terwakili hehe…Sungguh jawaban yg kurang cerdas dari orang trsebut.dia lbh mementingkan image.Haji masalah hubungan kita dengan TUHAN. Trserah org lain mo gmn stlh berhaji, itu tanggung jawab masing2.

  10. intan0812 said: kadang memang banyak orang islam sendiri yang memang kurang mengerti .. dan tidak berusaha untuk mempelajari islam ….

    sudah gitu, adaaaaaaaa aja orang islam yang malah bikin islam terlihat nggak oke… :((

  11. melukissejarah said: aku ngerti maksud dari kedua belah pihak.. ga ada yang salahhanya berbeda sudut pandang dan mendeskripsi^^

    lebih baik jalan-jalan padahal sudah wajib haji ?uuuhhmmmm i don’t think so dear….:)

  12. iahsunshine28 said: hhmmm…seringkali yang membuat jelek Islam itu adalah penganutnya, bukan ajaran Islam itu sendiri… sehingga menimbulkan antipati bagi yang belum mengenal Islam dengan menyeluruh… sayang memang… seharusnya kalau kita benar-benar mempelajari tentang Islam, tidak akan keluar komentar seperti yang di atas itu.. pasti si beliau yg komentar itu akan memahami bahwa fenomena yang terjadi pada orang yg baru pulang haji itu, semata-mata karena kepribadian masing-masing si penyandang gelar, bukan karena Islam dan ibadah Hajinya… Betul bu, Haji itu rukun yang wajib, bagi yang mampu, jadi gak boleh disepelekan juga :)… Tetap semangat buuu… *wuihh ternyata jadi panjang komennya nih..:p*

    siiiiiiiip, tetap semangaaaaaaaat !!*tepok tangan buat komen yang panjang*

  13. nitafebri said: sssttt.. postingan orang itu yang mana…saya lebih tertarik dg postingan itu hehe..network yaa bu ping.. ^_~btw klo bisa jalan2 ke LN, bisa di kata mampu dong tuh secara materi..

    postingannya sih bagus Nit, yang komen itu yang bikin ngelu….iya lah, materi ada, waktu dan kesempatan ada…..

  14. yant165 said: “Barangsiapa telah memiliki bekal dan kendaraan (biaya perjalanan) yang dapat menyampaikannya ke Baitullah dan ia tidak menunaikannya, maka tidak ada bedanya ia mati dalam keadaan yahudi atau nasrani.” (HR. Tirmidzi)

    terima kasih hadits-nya say….. pernah denger tapi ndak tau isi lengkapnya

  15. iras80 said: Saya kasihan kalau ada orang yang berpikiran seperti ini. Cepat istighfar…jangan sampai Allah menutup pintu hatinya dan membuatnya menjadi batu,sehingga tidak dapat menerima kebenaran. Haji adalah panggilan Illahi…siapa yang bisa melawan jika Allah sudah berkenan memanggil hambanya?

    sudah jelas kalau telah mampu, hukumnya jadi wajib….

  16. jandra22 said: Jadi kalau ada uangnya ya itu yang seharusnya didulukan. Di Arab nanti bisa sambil mendekatkan diri dengan anak-anak dan keluarga juga asal perginya bersama-sama. Begitu lah yang baik.

    setujuuuu… :))

  17. gelar hajjah atau haji itu kayaknya hanya ada di dindonesia ya mbak ping. tahun kemarin, bapaknya Khansa dapat rejeki bisa ke Baitullah buat haji. setelah pulang ya gak ada gelar2 an, orang jadi manggil dia pak haji, juga ketika mau berangkat tak ada syukuran doa yang ngundang2 orang banyak🙂. lempeng aja. salah satu akibatnya setelah dia pergi haji, dia penginnnn sekali kembali kesana🙂

  18. nur4hini said: gelar hajjah atau haji itu kayaknya hanya ada di dindonesia ya mbak ping. tahun kemarin, bapaknya Khansa dapat rejeki bisa ke Baitullah buat haji. setelah pulang ya gak ada gelar2 an, orang jadi manggil dia pak haji, juga ketika mau berangkat tak ada syukuran doa yang ngundang2 orang banyak🙂. lempeng aja. salah satu akibatnya setelah dia pergi haji, dia penginnnn sekali kembali kesana🙂

    emang aneh juga ya ? lha wong nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya aja nggak ada yang pakai gelar haji je…. :Diya nih, aku juga jadi kepikiran pengin umroh gitu…. *ngarep banget*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s