menghakimi gitu lho….

Pagi semuaaaa….. Aku lagi mikir kalimat ini nih “Jangan menghakimi dong, kayak sendirinya nggak punya salah aja”. Well, menghakimi memang konotasinya negatif ya ? iya sih, apalagi kalau menghakimi adalah main nyalahin aja tanpa dasar dan tanpa pemikiran lebih jauh.

Tapi kalau ada seseorang dengan bekal ilmu dan latar belakangnya, mengeluarkan statemen dan menilai SALAH pada suatu hal, n stick with his/her opinion, apakah itu bisa disebut sebagai menghakimi ? Ataukah atas nama ketenangan ( semu ) dia harus mengubah pendapatnya ? menggadaikan keyakinanya dan berkata YA SUDAHLAAAAH….

Dan masalah “kayak sendirinya nggak punya salah”, uuuhhhmmmm… dimanakah di dunia ini ada orang yang kalis alias bebas sebebas-bebasnya dari salah ? Jelas nggak ada alias mboten wonten to ? Apakah kalau ada orang ngutil alias nyolong di pasar aku tidak boleh menegurnya ? karena pada kenyataannya aku juga pernah nyolong, meskipun itu mungkin ‘hanya’ nyolong waktu ( buat ngempi, xixixi…. ), atau nyolong lirik-lirik brad pitt yang lagi jalan di depan rumah *digetok angelina jolie*

Well, manusia tidak bisa hidup sendiri, saling komentar, saling mengingatkan, saling menasehati itu perlu, because we live together in this old planet… *gaya rek, mentang2 abis nglirik brad pitt*. Tapi memang harus tahu bagaimana caranya,harus tahu dimana batasnya. Dan disitulah seninya….

another grundelan gak jelas
Males aja liat dunia yang makin permissive dengan alasan suka-suka gue, hak gue apa urusan elu….*inget cerita Depok Kiss-nya Nana, hiiiiy….*

 

64 thoughts on “menghakimi gitu lho….

  1. kalo menghakimi itu aku rasa yg cuman keukeuh ama pendapat diri sendiri, nyalah2in dan tidak mendengarkan penjelasan dr pihak yg disalahkan.Tapi dipihak yg disalahkan harusnya tau, sebab apapun jg tidak bisa melegalkan perbuatan yg memang salah, dan harus mau utk terima nasehat.

  2. pingkanrizkiarto said: Well, manusia tidak bisa hidup sendiri, saling komentar, saling mengingatkan, saling menasehati itu perlu, because we live together in this old planet… *gaya rek, mentang2 abis nglirik brad pitt*. Tapi memang harus tahu bagaimana caranya,harus tahu dimana batasnya. Dan disitulah seninya….

    lha….nanya2 sendiri…dijawab2 sendiri:))

  3. pennygata said: kalo menghakimi itu aku rasa yg cuman keukeuh ama pendapat diri sendiri, nyalah2in dan tidak mendengarkan penjelasan dr pihak yg disalahkan.Tapi dipihak yg disalahkan harusnya tau, sebab apapun jg tidak bisa melegalkan perbuatan yg memang salah, dan harus mau utk terima nasehat.

    iya sih, menghakimi memang seperti itu maksud aslinya… tapi makin kesini kok rasanya makin kabur saja maknanya, setiap orang rasanya berlomba untuk menghakimi orang lain sebagai menghakimi…. *halaaaaaaaah*Itulah jeng, rasanya saat ini makin sedikit orang yang mau mendengar ( nasehat ) … dengan alasan suka-suka gue apa urusan elu… :((

  4. pingkanrizkiarto said: Males aja liat dunia yang makin permissive dengan alasan suka-suka gue, hak gue apa urusan elu….*inget cerita Depok Kiss-nya Nana, hiiiiy….*

    iya sama, sudah hilang sekarang budaya saling menasihati.. saling mengingatkan dengan alasan privasi..btw Depok Kiss tu apaan ya?

  5. Kan kita punya kewajiban untuk saling mengingatkan ya Mbak…. Berhubung untuk langsung mengingatkan ke ybs susah, yah setidaknya mengingatkan ke yang lain gitu, yang baca tulisan kita/dengar omongan kita…. Sekadar memberi sudut pandang lain, agar tidak terjadi lagi.

  6. niwanda said: Kan kita punya kewajiban untuk saling mengingatkan ya Mbak…. Berhubung untuk langsung mengingatkan ke ybs susah, yah setidaknya mengingatkan ke yang lain gitu, yang baca tulisan kita/dengar omongan kita…. Sekadar memberi sudut pandang lain, agar tidak terjadi lagi.

    betul-betul-betul….:D

  7. debapirez said: Setuju.skrg masing2 berlindung dibalik HAM.lah,wong kebutuhan HAM orang beda2 trgantung kondisi dan dirinya.klo berdasarkan HAM masing2 ya…malah ga bs satu.

    wkwkwkwkwk…… ini dia kesimpulan yang manis dari Dedy….

  8. mayamulyadi said: Lah, maaakkkk… Mie instant enak gitu kok dilarang… *jangan2, mie di Taiwan kalah saing dengan mie instant buatan Indonesia ya, hihihi…

    ho-oh kali ye…. sirik aja gitu…. *ngunyah mie instan*

  9. pingkanrizkiarto said: Tapi kalau ada seseorang dengan bekal ilmu dan latar belakangnya, mengeluarkan statemen dan menilai SALAH pada suatu hal, n stick with his/her opinion, apakah itu bisa disebut sebagai menghakimi ?

    sakjane ra po po, budhe..sing bermasalah ki yen terus memaksakan pemahamannya ke orang lain yg beda pendapat ..gitu lhoo…

  10. pingkanrizkiarto said: pagi sayaaaaaaaaaaaang….. kacamata ketinggalan lagi gaaak ? :))

    hahagghagg.. sesuai saran mbak ping sayang, sekarang aku dah ninggalin kacamata satu di laci meja kantorku ^______^

  11. lah buk, lanjutkan aja perjuangan muw.kalo ada yang bilang suka suka gue ya udah biar aja yang penting suhu Pink udah ngingetin. Darìpada ada wong gemblung gak di ingetin malah kebagian dosa.piye diajeng? Nunggu jawabn mbari nyekel mikropon.

  12. raniuswah said: lah buk, lanjutkan aja perjuangan muw.kalo ada yang bilang suka suka gue ya udah biar aja yang penting suhu Pink udah ngingetin. Darìpada ada wong gemblung gak di ingetin malah kebagian dosa.piye diajeng? Nunggu jawabn mbari nyekel mikropon.

    ho-oh Buk…. sing penting wis ngandani to ?arep kontes dangdut po Buk ? kok pegang mikropon… biasanya juga TOA…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s