penyebaran informasi ala trio detektif

Buat para jadulers remaja 80-an yang juga pembaca serial Trio Detektif, mungkin masih ingat dengan istilah Hubungan dari Hantu ke Hantu. Keren ya kedengerannya ? cool n rada-rada misterius gitu…. cocok ma image Trio Detektif yang sering berurusan dengan misteri yang berbau-bau horor gitu, seperti Misteri Bisikan Mumi, Misteri Puri Setan, Misteri Hantu Hijau, Misteri Kurcaci Gaib … xixixixixi…. *lha kok malah dadi ngguyu dewe to*

Tapi aku ni bukannya mau ngomongin Trio Detektif kok… tenang ya para junior. Aku lagi mikir tentang pola komunikasi ala dari hantu ke hantu ini. Sebenernya ini bukan cara lama, lha wong orang Jawa dari dulu udah tahu kok, tapi namanya getok tular. Di daerah-daerah lain mungkin juga ada istilahnya sendiri-sendiri. Tapi pada intinya berita atau informasi menyebar mirip dengan sistim MLM gitu, satu orang menyampaikan pada 5 orang yang kemudian 5 orang tersebut menyebarkannya ke 5 orang baru lainnya. Jadilah berita atau informasi itu menyebar kemana-mana dengan waktu yang relatif cepat.

Tapi ya namanya melewati banyak penyampai, bisa jadi ada salah-salah kata sehingga menimbulkan salah persepsi. Belum lagi adanya kemungkinan tambahan bumbu ini-itu sesuai selera dan kepentingan si penyampai. Dan distorsi itu bisa berakibat fatal kalau sudah menyinggung masalah-masalah sensitif. Contoh nyata adalah kerusuhan Priok kemarin, informasi sepotong-sepotong, berita simpang siur, provokator gentayang… berujung pada meletusnya kerusuhan yang berdarah-darah.

Dan yang lebih menyedihkan adalah ternyata itu bukan kerusuhan terakhir di bumi Indonesia ini. Ada kerusuhan mahasiswa, kerusuhan gara-gara pilkada, belum lagi kerusuhan-kerusuhan yang berbau etnis. Bener-bener bikin miriiiiiiiiiiiiiiissss…. wis do ra iso mikir apa ya ? apa sudah ndak bisa pada mikir ya orang Indonesia ini ? Bukannya pakai otak dan mencari jalan damai dengan berkomunikasi, elha kok malah jumping into conclusion situ paling salah, saya yang paling bener, lalu tinju atau bahkan parang yang berbicara.

Barangkali ini akibat dari laju penyebaran informasi yang makin cepat tapi tidak diikuti oleh laju pemahaman yang memadai oleh si penerima informasi. Kumpulan orang yang beringas rasanya tidak mungkin ujug-ujug terjadi begitu saja, pasti ada prosesnya. Satu sms berisi pesan “suku A telah menyerang saudara kita, harus dibalas”, terkirim ke 5 orang, dan mengikuti pola hubungan dari hantu ke hantu maka sms itu bisa menyebar kemana-mana.

Dan dengan kemudahan teknologi informasi saat ini, bisa dibayangkan betapa cepatnya pesan itu menyebar, Dengan sekali pencet tombol, dalam hitungan detik puluhan dan bahkan mungkin ratusan orang bisa menerima pesan yang sama pada saat yang bersamaan. Lalu tanpa ba-bi-bu terkumpul ratusan orang dari suku B yang marah dan segera melakukan balas dendam pada siapa saja dan apa saja yang berbau-bau suku A.

Padahal bisa jadi pertengkaran yang disebutkan dalam sms diatas hanyalah sebuah kesalah pahaman kecil yang seharusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Atau bisa juga masalah tersebut hanyalah sekedar perselisihan antar pribadi yang bisa diselesaikan pula secara antar pribadi, tidak perlu sampai memakan korban dan menimbulkan kerusakan yang lebih luas. Tapi memang tidak bisa dipungkiri sih, bahwa sebuah perselisihan yg relatif kecil mampu menimbulkan kerusuhan besar jika sudah ada akumulasi berbagai masalah besar sebelumnya.

Tapi mosok kita tidak bisa belajar untuk dewasa sih ? belajar untuk menggunakan kata-kata untuk mencapai pemahaman bersama, belajar untuk saling mengerti dan dimengerti. Membangun komunikasi yang sehat, dan bukannya sibuk membangun kebencian berdasarkan stereotip dan sentimen golongan.

peace ah !

Iklan

80 thoughts on “penyebaran informasi ala trio detektif

  1. saturindu said: trio detektif alfred hitchcock?:)wah…kesukaan saya…ada jupiter jones…

    peter crenshaw dan bob andrews…. heheheh….tapi yang paling bikin iri tu markas besar-nya tuh…. 😀

  2. pingkanrizkiarto said: Membangun komunikasi yang sehat, dan bukannya sibuk membangun kebencian berdasarkan stereotip dan sentimen golongan.

    perlu adanya check and recheck…berdasarkan pertimbangan rasional, dan bukannya emosional.

  3. peace…baiklah saya belajar bu ping, belajar bikin bola kusudama hehehe…abis itu operator selulit eeh seluler ikut manas-manasi juga, lha beli pulsa gratis sms sekian ratus, mungkiiiiiiin daripada nggak kepake jadinya kirim2 pesen ngaco hehe…

  4. arumbarmadisatrio said: aku bacanya dora emon terus…..piye jal arepe menginvestigasi….yang ada, para perusuh nanti tak kecilin pake senter pengecil………….

    pinjem pintu kemana aja-nya deh……….

  5. arumbarmadisatrio said: kenapa rusuh??? soalnya banyak provokator dan kompor. buktinya…postingan mbak ping aja bisa menghasilkan banyak kompor…………….

    lha kok malah nuding tuan rumah toooooooooo ??

  6. qaulandiarra said: peace…baiklah saya belajar bu ping, belajar bikin bola kusudama hehehe…abis itu operator selulit eeh seluler ikut manas-manasi juga, lha beli pulsa gratis sms sekian ratus, mungkiiiiiiin daripada nggak kepake jadinya kirim2 pesen ngaco hehe…

    mumpung sms gratis gitu ya ? 😀

  7. arumbarmadisatrio said: kenapa rusuh??? soalnya banyak provokator dan kompor. buktinya…postingan mbak ping aja bisa menghasilkan banyak kompor…………….

    dimari ada trio detektip bawa kompornunjuk mamah, bu dokter + temen2ketuanya ya nona rumah yang ayu dewe

  8. depingacygacy said: Nanges iki buk…Walo penggemar trio detektip tp ga punya 1pun bukunya :'(Tp yg buku2 baru koq udah ga ketarik lagi aku buk…. Ky pencurian mobil mewah dsb

    trio detektif yang versi lebih dewasa katanya emang kurang menarik kok Mah… eh, ra sido poso ngempi kie ?

  9. kakireina said: tapi klo Trio Detektif kurang acara makan2 nyah, nda kek Enid Blyton, hihihihi

    Kalo Lima Sekawan identik dengan sandwich ya ? wkwkwk….jaman dulu aku yg wong ndeso ini sampe terbayang2 kepingin tau rasanya sandwich itu kek apa…. lha wong tiap Lima Sekawan berpetualang kok pasti ada acara makan sandwich-nya….:D

  10. pingkanrizkiarto said: Kalo Lima Sekawan identik dengan sandwich ya ? wkwkwk….jaman dulu aku yg wong ndeso ini sampe terbayang2 kepingin tau rasanya sandwich itu kek apa…. lha wong tiap Lima Sekawan berpetualang kok pasti ada acara makan sandwich-nya….:D

    iyah… minum limun jahe kek nyah enak banget… padahal aq nda suka jahe..trus sandwich isi tomat… gw dah coba, kok biasa ajah yak, huhuhuhucuman pas baca mah asli ngiler…

  11. sangking pinternya yang ngarang tuuuuuuuuh….. Tapi kemarin aku beli n baca lagi salah satu buku Lima Sekawan, bacanya kok berasa lain ya ? nggak seseru dulu gitu…. gara-gara udah gede ( baca : tuwa ) kali ya ? jadi nggak gampang diiming-imingi lagi…. xixixixi….

  12. crochetshop said: bukan nggak bisa bu… nggak ada waktunya… kan lagi sibuk menyulam, kristik, bikin kusudama 🙂 btw sekarang jamannya ben 10 bu…

    itu sih emang hobi…. :Diya sih, waktu kemarin baca lima sekawan itu juga berasa kok kalo tu buku udah kurang cocok ma selera anak-anak sekarang…

  13. @crochetshop, bu pingAku kemaren2 baru aja mikir, meh ngoleksi trio detektif buat depin.Itung2 memupuk minat baca anak….tp kl dibilang kurang cocok dg selera anak sekarang, lha terus piye???

  14. depingacygacy said: @crochetshop, bu pingAku kemaren2 baru aja mikir, meh ngoleksi trio detektif buat depin.Itung2 memupuk minat baca anak….tp kl dibilang kurang cocok dg selera anak sekarang, lha terus piye???

    coba cari-cari buku yang cocok di toko buku Mah. Dari pengalamanku ma Rahma, dia suka ngoleksi bukunya Jaqueline Wilson tuh…. lumayan bagus, aku juga suka ikut nebeng baca…. termehek-mehek malah waktu baca yang judulnya the suitcase kid ( judul terjemahannya aku lupa )

  15. depingacygacy said: Sok wae buk. Depin rung demen maca, mung maca buku cerita bergambar thok de’e…. Selak basi nek tuku saiki 😦

    halaaaaaaaah….. opo maneh yen arep ditukokke trio detektip…. piye to Maaaah….. *gubragdah*

  16. Begitu saya pindah ke Amrik, mbak, saya beruntung banget ditawari buku2 gratis yg salah satu pilihannya koleksi lengkap serial Trio Detective. Wah, kapan lagi! Wong pas di Indonesia aja saya nggak bisa ngoleksi lengkap. Skrg malah saya usahakan tuh mencari buku2 bekas TD yg lain. Karena serialnya terus berlanjut sampai mereka bertiga remaja agak tuaan. Ngomong2 soal pembahasan mbak PIngkan di atas, masalahnya itu kan jadinya seperti gossip. Belum tentu kebenarannya, tapi penyebarannya seperti kanker.

  17. Kemarin aku cuma baca sekilas judul blog ini, terus tadi pagi baca berita bagaimana dua anak kolega Mbak Pingkan yang diculik itu ditemukan… Kirain ada hubungannya hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s