Itu Bukan Alasan

Dulu banget, duluuuuu banget…. *berasa jadi makhluk purba dah*. Seorang teman kuliahku dengan bangga-nya mengatakan dia tidak pernah sekalipun mutusin pacar-pacarnya, selalu dia yang diputusin. Aneh ya ? nggak juga… asal tau aja, temenku itu adalah makhluk yang konon berasal dari planet mars, alias laki-laki. Lho diputusin alias being dumped kok malah bangga ? padahal konon katanya buat para makhluk Venus alias wanita, bisa mem-phk pacar adalah sebuah prestasi… ( tapi untuk urusan yg satu ini, count me out ya ! ).

Kalo gue udah nggak suka lagi, gue buat gimana caranya biar dia yang mutusin gue, katanya sok cool…. langsung kujawab Ya iyalah, kan dengan modal cerita sedih disia-siain cewek plus bumbu-bumbu penyedap ini itu, elo bisa dengan mudah ndapetin cewek lain kan ? Elo sanjung-sanjung target baru lo itu dengan segala macam puja-puji sebagai matahari pagi pengusir duka dan lara hati….. gombal tingkat tinggi but work perfectly.

Dan percaya atau tidak, taktik kuno ndak mutu itu masih terus digunakan sampai sekarang. Masih banyak cerita basi tentang perempuan yang rela dan sadar diri mau makan perempuan lain hanya karena bualan dan cerita sedih tentang istri yang tidak bisa membahagiakan lagi, cerewet, daster buluk user plus gualak’e ngalah-ngalahin ayam betina abis bertelor, n so on, n so on….

Dan adaaaaaa saja perempuan yang percaya dan menelan mentah-mentah semua gombalan seperti itu. Jadi ya jangan heran kalau adaaaaaaaaa ada saja suami yang giat meng on-air kan cerita-cerita buruk tentang istrinya sendiri, dalam rangka memuluskan usaha es-el-ka-ria-nya…. mahir nian memposisikan diri sebagai suami yang tersia-sia setelah banting tulang habis-habisan demi istri yang tak tahu diri…

Tapi okelah ceritanya he has a dreadful evil wife from d hell, tapi bukankah apa yang terjadi dalam sebuah rumah tangga adalah sebuah tanggung jawab bersama antara suami dan istri ? Menggunakan alasan istri yang kurang ini n kurang itu untuk membenarkan perselingkuhan adalah alasan yang aneh bin ajaib. Bukankah dulu-dulunya dia sendiri yang milih tu istri. Rumah tangga tidak lagi memberi kehangatan ? Lha bukannya dia sendiri juga yang membangun rumah tangga itu ? Kalau istilahnya ada genteng yang bocor, lantai yang retak ya betulin doooong…. jangan suka-suka aja seenaknya sendiri trus maen mampir ngeyup ditempat lain.

Nggak memungkiri bahwa manusia itu bisa berubah, yang tadinya cocok klop pas banget, ternyata di perjalanan ada yang berubah, ada yang bergeser, sehingga muncul masalah. Tapi mosok iyo jawaban atas masalah itu adalah selingkuh. Lha wong selingkuh itu sendiri masalah kok…. mosok mau menyelesaikan masalah dengan masalah, apa ndak malah tambah mumet jadinya ? Mbok yao kalau memang sudah ndak tertahankan lagi, ya selesaikan dulu urusan baik-baik…. baru deh sooook situ silahkan deh kalau mau mulai cari yang baru.

en girls, ndak usah ngomong norma ndak usah ngomong dosa… peran penyelamat suami orang bukanlah peran yang patut dibanggakan. Kalau ada seorang suami punya masalah dengan rumah tangganya, persilahkan saja menyelesaikan masalahnya dengan benar. Jangan mau diseret2 menjadi bagian dari masalah. Dan bagi yang ketiban apes dapet peran istri yang diselingkuhi, boleh saja bertanya apa salah diri, bagus untuk intospeksi dan membenahi diri. Tapi yakin deh, tidak ada satupun istri di dunia ini yang pantas untuk diselingkuhi…

*postingan abis senam, huehehehehe….*

81 thoughts on “Itu Bukan Alasan

  1. ooh begitu manggut2..mikir , bu ping abis senam pasti deh makan banyak xixixi..tp kedua pihak juga sami mawon mbak, kadang liat sebelah lebih ok jadi lupa ama punya sendiri..😀

  2. nitafebri said: tp kedua pihak juga sami mawon mbak, kadang liat sebelah lebih ok jadi lupa ama punya sendiri..😀

    hehehehe…. iya juga sih, jadi baiknya dua belah pihak sama-sama waspada dan sadar diri ya ?😀

  3. rirhikyu said: Akurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrgw demen niy thread atu ini ^_^

    tengkyu Febbie….jadi hari ini menu-nya apa nih ? kerja sambil ngempi ato ngempi sambil kerja ? wkwkwkwk….. *ngibrit takut ditimpuk ma Febbie*

  4. Aku ya heran buk, ada wanita yg mau ‘sok jd penyelamat’. Apa ga takut nasibnya sama dg pendahulunya?Ok, people can change. Sekali salah ga berarti selalu salah.Tp ada baiknya ‘kabar berita’ ga cuma didenger dr 1 pihak tho.*aku nulis opo tho iki?*

  5. depingacygacy said: Aku ya heran buk, ada wanita yg mau ‘sok jd penyelamat’. Apa ga takut nasibnya sama dg pendahulunya?Ok, people can change. Sekali salah ga berarti selalu salah.Tp ada baiknya ‘kabar berita’ ga cuma didenger dr 1 pihak tho.*aku nulis opo tho iki?*

    biasane goro-goro rayuan mauuuuuut…. gelem ae digombali, xixixix….

  6. pingkanrizkiarto said: tengkyu Febbie….jadi hari ini menu-nya apa nih ? kerja sambil ngempi ato ngempi sambil kerja ? wkwkwkwk….. *ngibrit takut ditimpuk ma Febbie*

    teteup MP no 1lohk?khan ada thread baru say.. wakakaka *teteup promo*

  7. pingkanrizkiarto said: takut ntar ada yg pasang gambar cndm-nya…. wkwkwkwkw…kan kemaren abis diajarin pasang gambar……hihihihi….

    kaga ada koq.. cm gw doank yg masanglohk?amannnnn koq

  8. raniuswah said: kalo udah kejadian baru mewek.susah buat dikomen.but stupid things always happen.

    asal nggak jadi wabah aja…..hehehehe….prasaan sekarang2 ini kok yang namanya slkh itu semakin ‘dimaklumi’ aja…. huh….

  9. “Ya iyalah, kan dengan modal cerita sedih disia-siain cewek plus bumbu-bumbu penyedap ini itu, elo bisa dengan mudah ndapetin cewek lain kan ?”Jujur saja, sebelum saya sadar diri bahwa saya cukup matang untuk menggoda gadis-gadis dengan modal ketampanan saya, saya sering pakai taktik ini dan berhasil hahaha….Mbo’ ya kalau ada aib dalam rumah tangga disimpan baik-baik.jangan smapai orang lain tahu.Cerita bu Pink kayak ceritanya suami Joy Tobing dan (katanya sich dah mantan) istrinya.

  10. makanya mah kan aku bilang goblok aja perempuan yang sok teu jadi pahlawan kemaleman.besok2 dia yang mewek.amit2 mah jangan ada anak putu yang ketipu ato menipu.(ngelap keringet di jidat,gregetan+gemes)

  11. makanya jangan pernah bermain2 dengan yang namanya “hati”… jangan sok yakin bisa “menguasai” hati kita, karena hati bisa terbolak balik dengan mudahnya…..*iiih kesambet apa yah aku kok bisa nulis serius gini…*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s