mahal atau murah ?

Status temen di fesbuk mempertanyakan mengenai harga tiket konser musik yang mencapai angka jutaan, lalu menghubungkannya dengan kepedulian sosial….

Well, pertama baca sih oke saja lah. Tapi lalu aku berpikir, artis yang manggung itu tentu berhak untuk mendapatkan penghargaan yang sesuai dengan kerja keras dan bakat mereka bukan ? ( dalam hal ini berwujud nominal uang, lha wong mereka kan juga manusia yang butuh makan ), belum lagi para kru pendukung pertunjukan itu yang jumlahnya tentu tidak sedikit, darimana mereka memperoleh nafkah kalau bukan dari penjualan tiket ?

Harga tiketnya muahal banget tuh ! bisa buat ngasih makan orang sekampung… Lha iya, mungkin muahaaaal buat kita-kita ( kita ? guwe aja kaleeeee….. ). Tapi bagi sebagian orang itu adalah harga yang wajar untuk tingkat gaya hidup mereka. Kalau kata orang sono, your mileage may vary, setiap orang berhak untuk punya ukuran masing-masing. Hebat atau standar, megah atau ecek empreng, jelek atau cakep, mahal atau murah.. tentu saja tidak bisa disama ratakan untuk setiap orang.

Apa yang terasa kebangetan muahalnya bagi kita ( kita ? sekali lagi : guwe aja kaleeeeeee ), belum tentu mahal buat orang lain. Tas Louis Vuitton asli adalah mimpi yang tak terjangkau buat aku, tapi mungkin buat orang lain tu keciiiiiiiiil aja. Atau semalam di Hotel Indonesia Kempinski yang 150 jeti itu adalah harga ruaaaarrrrr biasaaaaaaaaaaaa buangeeeeeeet buat otakku yang memang asli otak kampung ini. Tapi buat orang lain, bisa jadi itu hanya seujung kuku dari gunungan duit mereka ( jadi inget gudang uang paman Gober deh ).

Lalu mengenai kepedulian sosial, rasanya aku tidak berhak untuk begitu saja melabeli orang lain sebagai orang yang nggak punya kepedulian sosial, paling nggak, tidak semudah itu. Mau mengeluarkan uang untuk kesenangan diri sendiri tidak otomatis pasti pelit untuk urusan amal bukan ? Bisa jadi sebagian harta telah disisihkan untuk fakir miskin, bukan hanya sebatas apa yang menjadi kewajiban alias zakat, tapi bahkan melebihkannya lagi sebagai sedekah, infak ataupun amal jariyah….

Aku memang tidak berhak menghakimi…. Tapi aku masih tetap berharap, selalu ada kesadaran bahwa fakir miskin bukanlah sekeadar obyek zakat, sedekah, infak, amal, yang hanya menunggu uluran tangan secara fisik. Tapi mereka juga punya hati yang juga harus disantuni…. Himpitan kemiskinan sudah cukup banyak mendatangkan kepedihan, sedikit pengertian untuk tidak pamer kemewahan setidaknya akan mencegah beban sakit hati tambahan…..

-lagi nyari dermawan buat ngongkosin nonton KLa Project, hiks….-

Iklan

63 thoughts on “mahal atau murah ?

  1. pingkanrizkiarto said: -lagi nyari dermawan buat ngongkosin nonton KLa Project, hiks….-

    Lagi nyari kesempatan buat itu… tampaknya sulit, hahaha… Tiket pesawat + tiket nonton sepertinya sungguh jadi tambah tak terjangkau.

  2. medilubis said: Pengen nonton konser Rain….eh, KLa Project konser dmn?tiketnya brapaan?

    tiap hari dah nonton konser Rain nih, tiap hari ujan deres….. xixixixidi Shangrilla pas taon baru, diatas sejuta deh kayaknya… :((

  3. filzhaizati said: Kata-kata yang bijak,goodnote…salam bijak mba hehe kayaknya cocok jadi ibu mentri sosial

    terima kasiiiiiiiiiihhh… salam kenal yaaa…mentere sosial ? haiyaa…. menteri sok-sial kali ya ? šŸ˜€

  4. Waah, aku juga termasuk yg sebel sama tiket konser yg mahal. Bukan apa-apa, kan jadi nggak bisa nonton gituuuh huhuhuhuuuuIya kalo semua duit itu lari ke manajemen artisnya. Kalo promotornya yang kemaruk gimana?

  5. pingkanrizkiarto said: tiap hari dah nonton konser Rain nih, tiap hari ujan deres….. xixixixidi Shangrilla pas taon baru, diatas sejuta deh kayaknya… :((

    Lho Mba, ada kan konser reuni yang awal Desember di Kempinski? Kirain ngomongin yang itu (pantesan tadi merasa ada yang aneh, soalnya kan yang ini gak sampai jutaan :D).

  6. niwanda said: Lho Mba, ada kan konser reuni yang awal Desember di Kempinski? Kirain ngomongin yang itu (pantesan tadi merasa ada yang aneh, soalnya kan yang ini gak sampai jutaan :D).

    iya sih, tanggal 4 di Grand Indonesia, paling mahal 500… tapi kek-nya lebih menggiurkan yang di Shangrilla ( halaaaah, wong sama-sama ndak bakalan bisa nonton ae lho…. )

  7. jiaaah…mahal yo konsernya..kalo aku jadi sodaranya Paman Gober sih baru mungkin bisa nonton..itu juga kalo Paman Gobernya dah ilang pelitnya heheehehhe. Nonton Bioskop ae Mbak Pingkan…bareng mama Depin tuh nonton New Moon šŸ˜‰

  8. pingkanrizkiarto said: Kempinski yang 150 jeti itu adalah harga ruaaaarrrrr biasaaaaaaaaaaaa buangeeeeeeet buat otakku yang memang asli otak kampung ini

    mosok seh Ping, opo tak golek ke utangan disik, šŸ™‚ podho wae …

  9. tergantung tujuan nonton….dan tergantung yang punya duit. aku jadi inget mantan supirnya bapak mertuaku, suatu hari dia nganter2 aku, trus seperti biasa, aku selalu komen ngelihat mobil2 yang sliweran di jalan. aku bilang, ngapain orang mau beli mobil boro ya…..kan mahal di ongkos. kata dia….mbak, kalo orang duitnya banyak nggak bilang mahal dan boros. ha…ha…ha…dezigh…aku merasa tertohok…tapi aku bukan mau bilang kalo yang nggak beli tiket itu nggak punya duit lho….cuman mau ngasih contoh tergantung cara pandang masing-masing….ada yang komen, punya pembokats 3 pemboroan, nggak bisa ngatur waktu, tapi buat yang punya pembokat 3 *kayak kau misalanya*..lha wong aku bisa bayar ddan butuh kok…*hayyyyah…bahas pembokat lagi….*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s