yang penting heboh

Pekan kemarin, di harian ibukota aku baca kisah tentang sebuah keluarga di Amerika sono, yang dengan nekatnya menciptakan sebuah ‘reality show’ mendebarkan dan berhasil menarik perhatian serta simpati banyak pihak. Ceritanya ni keluarga melaporkan bahwa anaknya terbawa sebuah balon peneliti cuaca, melayang-layang jauh tinggi diatas sana tanpa tahu arah dan tujuannya…..

Waduh kisah seru dooooong…. seorang anak kecil yang terbawa balon bakalan lebih banyak mengundang simpati dari pada orang dewasa yang terbawa balon ( yang ini mah dikasi judul ‘bodohnya orang ini’ aja kaleee… ). Membayangkannya saja sudah membuat haru biru dan perasaan ngeri bukan ? Maka, jadilah sekian banyak stasiun tivi menyiarkan dan meliput pengejaran balon cuaca ini. Semua seperti berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama, terdepan dan paling hangat dalam menyajikan berita heboh ini.

Tapi apa dikata, di akhir cerita ternyata tu anak tidak terbawa balon sama sekali. Ternyata hanya keselip sodara-sodara ( emang dompet ? ). Bahkan ketika diwawancara, si anak keceplosan ngomong bahwa bapak dan ibunya-lah yang menyuruh dia bersembunyi di loteng, selama drama pengejaran balon udara ini disiarkan dan menyedot perhatian sekian banyak pemirsa di seluruh Amerika…. Dan ternyata pasangan orang tua itu adalah pasangan yang sangat kepingin untuk bisa punya reality show sendiri ! bahkan konon katanya mereka berdua bertemu di kelas akting….

Hehehehe, bisa juga ya kadal dikadalin ? Media sebagai pencipta reality show, ternyata bisa juga ditipu ala reality show juga…. Sebagian pengamat mengatakan bahwa ini adalah sebagai akibat dari nafsu dari media sendiri untuk mengejar posisi yang paling cepat, sehingga mengabaikan sisi kehati-hatian, apalagi ini adalah berita yang bisa menguras emosi dan perhatian penonton, maunya yang paling depan dooooong. Jadinya ya gitu deeeeeeeh…… dah ngejar-ngejar balon mpe berhari-hari, ternyata…

Dalam masalah kehati-hatian yang diabaikan, aku jadi inget tentang ‘drama’ penangkapan teroris di Temanggung. Entah darimana asal beritanya, judul yang disiarkan kemana-mana oleh semua stasiun tv swasta adalah : Noordin M Top tertembak mati. Bahkan semakin didramatisir dengan penayangan gambar buron teroris tersebut yang dicoret silang dengan garis merah ! Berkali-kali nongol di tipi tuh gambarnya. Wuiiiih…. serrrruuuuuuu….. Pokok’e Noordin sudah tertembak mati di Temanggung deh ! yakiiiiiiiiin !!

Tapi kemudian ternyata yang tertembak di Temanggung itu adalah Ibrahim, yang juga buronan Densus 88, tapi jelas bukan Noordin ! Lha kemaren-kemarin yang koar-koar itu Noordin siapa ya ? Perasaan polisi juga gak ngomong apa-apa tuh sebelumnya ? Siapa hayo ? Tetangga sebelah kali ya ? ato tukang sayur yang lewat ya ?

Mengejar aktualitas boleh lah, bahkan harus… tapi mbok yao tetep hati-hati. Jangan cuma ngejar seru-seruannya aja…. eits, tapi bukankah kita sendiri adalah masyarakat seru-seruan ?! heboh duluan tanya belakangan ? hihihihihi….. jadi malu…..

Iklan

39 thoughts on “yang penting heboh

  1. Benar Bu..dan yg kasian adalah pemirsa..terutama pemirsa yg ga mo cek krecek kebenarannya. Jadi penyebar gosip gr2 salah info..(sulit lho bu meluruskan pandangan orang yg udah termakan berita salah)Herannya tv kok sulit skali belajar dari pengalaman.

  2. mereka menjual sensasi bukan berita wong pak polisi aj belum berani memastikan para wartawan udah memastikan dia noordin wakaka dasar dasarini neh kalo berita udah didasarkan pad kepentingan sensasi jadi mereka tidak mengejar kebenaran huh

  3. Kalau beritanya terkonfirmasi betul, minimal bisa membusungkan dada, ini lho kami yang memberitakannya paling awal, paling lengkap, atau ‘dari sisi lain yang tidak terpikirkan media lain’.Kalau beritanya ternyata keliru, jarang yang sampai rela minta maaf karena telah menyiarkan sesuatu yang tidak benar… ralat pun dianggap cukup dengan menyiarkan berita berikutnya yang dibumbui dengan ‘ternyata’…

  4. axhu said: apa berita sudah jadi gosip ya Mbak Pingkan?belum jelas sudah disebarluaskan.

    itulah Mar…nggak jelas lagi mana berita akurat, mana kabar angin, mana rekayasa…. refffooooot…. yang dijual sensasi sih…. 😦

  5. niwanda said: Kalau beritanya ternyata keliru, jarang yang sampai rela minta maaf karena telah menyiarkan sesuatu yang tidak benar… ralat pun dianggap cukup dengan menyiarkan berita berikutnya yang dibumbui dengan ‘ternyata’…

    mana ada yang mo minta maaf Leil, ngomong ‘ternyata’ aja kadang enggak… dianggepnya penonton tu bego semua kali, mau aja nelan mentah-mentah, mo sekarang dibilang A besok B, mo bener mo salah….

  6. bundananda said: Bahkan baju merah bu Ani SBY saat pelantikan aja dijadikan berita yg mengundang sensasi.Skrg berita2 disajikan kyk infotainment.

    xixixixi….. bener-bener deh…. kadang kalau denger yang beginian jadinya malah malu sendiri…. kebangetan noraknya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s