Impor, mahal, keren….

Seorang teman mengeluhkan tentang biaya pasang kawat gigi anaknya yang mencapai angka jet-jeti. Bisa dilihat sih, kalau memang putri-nya itu memerlukan kawat gigi yang jeti-jeti itu. Yang jadi urusan di otakku yang suka sok tau ini adalah, oooh pantesan kemarin2 kawat gigi sempet jadi trend, mahal je... Lha iya to, belum lama ini kok perasaan tu kawat gigi jadi semacam mode, nggak yang tua, nggak yang muda, pasang kawat di giginya. Penampakannya pun sudah semakin cantik, nggak lagi macam pager kawat brc, sudah ada pemanis warna-warninya…. Lha kalau memang harus pakai ya ndak masalah sih, tapi kalau hanya karena pengin ngikutin mode ? Pengin bikin pengumunan, nih lho… gue mampu pasang kawat gigi yang jeti-jeti…. duuuuuuuh…..

Di dunia yang semakin tersihir pesona konsumerisme ini, kok rasa-rasanya kata mahal adalah kata kunci yang kudu dijadikan patokan. Contoh paling gres, lihat saja fenomena bb. Lepas dari fungsinya, ada saja orang yang menempatkan bb lebih sebagai simbol status daripada memaksimalkan manfaatnya. Lha wong mahal je…. kan jadi kliatan keren kalo kemana-mana nenteng bb, kalau perlu bb wannabe juga gpp, kan dari jauh gak kliatan bedanya….

Benarkan mahal = keren ? Jadi inget sesorang di mp yang cerita tentang jualannya yang diragukan karena harganya murah, begitu harga dinaikan, jreeeeng laku bak kacang goreng deh…. heheheh. Padahal sih barangnya ya itu-itu saja. Aneh tapi nyata ya ? Barang impor sih… Tapi apakah itu artinya impor = mahal = keren ? Pernah nemu baju di Mangga Dua, bandrol lima ratus rebu untuk sepotong blus buatku sih lumayan…. lumayan mahal maksudnya… trus kata si penjual kan impor kak ( seneng deh kalau belanja dipanggil kakak, bukannya ibuk…. wkwkwkwk, dasar dodol ndak mau dibilang dah tuwek ).

Oooooh…. impor ya ? kataku sok manggut-manggut, ta’ tilik’i, aku periksa tu baju… halaaaaaaaah…. jaitannya ada yang overlap, njekitet alias ketumpuk dikit di bagian pinggang. Lha ini sih kebangetan untuk blus yang harganya segituuuuu… masio, walaupun, biar kata improooooooot juga.

Memang ada juga sih, barang-barang impor yang memang menjual mutu. Tapi sebaliknya ada juga yang menjadikan kata kunci kan impoooooor hanya untuk menarik keuntungan sebesar-besarnya, mutu urusan belakangan… mumpung masih banyak orang Indonesia yang percaya kalau impor = mahal = kereeeeeen…… *ra melu2 ah... nggak ikutan aaaah*

Iklan

38 thoughts on “Impor, mahal, keren….

  1. pdh katane pasang kawat gigi itu tersiksa yo bu… tp emang ada orang2 yg suka menyiksa diri cuma buat julukan ‘keren’ *pdh ng kene keren=kethek rentengan πŸ˜€ *lha yo kwi bu, import =mahal= keren, padahal blm tentu import = berkualitas πŸ˜€

  2. itulah kenapa Indonesia masih tertinggal dari tetangga sebelah, karena salah satu penyebabnya adalah masih menempatkan gengsi diatas segalanya, padahal belum tentu produk kita lebih jelek dan tidak mustahil itu produk bikinan Ina yang di brand ala sono, PRIHATINaku yo ra melok2 mending neng pasar tradisional ae nek golek kebutuhan, iso nawar meneh he..he..

  3. niwanda said: Tapi alasan beberapa bahan pokok diimpor apa coba, karena lebih murah daripada hasil petani negeri sendiri kan? Kasihan petani kita….

    Banjir produk impor -terutama dari Cina-, dari bahan pokok sampai produk jadi ( bahkan kain batik dari Cina juga ada lho… ), bener2 membuat industri kita kelimpungan…. :((

  4. kangdul said: masyarakat Indonesia yang terkenal sebagai one of the biggest spendors in the world

    denger-denger bakul alias tukang jualan yang di cina, singapur sampai eropa sono seneng banget kalo dapet kunjungan pembeli dari indonesia…. terkenal borosnya…. 😦

  5. arumbarmadisatrio said: lumayan to bisa buat warisan…..daripada mati malah nggak ninggalin warisan…hayyyyahhhh

    warisan cap teroris ? warisan diuber densus 88 ? halaaaah….. *ning jare Putri densus 88 anggotane ganteng2 lho…. xixixxii *

  6. laaah..di bandung kemarin itu, ke pasar baru.. entah berapa buah bus ngedrop penumpang yg isinya turis malaysia.. mereka rombongan sirkus ke sini aja nyerbunya pasar baru..orang kita yg sok gaya2, rombongan lenong nyerbunya mall2 besar di KL.. yg pinter yg mana hayooo?

  7. kalau memang perlu dipageri ya dipageri ae jeng….. xixixixi…tapi siapa tahu kalau duitnya dipakai buat usaha, tu duit bisa nambah buanyaaaaaak ya ? bisa buat magerin gigi orang sak kampung…. wkwkwkwkwkwkwk…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s