Jangan Jangan Samakan….

Selain gegap gempita ( atau carut-marut nih ? ) urusan pilpres, belakangan ini yang banyak diberitakan adalah kasus prita vs rs omni dan manohara vs kelantan. Dua yang belakangan ini aku lihat cenderung menggunakan pendekatan melodrama dalam pemberitaan-nya. Ndak salah sih, wong pada kenyataannya masyarakat emang demen ma melodrama…. Tapi aku merasa kadang-kadang melodrama mania ini bisa menggeser substansi sebenarnya dari masalah ini ( wuixixixixi…. kalimate pengamat pulitik nih ).

Soal manohara the drama queen…. halaaaaah… habis-habisan deh…. jadi males ngomonginnya. Sedangkan soal prita vs omni, duuuuh… ribet juga nih jadinya. Sodara-sodara tentu sudah tau to awal masalahnya ? Bu Prita merasa tidak puas atas pelayanan kesehatan di rs omni, mengirim email menceritakan ketidak puasannya, email menyebar, omni kebakaran jenggot, Prita masuk penjara…..

Tapi selanjutnya ketika berita menyebar ( jaman nginternet gitu lhooo ……), tiba-tiba angin berbalik arah ! Dan pada saat ini, saat postingan ini ditulis, posisi omni ada dibawah ribuan ( atau bahkan mungkin jutaan ) kutukan dan caci maki orang-orang se indonesia raya ini dibawah judul : RS Omni mengirim ke penjara ibu dua anak yg salah satunya masih menyusui. Apakah kita harus merasa prihatin dengan kondisi Prita tersebut ? ya jelas harus ! sisi manusiawi bagaimanapun juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Apa salahnya mempertimbangkan posisi Prita sebagai ibu dalam penanganan masalah hukumnya ? Toh proses hukum juga masih bisa terus berlanjut.

Kalau boleh melihat agak kebelakang, yang aku lihat adalah Prita menuduh omni ( tentu juga dokter2 yang menanganinya ) menipu. Tuduhan yang berat bukan ? Terlepas omni nipu atau enggak, siapa sih yang mau dicap penipu ? tukang tipu aja nggak mau dibilang penipu je….. Mungkin kejadiannya akan lain kalau Prita memilih kata-kata lain, kata-kata yang tidak seberat cap penipu. Dilain pihak, omni juga jadi lebay-sulebay dengan mengkriminalisasikan mantan pasiennya sendiri dengan mengajukan tuntutan pidana plus perdata. Makin parah lagi dengan dimasukkannya UU ITE yang ancaman hukumannya membuat Prita harus masuk penjara ( yang disinyalir ada unsur ‘pesanan’-nya ).

Yang sangat aku sedihkan dari peristiwa ini adalah, kecenderungan generalisasi oleh masyarakat menghadapi kasus ini, dengan profesi dokter sebagai pihak yang pantas disudutkan. Memang tidak bisa dipungkiri ada dokter-dokter yang profit oriented dan memandang pasien sebagi tambang uang, cocok dan klop dengan rs-rs yang juga profit oriented semata. Tapi banyak juga dokter-dokter yang baik dan penuh pengabdian sesuai dengan sumpah dokternya.

Kejelekan / kejahatan mungkin memang lebih mudah diingat ( dan juga harus mendapat ganjarannya ), tapi jangan sampai mengaburkan kebaikan-kebaikan yang juga ada…. ( ada yang masih ingat nama dokter yang gugur di Papua beberapa waktu yang lalu ? tanpa googling tentu saja….. )

Well… pesan moral dari peristiwa ini adalah hati-hati memilih kata ( untuk bu Prita ). Tidak ada yang salah dengan kebebasan berbicara dengan tetap menimbang keberadaan orang lain. Dan hati-hati mengambil langkah ( untuk rs Omni ), jangan mentang-mentang merasa lebih kuat, pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak ada gunanya……

peace ah !!

Iklan

68 thoughts on “Jangan Jangan Samakan….

  1. eh iya barusan tadi pagi di stasiun tv swasta juga menayangkan tentang kelalaian lagi RS OMNI. katanya RS tsb lalai karena 2 anak kembar lahir prematur yang satu normal satu lagi mengalami kebutaan wah wah gmn tuh …trus dokter sapa gt lupa namanya berkata ” jangan percaya dengan embel embel internasional krn itu lebih buruk pelayanannya”hehehehheheheheheh.aku juga takut hahahhahahahhaah tapi kali aku kan mengutip bukan mengeluh hehehhehehehehhe

  2. elok46 said: katanya RS tsb lalai karena 2 anak kembar lahir prematur yang satu normal satu lagi mengalami kebutaan wah wah gmn tuh …trus dokter sapa gt lupa namanya berkata

    masya Allah………….:((

  3. pingkanrizkiarto said: tuduhan : ikut menyebarluaskanhayo gimanaaaaaaaaaaaaaaa ?!! wkwkwkwkw…..

    bukan bermaksud menyebarluaskan kokkan nggak ada maksud lah ya udah di delete aja lahaman wakakakakakakakakakakakkaaku emoh keno perkoro

  4. pingkanrizkiarto said: tenang jeng…. ini antara kita saja…. wong sak multiply-raya anggep ae ra weruh…. sip !!

    lah dianggep ora weruh mengko enek seng ngomong ” heh ojo ngomong sopo sopo yao “lha iku seng nyebar sak ndunyo wakakakakakakak

  5. pingkanrizkiarto said: waduh, kesalahan bukan pada pesawat televisi anda nih…..

    OWWWWWW TUHAN ampuni hamba dan orang orang ini wakakakakakakakkakawah emoh aku mengko aku nangis lho yo

  6. elysiarizqy said: sepakat, walau nyatanya benar kalau pengungkapannya salah ya gini jadinya

    betul mas….. bijak memilih kata-kata… Walaupun kalau dilihat kondisi bu Prita sebagai orang yang sedang sakit, pasti lebih gampang emosi…

  7. buneyasmin said: pesan moral lagi: hati-hati hidup di Indonesia, salah atau benar bukan jaminan benar di mata hukum. curhat lewat email pun bisa dipenjarakan sama jaksa bego.

    BETUL SEBENARNYA ELOK ADA PENGALAMAN NGGAK ENAK MA JAKSA TAPI TAKUT AH NTAR ELOK DIPROSES WAKAKAKAKAKKAKAKAKAK TRUS KLO ADA YANG PGN PESAN KARTU GIMANAKLO TUKANG BAKSO SEBELAH MINTA BANTUAN GMN ????ELOK MAH MIKIRNYA PANJAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG

  8. pesan moral lainnya: hati2 jadi orang miskin dan gak punya koneksi, bisa masuk penjara… jadilah selebritis yg bisa menguasai media supaya bisa mempengaruhi massa ๐Ÿ˜€

  9. kaptenpanda said: lha nek JK nyuruh prita dibebasken dari ‘jail’, kui dipolitisir rak Bulik?? kan nyuruhnya gitu pas jaman angetยฒ kampanye gini gitu lohhh??

    aisss….ra sah ngomong pulitik, neng pulitik opo ae iso digawe….Soal Prita akhirnya bebas ya Alhamdulillah…. soal ada yang merasa jadi pahlawan ya silahkeeeen…. hari gini orang juga gak bodo-bodo amat kan…. ambil untungnya aja…. kayak spanduk yang aku baca kemarin di jalan : ambil duitnya, jangan pilih orangnya…… xixixixi…

  10. niwanda said: Apalagi kalau ada bukti tertulis kayak e-mail…

    denger-denger sekarang ini pengacaranya omni lagi berusaha memunculkan topik 2 versi email, mbuh nggak tau maksud dan arahnya mau kemana…..

  11. pingkanrizkiarto said: pesan moral dari peristiwa ini adalah hati-hati memilih kata ( untuk bu Prita ). Tidak ada yang salah dengan kebebasan berbicara dengan tetap menimbang keberadaan orang lain. Dan hati-hati mengambil langkah ( untuk rs Omni ), jangan mentang-mentang merasa lebih kuat, pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak ada gunanya……

    Mbak Pingkan, saya suka sekali pesan mbak di sini. Kemarin pas saya telpon mama di Indonesia, kami sempat ngobrol ttg kasus tsb. Saya bilang ke ibu saya, masing2 pihak pasti ada benarnya, ada juga salahnya. Yang semestinya ada itu pihak yg tidak berpihak sehingga bisa membantu menjernihkan masalah. Yang terjadi malah seakan2 duit berbicara (lagi). Dan aparat hukum yang seyogyanya melindungi masyarakat lebih dahulu, lebih memilih keuntungan dari pihak swasta. Untuk kita jadikan pegangan dan pengalaman ke depan. Sebaiknya kalau mengungkapkan sesuatu, pikir panjang dulu, atur kata demi kata yang sesuai. Jangan cuma menuduh dengan seenak dengkulnya tanpa berpikir dampaknya nanti.

  12. terima kasih Dian…. memang rasa-rasanya permasalahan ini sudah jadi melebar kemana-mana dan malah memunculkan polarisasi si lemah melawan si kuat. Semoga saja semua yang terkait dalam permasalahan ini bisa mengambil langkah bijak… Karena saat ini bisa dibilang Kalah jadi abu, menang jadi arang….. Prita bagaimanapun juga sudah merasakan pahitnya sel penjara selama tiga pekan, sedangkan rs omni hancur lebur reputasinya….

  13. aku nanggapi yg kasus Prita aja ah.. yg Manohara .. maless. sebab itu siih awalnya salahnya dewek terutama ibunya selaku ortu yg madut…—–Kasus Prita siih menurut aku wajar aja ya.. tooh dia nulis email tsb awalnya cuma sbg curhat pribadinya dia saja di milis yg dia ikuti dan ke beberapa kerabatnya… sejauh yg aku tangkap nggak ada tuuh tuduhan apalgi tulisan penipuan.. wong dia cuman menanyakan hasil lab awalnya saja kok.. kenapa juga RS Omni nggak bisa kasih tahu hasil lab awalnya dah malah suntik sana suntik sini pasang infus sana sini sampai pasien bengkak… nggak profesional buanget tuuh dokter maupun mangementnya…. pokoknya teteup dukung Prita..!

  14. boleh komen kan….*sekarang takut komen*manohara……ya biarlah…..tapi lumayan jadi ada hiburan di tivi, masak suruh nonton sponge bob teruskasus Prita…..maaf ya, bukannya aku nggak ngedukung, tapi proporsional aja. Kalo dari tagnya yang di tulis penipuan….jelas pihak yang dituduh akan marah dan mengambil sikap seperti yang dituduhkan oleh Prita.dari UU ITE, heran kenapa yang menyebarkan email nggak kena. bukankah justru yang pencemaran nama baik *menurut OMNI* terjadi karena email Prita yang sebetulnya ranah private berubah menjadi ranah publik ketika temen2nya menyebarkan email itu????Aku setuju, jangan generalisasi dokter atau rumah sakit semuanya begitu. ketika dokter atau rs dicap malpraktek….kenapa semua orang berteriak. Ketika dukun malpraktek…..kok ya nrimo ajaSekedar mengingatkan….ketika kit amasuk rs kemudian akan di opname…..dalam file kita sudah ada lembar persetujuan. berarti kita dah siap mau diapa-apain…..samalah kaya di Mp….foto2 or apa aja yang sudah di posting kan ada juga ketentuannya. Kadang kita sebagai pasien nggak aware dengan yang begini2. Ketika kita jadi pasien, tanyalah sebanyak2nya, karena hak pasien bertanya dan kewajiban dokter untuk menjelaskan. kalo dokternya nggak mau njelasin……jangan kesitu lagi…..he….he….he……karena ada dua kemungkinan….dokternya nggak bisa njawab atau dokternya terlalu sibuk, ngapain juga kita pilih dokter yang sibuk sampai nggak sempet ngomong…….ha…..ha….ha…….*piiiiisssss buat Ts…..introspeksi kita dah servis baik belum ke px*

  15. dewayanie said: sejauh yg aku tangkap nggak ada tuuh tuduhan apalgi tulisan penipuan.. wong dia cuman menanyakan hasil lab awalnya saja kok..

    sebenernya aku juga masih penasaran apakah judul surat itu, yang menyebutkan kaliamat “Penipuan” asli dari Prita atau dari perkembangan selanjutnya, demikian juga kalimat hati-hati terhadap dokter H ( disurat yang aku baca disebut lengkap, tanpa inisial ) itu, apakah kalimat Prita atau tambahan dari orang yang tidak bertanggung jawab…. Juga kalimat “PEMBOHONG BESAR” itu. Kenyataannya bohong atau tidak bohong, kalimat itu mengandung tuduhan yang harus dibuktikan, karena sudah menyangkut hak orang lain juga…. Orang jahat juga (masih) punya hak untuk didengarkan lho mbakyu…. Kita memang pantas dan harus marah atas perlakuan coba-coba yang terjadi di RS omni ( dan rasa-rasanya nggak cuma di RS omni aja tuh…. hih, syereeeeem ), tapi nggak ada salahnya tetap mencoba melihat lebih jauh, kalau bahasa kerennya cover both side gitu lhooo…. toh pada akhirnya kebenaran juga yang akan terungkap, apalagi dengan kawalan ratusan ribu pendukung cause bebaskan ibu Prita di pesbuk…. sudah join belum ? juga cause Say No to RS Omni Alam Sutera ? seru-seru lho diskusi-nya, dan jelas menambah ilmu kita juga….. join dong…. aku invite ya ?!! Tadinya mo invite dikau begitu aku join, tapi trus inget pesbuk dilarang di kantormu…. xixixixi….. sori, membuka luka lama…..

  16. pendukung cause bebaskan ibu Prita di pesbuk…. sudah join belum ?—- wah diriku dah termasuk awal2x sekali yg join disana… sebelum angka tembus 7.500 orang (target awal..) kalau ndka slah pendukungnya waktu itu baru 5 5b-an…maklum temen2x sma ku maniak semuanya ………. hueheheheh— masih bisa fesbukan kok kalau pulang kantor.. jadi ndak membuka duka lara dong….

  17. arumbarmadisatrio said: kasus Prita…..maaf ya, bukannya aku nggak ngedukung, tapi proporsional aja. Kalo dari tagnya yang di tulis penipuan….jelas pihak yang dituduh akan marah dan mengambil sikap seperti yang dituduhkan oleh Prita.

    marah boleh marah…. tapi jangan buru-buru nuntut dong…. wkwkwkwk… jadinya malah menepuk air di dulang terpercik muka tetangga, eh muka sendiri…. xixixixi….. Kan lebih enak, elegan dan menguntungkan kedua belah pihak kalau bisa diomongkan bareng-bareng gitu lho jeeeeeeng…. hihihihihi…. nge-teh yuuuk ? ( halaaaaah, malah koyok iklaaaaaan…. )

  18. dewayanie said: .maklum temen2x sma ku maniak semuanya ………. hueheheheh— masih bisa fesbukan kok kalau pulang kantor.. jadi ndak membuka duka lara dong….

    hihihihi…. iya deh percayaaaaaaaaa ( percaya kemaniakan-mu juga, xixixi ) …… peace ah !eh udah baca fallacy-nya si Arief Kurniawan ? lucu juga tuh…. xixixixi…. sepertinya dia bikin semacam cause ‘tandingan’ gitu….

  19. Ketika kita jadi pasien, tanyalah sebanyak2nya, karena hak pasien bertanya dan kewajiban dokter untuk menjelaskan. kalo dokternya nggak mau njelasin……jangan kesitu lagi…..he….he….he……karena ada dua kemungkinan….dokternya nggak bisa njawab atau dokternya terlalu sibuk, ngapain juga kita pilih dokter yang sibuk sampai nggak sempet ngomong…….ha…..ha….ha…….*piiiiisssss buat Ts…..introspeksi kita dah servis baik belum ke px*——–sbg catatan.. kata temenku yg istrinya kerja di RS juga….. memang Prita ini termasuk pasien yg istilah mereka tergolong cerewet. jadilah mereka para dokter itu nggak suka atas pertanyaan terlalu detil Prita……… tapi kalau menurut aku.. harusnya kalo nggak suka dicerewetin pasien. ya.. nggak usah jadi dokter.. jadi dukun aja.. gitu. ops….. wink wink

  20. dewayanie said: tapi kalau menurut aku.. harusnya kalo nggak suka dicerewetin pasien. ya.. nggak usah jadi dokter.. jadi dukun aja.. gitu. ops….. wink wink

    xixixixi….. Rum, denger tuh Rum…… wkwkwkwkwkwk…..

  21. makanya mbak….kalo dokternya nggak mau jawab….berarti dia kan nggak tahu kewajibannya.eh tapi *curhat nih*, kadang emang suka sebel ma px yang terlalu “cerewet”, maksud aku…..cerewet yang “nggilani”. Tahunya cuma dikit, begitu dijelasin eh punya versi tandingannya…dalam hati juga sering mikir yang dokter nih aku apa kamu to?? kalo udah ketemu yang model begini akhirnya jadinya GTM alias jawab seperlunya biar px cepet keluar dan terbebaslah kita dari pertanyaan dan sangkalan yang kadang tidak masuk akal.mbak ping….mana kopinya……..*tengak tengok cari kopi, keasyikan ngobrol ma mbak yani*contoh nih….aku pernah punya px, kebetulan dia hamil tapi nggak diketahui. ketahuannya pas udah 3 bulan (kebetulan ma dokter lain ya). selam 3 bulan itu dia di MRI dan Rontgen karena emang sedang dalam pemeriksaan untuk penyakitnya yang lain. Setelah googling sana-sini….akhirnya dia tahulah kalo efek rontgen dan MRi nggak bagus buat bayi dan minta diaborsi aja. Udah dijelasin setengah mati secara kedokteran ehhhhh teorinya lebih hebat dari kita yang belajar 6 tahun jadi dokter……bingung kan

  22. arumbarmadisatrio said: Udah dijelasin setengah mati secara kedokteran ehhhhh teorinya lebih hebat dari kita yang belajar 6 tahun jadi dokter……bingung kan

    gyahahahahaha…… Arum jadi mati gaya deh, kejeniusannya gak dianggep sama pasien….. wkwkwkwk….Yo wis, di GTM-in ae Rum….. daripada benjol…. hihihihihi

  23. pingkanrizkiarto said: gyahahahahaha…… Arum jadi mati gaya deh, kejeniusannya gak dianggep sama pasien….. wkwkwkwk….Yo wis, di GTM-in ae Rum….. daripada benjol…. hihihihihi

    resiko jabatan Rum… tapi kan sesuai hasilnya Rum…………. *senyum dong akh*

  24. dewayanie said: resiko jabatan Rum… tapi kan sesuai hasilnya Rum…………. *senyum dong akh*

    iyo, gak kenal tanggal 19 tanggung bulan to ? siiiiiiiiiiiip !! wkwkwkwkwk…. *sipYan,semuaditanggungArum*

  25. Gini lho mbakyu…. selama ini aku juga sudah membaca berbagai macam versi email dari Prita, Ok-lah tidak ada kata “penipuan” di suratnya, ‘hanya’ sebutan pembohong besar….tapi bukankah subject surat itu jelas2 menyebutkan : Penipuan OMNI Iternational Hospital Alam Sutera Tangerang , sedangkan setahuku ( cmiiw) kalau menulis email, subject dipilih/dibuat oleh penulis surat….. Selanjutnya email menyebar kemana-mana dan dimuat di Detik.com dengan judul sesuai subject yang tertulis di email… yang memuat kata penipuan itu…. gitu lho mbakyu…. terima kasih sekali info-nya, dan nuwun sewu sanget kalau saya keliru…..kasusnya memang sudah lama, dan baru terekspose sekarang… tapi dengan terekspose-nya kasus ini mampu membongkar kebobrokan layanan kesehatan di negeri kita ini….. dan juga Alhamdulillah memberikan efek positif pada bu Prita sehingga tidak ‘sendirian’ dalam melawan kapitalisasi layanan kesehatan…

  26. pingkanrizkiarto said: Gini lho mbakyu…. selama ini aku juga sudah membaca berbagai macam versi email dari Prita, Ok-lah tidak ada kata “penipuan” di suratnya, ‘hanya’ sebutan pembohong besar….tapi bukankah subject surat itu jelas2 menyebutkan : Penipuan OMNI Iternational Hospital Alam Sutera Tangerang , sedangkan setahuku ( cmiiw) kalau menulis email, subject dipilih/dibuat oleh penulis surat….. Selanjutnya email menyebar kemana-mana dan dimuat di Detik.com dengan judul sesuai subject yang tertulis di email… yang memuat kata penipuan itu…. gitu lho mbakyu…. terima kasih sekali info-nya, dan nuwun sewu sanget kalau saya keliru…..kasusnya memang sudah lama, dan baru terekspose sekarang… tapi dengan terekspose-nya kasus ini mampu membongkar kebobrokan layanan kesehatan di negeri kita ini….. dan juga Alhamdulillah memberikan efek positif pada bu Prita sehingga tidak ‘sendirian’ dalam melawan kapitalisasi layanan kesehatan…

    hahahah…. maklum. kalo aku membaca jarang atau mengabaikan Subjek… sing penting isinya……. walah….satu lagi dampaknya.. Prita sekarang jadi seleb loh…:(wong lagi jalan2x sama anaknya aja langsung disut… xixixixix

  27. pingkanrizkiarto said: tenang….dompet yang penting juga isinya kok mbakyu…. wakakakakaka… *ningpokok’etanggal19nantibiardompetArumyangbicara*

    untungnya dompetku lagi sariawan….nggak bis angomong….*duuuuuh senangnya…..*tidak sabar lagi menanti traktiran mbak yani dan mbak pingkan……seleb balongan mau datang……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s