Cara pandang….

Mulai dari mana ini ? heheheh…. urusan yang satu ini memang sempet bikin aku termenung lama.Yang jelas aku seperti baru tersadar, kayak baru digaplok….terang benderang di depan mata bagaimana cara pandang bisa membawa perbedaan yang sangat besar pula dalam hidup. Sebenernya sih, secara normatif ya sudah taulah… cara berpikir positif, hikmah… Ya begitulah, walaupun kalau ditanya prakteknya ya masih senyum-senyum kecyuuut…. heheheh.

Ceritanya dua hari yang lalu, aku ngobrol ma temen2, diantaranya ada itu tuh, si B yang pernah aku ceritain di Kasiah Deh Gue... yang punya adik dengan kebutuhan khusus. Pagi itu abis sarapan, sambil nunggu perintah dari komandan, kami ngobrol ngalor-ngidul berempat. Sampai pada topik kisah ortu kami masing-masing.

Si B ini bercerita tentang ayahnya yang hanya prajurit rendahan, harus membiayai 3 orang anak. Salah satunya adalah anak dengan kebutuhan khusus, yang harus terus berobat yang otomastis makan banyak, sangat banyak biaya… sehingga akhirnya sawah yang diperoleh ayahnya dari hasil warisan kakek si B ini habis terjual, padahal tu sawah luasnya juga gak sedikit…..Sedih ? Pilihan cara pandangnya adalah :

1. Bapaknya punya banyak sawah hasil warisan,
tapi sialnya habis untuk berobat adiknya

2. Bapaknya punya banyak sawah hasil warisan,
jadi Alhamdulillah bisa untuk berobat adiknya

Idealnya sih memang anak sehat semua, warisan utuh terjaga…. tapi bukankah hidup manusia punya tikungan, tanjakan dan juga jurang yang harus dihadapi dan dijalani, tinggal bagaimana kita memilih cara pandang kita atas semua kejadian yang menimpa kita.

Dua contoh pilihan diatas kondisi akhirnya sama, warisan habis untuk berobat, tapi pilihan pertama akan membuat kita merasa sebagai orang yang paling sial sedunia… sedangkan pilihan kedua akan menempatkan kita sebagi orang yang pandai bersyukur….

Pilihan si B ? pilih yang kedua doooong…. temen gue gitu lhoooo ….:D

Iklan

34 thoughts on “Cara pandang….

  1. ada 3 cara pandang kalau mengambil contoh gelas yang terisi separuh…half empty, setengah kosong…half full, setengah penuhdan yang terakhir adalah, memang hanya akan di isi sebanyak itu :)kalau saya, saya akan berpikir gini mbak, warisan itu memang untuk biaya pengobatan, jadi memang itu rejeki berobatnya si adik πŸ™‚ Tuhan kan memang tidak akan melimpahkan sesuatu tanpa jalan keluar dan hikmah di balik itu semua πŸ™‚

  2. pilih yang B, mungkin karena tau bakal ada situasi seperti ini, jadi bapaknya temen mu di kasih warisan ama bapaknya jg.., kalo enggak mungkin ada bakal ada warisan hehhehe

  3. chrissylah said: mungkin karena tau bakal ada situasi seperti ini, jadi bapaknya temen mu di kasih warisan ama bapaknya jg.., kalo enggak mungkin ada bakal ada warisan hehhehe

    xixixi…. memangnya trah alias turunan juru ramal, bisa tau sebelum terjadi…..:D

  4. Pingkan, kalau boleh pilih, aku pilih warisan utuh anak gak sakit…..Ada warisan yang gak ada habisnya, cuma sayang masih banyak yang tak mau memilihnya……..warisan kerajaan surgawi……gitu kata pro diakonku kemarin…..Berkag Dalem,,,,,

  5. Idealnya sih memang anak sehat semua, warisan utuh terjaga.. aku juga pilih yg ini…. tapi siapa yg bisa menduga ya….?Aku juga punya sedikit cerita niih tentang ortu dan warisannya…. Begitu almarhum papiku meninggal….. satu per satu orang2x yg bekerja sama dengannya lari meninggalkan kami alias kaburr.. hiks……… loh kok malah curhat ya jeng….:(

  6. giehart said: Ada warisan yang gak ada habisnya, cuma sayang masih banyak yang tak mau memilihnya……..warisan kerajaan surgawi……

    ‘keindahan’ yang ada di dunia, memang sangat bisa melenakan, membuat orang lupa pada keindahan yang sejati, yang sebenarnya… terima kasih sudah mampir…^_^

  7. Thanks ya bu, buat kisahnya. Betul sekali, tentang dampak cara pandang bagi hidup kita (halah….,) yang ingin aku bilang sebetulnya begini; kalau kita berpikir akan mati besok, maka kita sudah mati hari ini……tapi kalau kita berpikir akan hidup dua atau tiga kali umur kita sekarang, maka seberat apapun sakit, kita melewati hari dengan gembira….

  8. pingkanrizkiarto said: tapi rasa-rasanya dikau lulus mengatasi semua ‘ujian’ hidup dengan sangat baik mbakyu… subhanallah…

    wah Alhamdulillah ya jeng.. soalnya ada mertua yang baik dan mau mengerti… hehhehhe. jadi tambah cinta deh sama anaknya. loh..?!?!xixixixix

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s