Menjelang 40

Buktikan bahwa kau ada….
Kalimat dari blog seorang teman, ditambah sedikit renungannya. Rasa-rasanya kalimat itu juga mulai sering menggedor ( hansip kaleeee ) ruang batinku. Selanjutnya terpikir, apa ini ada hubungannya dengan masalah umur ? Umur ? waduh, bahasan sensitip….xixixi… tapi rasa-rasanya wajar saja, pertanyaan itu muncul di usiaku saat ini.

Saat masih di usia anak-anak, bisa dibilang dunia menjadi milik kita. Kalau orang jawa bilang saat kemraja-raja, alias berasa jadi raja. Apa saja titahnya kudu diturutin, apa saja maunya harus disedia-in. Lalu saat beranjak remaja, kita belajar menerima bahwa dunia bukan milik kita, dan berusaha setengah mati agar dunia memiliki kita.

Kalo dunia sedang bersabda bahwa rok mini paling oke, ya kudu ikutan dooong, daripada dicap sebagai makhluk asing dari planet sebelah… harus ber-rok mini juga, walopun betis mlembung macam buah nangka mateng di pohon….( heh ? ini pengalaman pribadi bukan ya ? ). Kalo mbesoknya dunia ganti bilang celana sedengkul paling oke.. ya ikutan juga duoong… ( wedew, jangan dibayangin deh…).

Umur masuk kepala 2 alias umur 20-an, sibuk dengan segala usaha untuk memastikan jalan kita kedepan, sibuk dengan segala angan, rencana dan juga impian. Kepala 3 seharusnya jalan sudah mulai nampak jelas… Halaaaaaaaah, kok malah jadi kayak omongane konsultan karier sih….

Wis pokok’e, at the end of 30, on the way 40 ( iyoooo, itu sayaaaaaaa !! ), pertanyaan apa yang sudah keperbuat mulai muncul dan menggedor hati ini -ada pilihan kata lain gak sih ? tiap nemu kata menggedor kok yang diinget hansip razia ktp di kos-kosan-

Kalau yang Alhamdulillah, keparingan berkah urip sesuai dengan impian dan angan-angan-nya, bahkan dilebihkan, diluwih-luwihkan sama Gusti Allah, mungkin akan dengan nyamannya berkata INILAH AKU… tapi untuk beberapa manusia yang kebetulan ( masih percaya ada ‘kebetulan’ di muka bumi ini ? ) terseok-seok, tersandung-sandung bahkan mungkin terjerembab ? beraaaaaaaaaat…. umur sudah segitu je. Angka di argometer sudah tinggi tapi berasanya cuma muter-muter disitu-situ aja, kalau nggak mau dibilang jalan di tempat.

Belom lagi urusan merasa ‘salah jalan’. Lalu mulai berandai-andai, wah, coba dulu aku jadi belajar di SusanBudiharjo, pasti sekarang dah punya Pingkan Modiste -nama usulan dari kaptenpanda jan memang nggak keren, rumah mode Pingkan gitu lho….-, kerja di rumah sambil angon anak, ndak perlu byayakan tiap pagi menempuh perjalanan Bekasi-Rawamangun….. andai begini, coba begitu…..Weeeessss, bener-bener penyakit manusia. Padahal tahu lho, kalau Rasulullah pernah bersabda bahwa berandai-andai tu melemahkan iman….

Tapiiii…. kok ya pertanyaan tentang eksistensi itu terus saja mengejar, deretan perandaian masih saja pecicilan nggak sopan mengganggu stabilitas hati, Astagfirullahaladzim…..Mbok ya jangan berandai-andai tentang sesuatu yang sudah lewat. Syukuri apa yang ada hari ini, dan bersiap untuk esok hari…. ( wuiiiih, kalimatku rek !! ). Dan dieling-eling, satu pembuktian yang paling penting adalah pembuktianmu pada Gusti Allah. Bahwa tugasmu untuk illa liya’budun, untuk beribadah padaNya sudah kamu laksanakan…. ( sudah belum yaaaa ? hiks…. )

Iklan

46 thoughts on “Menjelang 40

  1. 40??????10 tahun lagi…….*sambil ngece mbak pingkan*wah kalo dah 40 kayaknya hidup dah aman damai ya……anak dah gede, suami dah mapan, tinggal nunggu ada yang nglamar anak wedhoknya…..halah berkhayalnya terlalu berlebihan

  2. salimdarmadi said: TFS Bun… Keingetan kalo umurku udah lebih dari seperempat abad, dan statusku masih jojoba… (qeqeq… kaya’ konsultasi jodoh) ๐Ÿ™‚

    jojoba niih yee……….

  3. lha ya itu Leil, kadang ada pemikiran bahwa kalau yang ditekuni bukan yang diinginkan, yang dirasain bukan eksis-nya tapi sekedar menjalani aja, sekedar menggugurkan kewajiban, kasarnya sekedar buat cari hidup….

  4. pingkanrizkiarto said: Pingkan Modiste -nama usulan dari kaptenpanda jan memang nggak keren, rumah mode Pingkan gitu lho..

    lha timbang Pingkan Tailor po TB Pingkan (dudu Toko Bangunan loh, tapi Tambal Ban) wahhh, ini sih namanya sindrom Post 30 Bulik. Justru 40 itu kan biasanya angka dimulainya kejayaan?? 20 : merencanakan, 30 : pelaksanaan dan sekaligus kerja rodi, 40 : awal kejayaan, 50 : dan seterusnya tinggal menikmati. Lha wes bathi 3 krucilยฒ ngono barang koq. Tinggal menikmati polah tingkah putra putrinya

  5. ibunyamaiza said: saya menangkap ada keresahan di hatimu….hehehe *peramal mode on*

    wkwkwkwk….. goro-goro moco blog sebelah, plus mo ada reuni-an taun ini…. xixixixi….. payah deh, jadi orang yang pandai bersyukur kok abot men….:)

  6. tazloverz said: Life begin at 40Gak salah setiap orang yang mau masuk club 40 berada di persimpangan jalanItu juga katanya..

    I didn’t find it any difference after I reached 40 years of age. ๐Ÿ™‚

  7. pingkanrizkiarto said: lhooo, wingi ngendikane wis arep 80…mbok jangan suka merendah gitu to eyaaaaang……

    lha meniko sampun kulo cet malih rekmane…kajenge ketingal taksih timuuurrr…hiks..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s