Kenapa tidak ?

Sebagai makhluk yang bernama manusia, kita hidup tidak lepas dari jejaring yang namanya
keluarga. Dari yang disebut dengan kelurga inti, bapak-ibu-kakak-adik, sampai lingkaran luar
bude-pakde, bulik-paklik, sepupu dan juga rombongan keponakan, ditambah lagi keluarga ‘bawaan’ pasangan saat kita menikah, wong kata orang menikah itu kan bukan hanya menyatukan dua manusia, tapi juga menyatukan dua keluarga (besar). Jadilah jejaring keluarga besar kita makin lebar dan luas.

Tapi jejaring keluarga besar kadang juga membawa permasalahan tersendiri. Seperti beberapa waktu yang lalu, salah satu Bude tertimpa musibah, salah satu cucunya harus dioperasi, dan jelas memang membutuhkan bantuan finansial yang tidak sedikit,karena orangtua si cucu alias putra bude itu termasuk kurang berhasil hidupnya. Kasarnya beliau perlu utangan. Ya Alhamdulillah kami ada sedikit kelebihan rezki sehingga bisa sedikit membantu, walaupun tidak menyelesaikan semua permasalah beliau.

Ini bukan cerita pamer lho (apa yang mo dipamerin tooo, ha wong itu duit juga bukan duik-ku lho… xixixi, pinjeman juga dari gusti Allah kok…), tapi komentar sana-sini dari jaringan keluarga besar yang membuatku berpikir. Dari yang “jangan diharap balik deh tu duit”, sampai “lho kan ada anak-anaknya yang lain, mereka juga gak miskin kok”…..

Hhmmmmm, masalah duit gak balik ? yaaaah… lebih seneng kalau bisa balik sih, tapi kalau sudah diniatin membantu ya piye maneh, wong dilihat dari kacamata manapun beliau memang sangat perlu bantuan ( kalo ada yang mo minjem duit buat bli tipi plasma yo pamit mawon kita… heheheh).

Tapi masalah anak-anak beliau yang lain,yang sepertinya tidak mau membantu….Lha ya itu salah mereka sendiri duooooong…. mereka rugi sendirilaaaah… wong miturut ilmunya ibuku, dengan menolong orang lain, berarti kita menolong diri kita sendiri.Untung kan ?

Kalau ada orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan, bukankan MAMPU dan MAU mengulurkan pertolongan pada orang tersebut akan menjadikan kita orang yang beruntung ? menambah catatan amal kita. Masalah orang lain mampu tapi tidak mau menolong ya nggak usah dipikirin-lah, biar itu jadi kerugian mereka… bahkan bisa jadi dosa mereka kalau mereka memang ‘sengaja’ mengabaikan orang yang seharusnya menjadi tanggung jawab mereka…

Soal itung-itungan, gunakan matematika gusti Allah, jangan matematika anak sekolahan kita.
Pinjeman balik Alhamdulillah, catatan amal sudah nambah. Lha kalau gak balik, rugi bandar dong…? syeddih juga sih….hehehe, tapi Insya Allah nggak rugi-lah… gusti Allah nggak pernah lupa. Semua kebaikan akan kembali ke kita juga, mungkin nggak sekarang, nggak saat ini… tapi siapa yang tahu sih apa yang ada di depan kita ? Betapa kita ini makhluk yang buta tentang apa yang akan menimpa kita esok hari. Prediksi, ramalan, rencana… ujung-ujungnya tetap Allah yang ketok palu.

Saat ini mungkin orang lain yang perlu pertolongan kita, tapi bisa jadi di saat yang lain kita yang butuh pertolongan orang. Jadi, ayok perbanyak tabungan amal baik kita, siapa tahu tabungan amal baik itu yang akan menolong kita kelak….

Iklan

36 thoughts on “Kenapa tidak ?

  1. pingkanrizkiarto said: Saat ini mungkin orang lain yang perlu pertolongan kita, tapi bisa jadi di saat yang lain kita yang butuh pertolongan orang.

    tull ………… kalo niat baik mah pasti semuanya dikembalikan Gusti Allah dengan berlipat, yaqiinn, banyak buktinya.*saat ini saya sedang membutuhkan pertolonganmu Bulik, aku lagi diawe-awe laptop nang dealer sebelah …xi…xi…xi..

  2. pingkanrizkiarto said: ni bukan cerita pamer lho (apa yang mo dipamerin tooo, ha wong itu duit juga bukan duik-ku lho… xixixi, pinjeman juga dari gusti Allah kok…), tapi komentar sana-sini dari jaringan keluarga besar yang membuatku berpikir. Dari yang “jangan diharap balik deh tu duit”, sampai “lho kan ada anak-anaknya yang lain, mereka juga gak miskin kok”…..Hhmmmmm, masalah duit gak balik ? yaaaah… lebih seneng kalau bisa balik sih, tapi kalau sudah diniatin membantu ya piye maneh, wong dilihat dari kacamata manapun beliau memang sangat perlu bantuan ( kalo ada yang mo minjem duit buat bli tipi plasma yo pamit mawon kita… heheheh).

    Terima kasih ya, mbak Pingkan buat cerita yang sangat indah dan berkesan ini. Semoga Allah SWT berkenan melimpahkan rahmat dan berkahNya kepada mbak Pingkan sekeluarga karena kemurahan hati mbak Pingkan. Saya jadi ingat juga satu cerita kecil – maaf ya, sama seperti mbak Pingkan, niat saya cuma berbagi aja nih – di mana saya meminjamkan uang kepada seseorang yang tidak mampu yang butuh bantuan untuk meningkatkan usaha wiraswastanya, agar ia bisa mencari nafkah yang lebih baik untuk keluarganya. Waktu saya ajak seorang teman saya untuk ikut berpartisipasi kasih pinjam uang, dia tanya, “Kamu pernah gak pengalaman uangnya gak balik?” Jawabanku waktu itu, “Ya ndak apa-apa nggak dikembalikan, saya anggap aja amal. Memang dari mulanya sudah saya relakan kok itu duit untuk digunakan oleh si A meningkatkan usaha warungnya agar ekonomi keluarganya yang memang miskin jadi lebih baik.”Eh, ternyata mbak, alhamduliLlah, selain uang pinjamanku dikembalikan, Gusti Allah SWT tidak kurang-kurangnya mencukupi kebutuhan dapurku. AlhamduliLlahi robbil alamiin sekali! 🙂

  3. pingkanrizkiarto said: wong miturut ilmunya ibuku, dengan menolong orang lain, berarti kita menolong diri kita sendiri.Untung kan ?

    benul sekaleee…..menebar kebaikan…insya allah akan panen nantinya. yg penting ikhlas.

  4. sepasangmatabola said: Eh, ternyata mbak, alhamduliLlah, selain uang pinjamanku dikembalikan, Gusti Allah SWT tidak kurang-kurangnya mencukupi kebutuhan dapurku. AlhamduliLlahi robbil alamiin sekali! 🙂

    Subhanallah !!memang rahmat Allah nggak bertepi ya jeng…..

  5. pingkanrizkiarto said: kalo ada yang mo minjem duit buat bli tipi plasma yo pamit mawon kita… heheheh

    Setujuuu… kita pastilah bisa memilah dan memilih siapa yang memang berhak dan layak dibantu… Lha nek minta bantuan dinggo foya2 yo golek perkoro jenenge…

  6. pingkanrizkiarto said: Soal itung-itungan, gunakan matematika gusti Allah, jangan matematika anak sekolahan kita.Pinjeman balik Alhamdulillah, catatan amal sudah nambah. Lha kalau gak balik, rugi bandar dong…? syeddih juga sih….hehehe, tapi Insya Allah nggak rugi-lah… gusti Allah nggak pernah lupa. Semua kebaikan akan kembali ke kita juga, mungkin nggak sekarang, nggak saat ini… tapi siapa yang tahu sih apa yang ada di depan kita ? Betapa kita ini makhluk yang buta tentang apa yang akan menimpa kita esok hari. Prediksi, ramalan, rencana… ujung-ujungnya tetap Allah yang ketok palu.

    setujuuu….istilahe wong bule “Spend and God will send”…..:) Thanks for sharing mbak..:)

  7. hihihi, merasa seperti diketok palu. kadang sering kasian liat orang2 yang butuh bantuan, apalagi kalo masih ada hubungan sodara.lalu membantu. tapi seringnya kalo pas butuh bantuan entah dalam hal apapun, tapi ga ada yang bantuin, malah maki2 sendiri dan nyesel da bantuin orang itu.padahal sebaiknya ikhlas aja yah… membantu kan bukan ngarep dibalas lagi dilain waktu.thx for sharing ping…

  8. problem yang sama kok Ester, aku juga masih harus terus belajar untuk ikhlas, walopun rasanya beraaaaaaat banget….Ngarepin ‘balesan’ dari manusia -walopun wajar dan logis- memang kadang berujung gedeg, makanya yo wis lah… ya sutralah… ngarepin balesan dari Yang Maha Ingat aja… boleh kan ?! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s