Diomongin dulu yuk…

Baca postingan Dydy kemarin, aku jadi inget, betapa diriku ini juga masih sering ceroboh, kejeblos dalam kubangan prasangka ( weleh…. Kebo kali, main di kubangan ). Eh, bukan berarti daku mendaftar sebagai pengirim aura negative ke Dydy lho… Mboten alias enggak ! Tapi kalau sodara-sodara mau tau salah satu contoh dari sekian banyak kecerobohanku, gini ni ceritanya…. Alkisah pada suatu senja ketika matahari mulai turun ke peraduan…… ais, kok malah jadi kayak kisah 1001 malam to… wis pokok’e pada suatu sore sepulang kerja, sesuai kebiasaan begitu masuk rumah yang kulakukan adalah, cek daftar hadir.

Faiz nomor urut satu, secara si gundul-gundul pacul ini paling heboh dalam urusan menyambut Ibuknya pulang kerja, heboh nunut naik mobil walopun cuma jarak dari pagar masuk garasi. Selanjutnya mbakayune Rahma my one n only princess dan kencono wingko nomor empat alias your highness Fachri Aditya. Hmmm…. Si pembareb kemana ya ? Den baguse Farhan Abdurrahman kemana ? Ini sudah masuk waktu maghrib !

Belum sempat tanya ke orang rumah, terdengar pintu pagar dibuka, mas Farhan baru pulang rupanya….langsung deh interogasi, darimana aja Mas ? Hari gini baru pulang, kalo main inget-inget waktu dong, ibu nggak suka kalo pas ibu pulang kamu belom di rumah… waswiswusweswos waswiswusweswos terus aja ngomel …. Tapi begitu ada jeda, Farhan langsung ngomong -kayaknya sih sambil menahan kesal-, katanya : Bu, les-ku kan pindah waktu, ibu lupa ? kan kemarin aku udah bilang….. Mak syyyuuuuuut gubraksss…… jatuh terjerembab ke lembah kehinaan deh diriku…..malu teramat berat banget. Bukan cuma karena tanda-tanda penyakit degeneratif yang makin kentara adanya, makin tua makin pelupa gitu lho … Juga nampak dengan sangat nyata betapa kejamnya diriku ini, sembarang maen tuduh tanpa dicari dulu sebab musabab bin asal muasal kejadian yang sebenernya…. Astagfirullahaladzim… Maafkan ibu ya naaaaak… Duh, Kalau saja diriku ini bisa lebih sabar, bersedia memberi tempat untuk sebuah penjelasan, kesalah pahaman tidak akan terjadi dan aku akan terhindar dari perilaku jahat wal sadis…. dasar ibuk-ibuk naluri ngomel-nya tinggi -naluri ? alesaaaaaaaaan-

Ah, salah paham….. Dalam urusan yang lebih luas, kesalahpahaman bisa berakibat fatal lho, bisa membahayakan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini…. Bukannya ngawu-awu alias ber-lebay ria, tapi memang begitu-lah adanya. Seperti yang sudah bolak-balik diajarkan dalam pelajaran PMP, PPKN, PKN, Pancasil dan juga Kewiraan ( plus penataran P4 buat manusia produk Orba ), Indonesia adalah tempat keberagaman keyakinan, suku bangsa, bahasa dan juga adat kebiasaan. Kalau tidak bisa saling memberi dan menerima ruang untuk penjelasan dan pengetian bisa berabe kan ?

Karena sesuatu yang berbeda plus tidak diketahui bisa menimbulkan ketakutan, lalu curiga, lalu prasangka, lalu anti-pati, dan lalu-lalu selanjutnya yang bisa jadi akan makin menyeramkan….. belum lagi bahaya campur tangan provokasi, ambil kesempatan, mengail di air keruh. Sungguh sangat membahayakan sendi-sendi berbangsa dan bernegara kita…. Wedew…. Kok malah jadi makin mirip ma kuliah kewiraan nih….

Wis pokok’e yuk hindari prasangka, kalo bisa diomongkan, kenapa tidak diomongkan… komunikesyen, komunikesyen gitu kalo kata para pakar. Jangan kebangetan menganut paham kebatinan, menumpuk penilaian negatif dalam hati , sambil terus saja ngomel kebangetan gitu aja kok nggak ngerti, nggak nyadar … -dalam hati juga tentunya- . Lah, kan nggak setiap orang dilahirkan dengan bakat ahli nujum, ngerti apa yang ada dalam hati orang lain, tanpa perlu diomong-omongkan . Dan barangkali ada kisah dibalik peristiwa yang kita tidak atau belum tahu. Apa salahnya meluruskan masalah dulu sebelum menjatuhkan penilaian, apalagi sampai mengambil tindakan. Klarifikasi dulu-lah bahasa kerennya, kalau perlu undang infotainment sekalian, ngikutin tren para artis gitu lho sodara-sodara… xixixixi…..

Jadi pliiiiiiiissss, yuk hindari kesalahpahaman yang nggak perlu. Peace ah !!!

Iklan

37 thoughts on “Diomongin dulu yuk…

  1. komunikesyien…hmmm…selama ini aku berhadapan dengan teori yg sama sekali gak jalan di lapangan…pengennya komunikasi tp kalo tidak ada umpan balik sama saja..emang teori komunikasi sangat indah..

  2. pingkanrizkiarto said: sesuatu yang berbeda plus tidak diketahui bisa menimbulkan ketakutan, lalu curiga, lalu prasangka, lalu anti-pati, dan lalu-lalu selanjutnya yang bisa jadi akan makin menyeramkan

    nah…betul…

  3. pingkanrizkiarto said: Wis pokok’e yuk hindari prasangka, kalo bisa diomongkan, kenapa tidak diomongkan… komunikesyen, komunikesyen gitu kalo kata para pakar.

    aku tak komunikesyen yo .. kapan di upload hasil sulaman ne …hihihi … gak mutu yo …

  4. shopi said: pengennya komunikasi tp kalo tidak ada umpan balik sama saja..emang teori komunikasi sangat indah.

    heheheh…. dimana-mana yang namanya teori itu memang indah jeng, giliran di-implementasinya yang adaaaaaaa aja gendalanya…. tapi setidaknya otw sesuai teori kan boleh to…. namanya juga usaheee… 😀

  5. hanyvong said: si mbak e kue tradisional datang gak ya hari jumat ini? nitip onde-onde yo Ping 🙂

    oh daku sedang menunggu-nunggu niiiih….onde-onde ? boleh, ntar aku makan onde-onde dan kukirimkan cerita enaknya ya ? hihihihihi….

  6. hanyvong said: kapan di upload hasil sulaman ne …hihihi

    hadoooooh…. kepingin nyoba bener tuh yang seperti di kartu punyamu itu Han, tapiiiiii…… daku kebanyakan maunya nih, apa daya tangan tak sampai….. hiks….

  7. pingkanrizkiarto said: seratus buat aku dooooong !!! 🙂

    hihihi…100 dehh…pernah tuh dibahas di majalah TIME bbrp minggu yang lalu, bahasan ilmiah ttg naluri manusia menghadapi sesuatu yang asing. Bagus bahasannya, ntar kapan2 ditulis deh…

  8. seringnya kita coba2 jadi paranormal kali yah, ping. sok teu sendiri. akhirnya jadi berantem ama pihak lain.Sedih deh kalo ngalamin hal ini, apalagi kata2 yang udah keluar terlanjur menyakiti hati orang yang disayangi, ga bisa di tip ex atau dihapus, hiks..

  9. estercia said: apalagi kata2 yang udah keluar terlanjur menyakiti hati orang yang disayangi, ga bisa di tip ex atau dihapus, hiks..

    forgive but not forget kali yaaa…. makanya orang sering bilang kalau kata-kata itu ibarat anak panah, sekali meluncur dari busur gak bakalan bisa ditarik lagi, dan luka yang diakibatkan juga bisa permanen…… duuuuh, ampun deh…..

  10. pingkanrizkiarto said: hadoooooh…. kepingin nyoba bener tuh yang seperti di kartu punyamu itu Han, tapiiiiii…… daku kebanyakan maunya nih, apa daya tangan tak sampai….. hiks….

    ayo dong…. kemauamn sudah ada, skills sudah mapan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s