Kembali berjuang !! hehehe…

Seperti sudah diketahui oleh khalayak ( halah…. ). Setelah ada dua abg, kami Alhamdulillah mendapat titipan 2 anak lagi. Kembali membesarkan dua batita rasanya jadi seperti mengulang episode pengalaman jaman dahulu kala … salah satunya adalah episode perjuang tanpa boleh lelah….( ayak, opo kuwi ? ) . Perjuangan apa to ? Begini lho sodara-sodara, kalo boleh sedikit curhat, sama seperti kebanyakan ibuk-ibuk bekerja, diriku ini juga harus menjalani perjuangan makan hati , perjuangan berebut perhatian anak melawan para asisten di rumah. Hehehe… klasik ? memang.

Bagaimana enggak, dari pagi mpe sore bocah-bocah cilik itu menghabiskan waktu lebih banyak dengan para asisten itu. Sementara aku ( sok ) sibuk, mencari sesuap nasi dan segenggam berlian ( wedeeew, lagaknye…. ). Quality time versus quantity time ? UUhhhmmm, kalo menurut aku sih, apa sih yang batita tahu tentang quality time ? Untuk anak-anak yang sudah mulai jalan nalarnya, sudah mulai bisa diajak ngomong, mungkin teori quality time bisa diterapkan. Tapi untuk anak-anak balita, untuk anak-anak yang masih merasa bahwa dirinyalah center of d universe, orang yang setiap saat ada untuknya-lah yang akan terdaftar di A-list mereka.

So ? haruskah daku pasrah dan menyerah ? ya jangan doooong…. apalagi sebagai seorang ibu aku merasa punya modal dasar yang kuat ( modal dasar… kok jadi inget pelajaran PMP dulu yak ? modal dasar pembangunan… halah, ngelantur ). Modal apakah itu ? ya jelas bonding ibu dan anak dong… Allah menghadirkan manusia didunia -kecuali nabi Adam dan Hawa tentunya- setelah melewati masa sembilan bulan ketergantungan penuh pada sang Ibu je…. mosok tidak menghasilkan hubungan batin paling indah dan kuat sedunia ? Belum lagi masa menyusui, masa kanak-kanak…. ( sniff, jadi terharu… )

Tapi…. seperti semua hubungan manusia di dunia, kalau tidak dipelihara, tidak dijaga dan tidak terus ditumbuhkan. Ya bisa jadi pupus deh… bisa ‘diserobot’ sama asisten deh…. oh tyyidaaaaak !! Jadi, mari terus berjuang bu ! Jatuh bangun ? sakit berdarah-darah ? lebay kalee … Eh nggak juga lho, aku juga pernah ngerasaian pahit sepahit-pahitnya rasa hati sekali waktu ditolak sama anak-anak, “Sama Ibu yuk ?” dengan cuek-nya mereka menjawab “Nggak mau, sama mbak aja !” Duuuuuh, pengen ceburin ke laut aja deh tu si mbak….

Tapi…. sepedih apapun, perjuangan harus tetap diteruskan bu !! -heroik style nih..- Dan Alhamdulillah, seperti yang kita semua kudu yakini sodara-sodara, pertolongan Allah selalu ada. Eh, trus jadi inget sebuah cerita haru ( bagiku )….. Alkisah suatu siang saat lagi di kantor, aku menerima telpon dari rumah. Asisten ngasih kabar kalau jari Rahma ( waktu itu masih umur 3 ato 4 tahunan lah ) kejepit pintu…. huaduuuh, panik-lah aku, bawa ke dokter, bawa ke rumah sakit… tapi kemudian asisten nerangin kalau lukanya nggak parah, Rahma juga sudah nggak nangis. Lalu telpon dioper ke Rahma, hiks-hiks sebentar, tapi Alhamdulillah semua baik-baik saja.

Sorenya ketika aku pulang, dari jauh aku sudah bisa melihat Rahma ada di luar rumah, asyik bercanda, ketawa-ketiwi sama anak-anak tetangga. Tapi begitu mendengar suara motorku, Rahma menoleh, berhenti tertawa, dan langsung nangis kenceng, berlari menyongsongku, sambil mengacung-acungkan jarinya yang tadi terjepit pintu… Duh, hatiku langsung angles sak angles-angles-nya….

Yang kurasakan saat itu ?
Aku sedih, karena tidak bisa berada disisinya saat dibutuhkan, saat dia merasa sakit dan sangat butuh penghiburan.
Aku bahagia, karena demi aku, dia bersedia menghentikan kegembiraannya dan mengingat kembali rasa sakitnya tadi siang, untuk dibaginya denganku, ibunya….. salahkah kalau aku merasa dianggap penting ?!
kepada siapa kita akan berbagi tawa dan tangis, kalau tidak dengan orang yang dekat di hati kita…. betul tidak sodara-sodara ? hiks….

peace ah !!

35 thoughts on “Kembali berjuang !! hehehe…

  1. mbak ping2….senasib kita…..cuman menurutku sih….nggak perlu bersaing ma asisten. tinggal ditriki2 aja, ada hal2 yang mereka nggak bisa lakukan dengan para asisten. sengaja ya koleksi buku2 di rumah lebih banyak pake bhs inggris gitu (maksudnya biar kalo baca buku ma aku aja ha…ha…ha…)Tapi kalo aku bilang sih, anak tuh ngerti kok mana yang minta sama asisten, mana yang minta ma kita ortunya. Buktinya anakku nggak pernah minta diambilkan sepatu ma aku tuh, tapi minta minum susunya ma aku sering…..

  2. pingkanrizkiarto said: Sorenya ketika aku pulang, dari jauh aku sudah bisa melihat Rahma ada di luar rumah, asyik bercanda, ketawa-ketiwi sama anak-anak tetangga. Tapi begitu mendengar suara motorku, Rahma menoleh, berhenti tertawa, dan langsung nangis kenceng, berlari menyongsongku, sambil mengacung-acungkan jarinya yang tadi terjepit pintu… Duh, hatiku langsung angles sak angles-angles-nya….

    tuuuuh kan, terbukti ibu is the best. ngapain dia nangis ke pembokats kalo masih ada ibu……aaaahhhhh pembokats kan cuma ada saat kita tidak ada. Selebihnya…..ya ma kita lagi……

  3. kalo aku liat2 sih… kadang2 anak juga (sengaja) bikin kita cemburu, supaya impas karna dia juga cemburu dgn kesibukan2 kita…ceritanya ngambek gitu…..cari2 perhatian… Itu teori parenting menurut hasil penelitian… Walopun mungkin penelitiannya kurang valid, karna sampelnya cuma anakku (ghais) n anak mamaku (yaitu saya sendiri) hehehe…

  4. arumbarmadisatrio said: cuman menurutku sih….nggak perlu bersaing ma asisten. tinggal ditriki2 aja,

    itu cuma istilahku aja kok jeng… hehehe….kita memang kudu pintar ber-trik2 ria, dan memberdayakan semua kelebihan kita… halah… bahasane ki lho ! Pokok’e terima kasih banget tambahan ilmu nge-trik-nya jeng !

  5. Yah mbak Ping, maunya anak sama si “mbak” itu kan cuma sementara, tapi percaya deh pasti dalam hati mereka (yang mungkin gak terlalu kentara dilihat mata) mereka pasti jauuuh lebih cinta kepada bapak ibunya. 🙂

  6. pingkanrizkiarto said: Aku bahagia, karena demi aku, dia bersedia menghentikan kegembiraannya dan mengingat kembali rasa sakitnya tadi siang, untuk dibaginya denganku, ibunya…..

    hiks, jadi terharu… thanks for sharing, ping. very inspiring…

  7. pingkanrizkiarto said: Aku bahagia, karena demi aku, dia bersedia menghentikan kegembiraannya dan mengingat kembali rasa sakitnya tadi siang, untuk dibaginya denganku, ibunya….. salahkah kalau aku merasa dianggap penting ?!

    top… pilihan katanya! anak2 mmg suka gitu kok mbak, suka ngalem klo ketemu sama simboknya….hehehe.tapi aku suuuukaaaaa ( kadang aku nunggu session maiza ngalem ke aku )

  8. arumbarmadisatrio said: satu lagi yak…..

    sepuluh lagi juga boleh jeng…. hihihihiiya sih, urusan membesarkan anak kan variabelnya nggak cuma satu-dua, tapi banyak.Situasi dan kondisi masing-masing orang kan juga beda…. Wis pokok’e lakukan semua usaha yang terbaik yang bisa kita lakukan, di setiap sisi

  9. mitamitu said: kalo aku liat2 sih… kadang2 anak juga (sengaja) bikin kita cemburu, supaya impas karna dia juga cemburu dgn kesibukan2 kita…ceritanya ngambek gitu…..cari2 perhatian… Itu teori parenting menurut hasil penelitian… Walopun mungkin penelitiannya kurang valid, karna sampelnya cuma anakku (ghais) n anak mamaku (yaitu saya sendiri) hehehe…

    setuju mit…..nggoda……

  10. pingkanrizkiarto said: waktu ditolak sama anak-anak, “Sama Ibu yuk ?” dengan cuek-nya mereka menjawab “Nggak mau, sama mbak aja !”

    podo …… “sama Om yukk??” dengan cuek pula mereka menjawab “Moh ah, sama Ibuk wae” ……… (*yo jelasss pilih karo mbokne…..aseemmm!!)

  11. pingkanrizkiarto said: sepuluh lagi juga boleh jeng…. hihihihiiya sih, urusan membesarkan anak kan variabelnya nggak cuma satu-dua, tapi banyak. Wis pokok’e lakukan semua usaha yang terbaik yang bisa kita lakukan, di setiap sisi

    betul, biar sampe nungging jumpalitan aku belain……

  12. mitamitu said: kalo aku liat2 sih… kadang2 anak juga (sengaja) bikin kita cemburu, supaya impas karna dia juga cemburu dgn kesibukan2 kita…ceritanya ngambek gitu…..cari2 perhatian…

    yak tul, mungkin itu salah satu cara anak-anak untuk mencari perhatian ibunya, dan yang penting ibunya sadar dan merespon, jangan sampai kebablasan ato dibiarin ajapengalaman pribadi to ceritane ? hehehehe….

  13. sepasangmatabola said: tapi percaya deh pasti dalam hati mereka (yang mungkin gak terlalu kentara dilihat mata) mereka pasti jauuuh lebih cinta kepada bapak ibunya. 🙂

    dan yang pasti cinta itu harus dibuktikan, dipelihara dan terus ditumbuhkan to jeng ? jadi, daku akan terus berjuang…. hihihi…

  14. pingkanrizkiarto said: diriku ini juga harus menjalani perjuangan makan hati , perjuangan berebut perhatian anak melawan para asisten di rumah.

    meskipun aku jarang di rumah, tapi kenapa anak2 lebih dekat ke aku ya, drpd ke mamanya, apalagi sama mbaknya yang mbantuin dirumah.

  15. hehehe, karena dikau adalah bapak…kalau bapak2, justru karena jarang di rumah, jadinya begitu ketemu dipuas-puasin deh ngeriungnya. Sama seperti mas Adi, alias bapaknya anak-anakku. Sekalinya ketemu, rebutan perhatian bapak-nya deh tu anak-anak…Belom lagi ibuk-ibuk, yang karena tiap hari terjun langsung mengurus dan ‘mengatur’ anak-anak, kadang dimata anak-anak nyaris di-identikan ma cerewet, peraturan dan larangan….sedangkan bapak dimata anak-anak kebagian peran cool, asyik n seru. Jarang ketemu, tapi kalo ketemu happy-happy selalu…Alhamdulillah aku deket ma anak-anak. dengan yang abg bisa ngobrol seru tentang segala macem, soal buku, film, musik, bola, sekolah, makanan atau sekedar nggegossipin mode terbaru. Tapi tetep aja,kalau lagi kangen ma bapaknya keluar kalimat “Nggak enak ya kalo nggak ada bapak, nggak seru !”…welha……tapi ya memang begitulah anak-anak… 🙂

  16. Amiiiiiiiiiiiiiiiiin….angles tu opo ? gimana neranginnya ya…. tiba-tiba jatuh terjerembab ke lembah kesedihan paling dalam…. halah…. lebay deh… wis pokok’e tiba-tiba alias ujug-ujug aja, mak-deg geto…. *garukgarukmejabinun*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s