Munafik ?

Aku suka banget nonton sinetron Para Pencari Tuhan di escetepe. Sederhana tapi sangat mengena. Eits, ini bukan review, tapi ada banyak hal yang lumayan ‘menggelitik’ ( wekekeke… bulu ayam kale… ) disampaikan disitu, salah satunya adalah ketika bang Jack ( Deddy Miswar ) bilang : Bedakan antara orang munafik dan orang yang berusaha untuk menjaga akhlaknya.

Naaa, cucok dah dengan apa yang sempet jadi bahan pikiranku belakangan ini. Menurutku, sekarang-sekarang ini sepertinya ada upaya penggeseran makna kata munafik. Dibeberapa media tayang maupun cetak , dalam beberapa kesempatan, muncul kalimat “Saya tidak mau munafik”, niat bagus sih, kalau memang niatnya untuk tetap berjalan lurus di jalan Allah, baik hati maupun tindakannya. Tapiiiiii…. Nyatanya kalimat saya tidak mau munafik digunakan lebih untuk menjustifikasi, membenarkan tindakan diri sendiri dan sebodo amat dengan efek negatifnya. “Lho, saya nggak mau munafik, saya suka dibilang seksi ” maka semakin heboh-lah beliau mengobral auratnya sendiri. “Saya nggak mau munafik, saya suka perempuan”, maka sibuklah beliau bergonta-ganti pasangan….

Biasanya sih ( jadi gak semua- lah, mohon maaf sama yang tidak ) yang ngomong begitu seleb, misalnya bintang sinetron, penyanyi atau model geto-lah. Bukan mo menegatifkan profesi itu, tapi tau sendiri kan ? infotainment laku banget disini, seleb adalah orang-orang yang sangat ditunggu sabda-nya, mo ngomong bener mo salah, mo ada artinya atau mo cuma obrolan yang sungguh sangat ajaib …. Padahal media adalah pembentuk opini masyarakat, dan satu hal yang salah-pun, kalau disampaikan berulang-ulang, bisa dianggap sebagai suatu kebenaran, suatu hal yang biasa dan harus diterima begitulah adanya.

Jadi please… tolong bedakan antara orang munafik dan orang yang ingin menjaga akhlak serta keimanannya. Allah memang menciptakan manusia lengkap dengan nafsu dan keinginannya akan dunia, tapi mengumbar aurat karena tidak mau munafik ? mengumbar hawa nafsu karena ’ berani ’ tidak munafik ? Yang bener aje….. Tuntunan agama dibuat sesuai dengan fitrah manusia, agar manusia tidak tergelincir pada hawa nafsunya sendiri, jadi bukan penghalang untuk ‘tidak munafik’, jangan memutar-balikkan fakta dong coy….

Kalo urusannya begitu ayam, kebo, sapi dan konco-konco perhewanannya itu adalah makhluk yang paling tidak munafik, dan memang mereka tidak munafik. Kagak pake baju jalan-jalan ke pasar ya sooook aja , menclok sana menclok sini kagak pake restu dari langit ya giiiiih aja…. Karena memang begitulah Sunnatullah untuk mereka… Tapi apakah manusia sama dengan hewan ? tidak munafiknya manusia sama dengan tidak munafiknya hewan ? Mengikuti hawa nafsu tanpa peduli aturan agama, itukah yang disebut tidak munafik ?

Soal apa itu munafik, tolong bedakan antara orang yang sembunyi-sembunyi makan tiga piring tapi ngakunya puasa, dengan orang yang kepengiiiiiiiiiiiiiin banget makan tapi bertahan tidak makan dan tetap menjaga puasanya. Jelas bedanya kan ?

Iklan

29 thoughts on “Munafik ?

  1. Saya suka pilihan kata-katanya yang ini nihh ” digunakan lebih untuk menjustifikasi, membenarkan tindakan diri sendiri dan sebodo amat dengan efek negatifnya “. Orang sering kesleo lidahnya, dan gak memahami arti yg sebenarnya.

  2. pingkanrizkiarto said: Padahal media adalah pembentuk opini masyarakat, dan satu hal yang salah-pun, kalau disampaikan berulang-ulang, bisa dianggap sebagai suatu kebenaran, suatu hal yang biasa dan harus diterima begitulah adanya.

    yang paling parah, masyarakat suka menelan ‘mentah-mentah’ dan ga pake dicerna…

  3. pingkanrizkiarto said: tolong bedakan antara orang yang sembunyi-sembunyi makan tiga piring tapi ngakunya puasa, dengan orang yang kepengiiiiiiiiiiiiiin banget makan tapi bertahan tidak makan dan tetap menjaga puasanya.

    berarti sudah jelas beda antara kita Bulik. kalo sembunyi-sembunyi makan tengkleng tapi ngakunya puasa, jangan ikut golongan saya yah

  4. pingkanrizkiarto said: Saya nggak mau munafik, saya suka perempuan”, maka sibuklah beliau bergonta-ganti pasangan….

    lha gimana, wong mereka yang mendekati saya semua, ya sudah saya nggak bisa nolak …… saya nggak mau munafikkk*halaahhh cuiiihhhh

  5. ati ati..sebel jangan dipendam tapi dikelola..banyak tuh yg kena penyakit dalam karena memendam sebel…jadi..menulis jug abisa sebagai terapi.jadi?..tulis ajaaaaaa yg ngganjel ngganjelll…hihih…

  6. sebenarnya aku dah rencana mo posting soal “munafik” seperti yang mbak pingkan tulis. saya baru cari2 referensi apa makna sebenarnya “munafik”. saya sudah buka2 kitab suci, buka kamus bahasa indonesia. tapi saya belum secara pasti menemukan makna yang tepat. klo dalam KBBI munafik adalah berpura-pura percaya atau setia kepada agama tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak; suka mengatakan sesuatu yang tidak dengan perbuatanya (berumka dua). dalam bahasa saya sendiri, munafik adalah mengatakan yang baik padahal hatinya busuk. seperti mbak pingkan, saya sering terusik dengan ungkapan “munafik” yang tidak tepat. dalam sebuah diskusi dengan para caleg, seorang caleg mengatakan, “saya tidak mau munafik. saya jadi caleg memang ujung-ujungnya duit (UUD)”. dia mengatakan seperti seolah-olah sikapnya itu menjadi benar, dibanding misalnya, caleg2 lain yang ngomongnya baik tapi UUD juga. tapi benarkah si caleg yang ngomong itu benar2 tidak munafik? jangan2 malah ketika dia ngomong “tidak munafik” sebenarnya ia sedang menunjukkan kemunafikanya?? bukankah ia sedang menutupi kebusukannya dengan berkata baik (tidak munafik)? bukankah munafik tidaknya seseorang hanya Allah yang tahu??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s