Waktu yang melenakan…

Jumat kemaren inbox email-ku tiba-tiba penuh sesak. Ketika aku buka ternyata officially millis temen-teman angkatanku di SMA resmi diluncurkan. Lulus tahun berapa ? perlu dijelaskan ? wis pokok’e tuwek-lah. Sebelum Jepang ? Enak aja lu…. Ssst, temen angkatannya Ken Arok tau !… weeeek …… ocre deh, sini kukasih tau… lulusan 1988 Puas ?

Ternyata aku memang sudah sepuh ye ? Lulusan SMA dua puluh tahun yang lalu… ck,ck,ck…. Kemana aja sih dua puluh tahun itu ? Tapi kalau lihat sulungku yang sudah kelas 8, ponakan yang dulu kecil-kecil sudah mulai ngasih undangan nikah, badan yang mulai gampang capek, tangan yang mulai buyuten… buyuten ? eh, jangan lebay deh…

Kalau kita ngomong tentang rentang waktu duapuluh tahun di depan, rasanya puanjaaaang sekali bukan ? Kalau istilah dalam pembangunan, jangka waktu 20 tahun pasti masuk dalam rencana pembangunan jangka panjang, gak sekelas ma repelita, alias rencana pembangunan lima tahun, yang termasuk rencana jangka pendek ( Orde Baru banget ya ngomongnya ? maklum pemuda 80-an ).

Tapi kalau 20 tahun itu sudah kita lewati, dan tersimpan rapi dalam lipatan memori kita, akan terasa sangat pendek sekali….. 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, kalau belum dilewati pasti mikirnya : wih, lamaaaaa… tapi kalau sudah kita lewati, mo 10, 20 atau 30, rasanya akan sama saja, seperti baru kemarin….
Perasaan baru kemarin pakai putih abu-abu, baru kemarin ngabur dari pelajaran geografi, baru kemarin berangkat sekolah naik motor, muter-muter nyari jalan yang gak wajib helm… ( hehehe… bodohnya…).

Waktu yang menipu ? enggak ! Kita tahu kok, waktu itu akan terus berjalan dan nggak bakalan balik lagi, tapi tetep aja “ah ntar dulu aja deh, masih lama…”. Sedangkan waktu sering diibaratkan sebagai sebilah pedang tajam yang akan ‘mengiris’ kita tanpa kompromi… Manusia mana sih yang bisa membalikkan waktu ? menghentikannya saja sudah termasuk hil yang mustahal ( kalo yang ini Srimulat banget ). Waktu nggak menipu, tapi bisa melenakan….

Sebenernya ini pengingat buat aku, sudah tua begini masih belom eling juga… Astagfirullahaladzim…

Eniweeee… temen-temen SMA-ku sudah seperti apa yaaaaaa ? kalau mbolak-mbalik foto-foto lama sih ya begetoooo dweeeh… pemuda 80-an. Masih kurus-kurus, lugu-lugu.wagu-wagu…. Sekarang dah pada melar kali ye ? jadi kayak kulkas dua pintu ( iyaaaaa, aku jugaaaaaa …. ), eh, jadi kangen….

Okeeeeeh sekarang silahkan, adik-adik, bocah-bocah, junior-junior. Tentang senioritas saya ( ehem !! ), ayo kalo mau komentar. Memuji ( gak mungkiiiin ), me-ngenyek ( gak ketinggalaaaan.. ), silahkan, boleh ndaftar disini…. berhadiah piring cantik ….

18 thoughts on “Waktu yang melenakan…

  1. ..:)) hahaha..kemaren aku juga senang hati karena disapa teman SMA (sekelas, seangkatan juga sama teman kita neng Phiphi).. jadi ingat jaman masih pake putih abu2 dan bolos pelajaran geografi (kok sama sih.. jangan2 kita barengan bolosnya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s