Kurangi tas kresek !!


Memperhatikan nggak ? Betapa cintanya bangsa kita ini pada tas kresek ? Dari pasar becek sampai mall keren, nggak ada yang steril dari tas plastik ini. Aku tidak tahu persis berapa ‘angka produksi’ sampah kresek kita tiap hari, tapi rasa-rasanya sudah buanyaaaak !! Tas kresek memang praktis sih, mudah didapat dan relatif kuat. Tapi yo kuwi, kalau sudah jadi sampah, di alam bebas plastik butuh waktu minimal 1000 tahun untuk terurai…. wew !!!

Sebenernya sejak kapan ya, kita ber-akrab-akrab ria dengan tas kresek ? Seingatku dulu, ibu-ibu pergi belanja tu bawa keranjang belanjaan, plastik juga sih, tapi setidaknya bisa dipakai berulang-ulang, bahkan sampai bertahun-tahun. Tapi sekarang ibu-ibu kalau pergi belanja tinggal melenggang aja, cukup bawa dompet. Toh nanti penjualnya akan menyediakan tas kresek, yang sayangnya tidak seperti tas belanjaan tempo dulu, tas kresek cenderung sekali pakai alias cepet nyampahnya.

Jadi jelas kita kalah balapan, produksi sampah kresek melaju dengan cepat, sementara di alam terurainya lambaaaaaaaaat sekaliiiiiiiiii. Serem juga kan, kalau membayangkan kemungkinan terciptanya lautan kresek ? ( huehehehe…. ). Karena itu, walaupun baru kecil-kecilan, aku mencoba di rumahku sendiri untuk memulai pengurangan produksi sampah kresek. Kalau pengin beli makanan diluar, aku suruh Farhan bawa rantang, lha wong tukang bubur ayam, tukang soto mi, tukang somay dan konco-konconya itu pakai kresek/plastik buat wadah jualannya kalau beli untuk dibawa pulang…… Awal-awalnya sih protes, secara disini ( Bekasi ) yang nenteng rantang tu cuma ibu-ibu Betawi yang mo kondangan ( ada yang tahu persis apa isi rantang ibu-ibu itu ? ). Tapi dengan sedikit ceramah plus intimidasi ( “ya sudah, bubur batal ” ), akhirnya mau juga.

Trus aku juga bikin tas gombalan ( hihihi… tapi cantik lho, bweeeeeh…. ) buat dipakai belanja. Bisa dilipet untuk dimasukin tas kecil. Jadi sementara belum menjalankan tugas, tas-tas kain itu dilipet rapi n dimasukin ke tas yang kecil. Ini ada hubungannya dengan aib kecilku, sindrom miss matching ( masih stadium 1 sih, belum parah ) … sebelum dipakai tas-tas kain itu disimpan rapi dulu di tas tanganku, yang tentu saja kudu mecing sama bajuna…. ( kyaaa, keganjenan… ). Pengalaman kemarin waktu belanja di kelapa gading, si mbak yang jaga toko jadi rada bingung, wong mo dikasih tas plastik yang kinclong kok malah ngeluarain tas gombalan…. hehehe, we do green yuk mbak !!!

16 thoughts on “Kurangi tas kresek !!

  1. aku juga selalu berusaha pake tas yang aku bawa sendiri dari rumah (dapat diskon lagi kalau bawa tas sendiri) dan tas-tas plastik biasanya tak bawa juga ke toko bahan makanan untuk di daur ulang.

  2. pingkanrizkiarto said: wah, sayang disini belom biasa, belom terbiasa untuk daur ulang

    iya sayang, aku selalu khawatir juga dengan sampah yang mengandung bahan kimia berbahaya kayak batere arloji yang mengandung mercuri. Ingat ibuku dulu yang selalu cerewet kalau batere dibuang sembarangan.

  3. hanyvong said: sampah yang mengandung bahan kimia berbahaya kayak batere arloji yang mengandung mercuri. Ingat ibuku dulu yang selalu cerewet kalau batere dibuang sembarangan.

    duh, sampah yang itu lagi…..alhamdulillah ada Ibu yang ngingetin….

  4. iya..ya.. aku masih mengandalkan kresek dari toko kalau belanja..Biasanya aku simpan (dilipat segitiga kecil) untuk kantong sampah..Tapi di beberapa toko disini udah mulai pakai kardus bekas untuk belanjaan yang agak banyak mbak..Mestinya punya tas kaya begini ya…

  5. YUP…Do some Green Peace activities…Starting from our self..SETUJU…Klo ke pasar..mendingan bawa Tas sendiri aja…Klo ditawarin “Mo diBungkus Plastik ato Kardus aja Mbak??”, ,jawabnya langsung “KARDUS mas…Ramah Lingkungan”.Sambil Senyum Manis (KeGanjenan)…Yang diUntungkan Jelas Pengusaha Plastik…yang DiRugikan..jelas.2 Lingkungan…dampak’nya..Qta lagi yg KENA…Ya Nggak??

  6. yg gini kok dibilang tas gombalan? cantik begini..di sini setahun belakangan udah marak pake tas go green gitu, jadi kasirnya yg tanya malah,” ibu bawa tas sendiri?” sebelum mereka keluarin plastik kereseknya itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s