Adenium-ku

Aku suka berkebun, tapi…. ada tapinya lho, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Jadi tanaman yang boleh ikut mejeng ( bahasa jadul geto kok dipake seh ? ) dikebunku kudu :
1. Gampang ngurusnya
2. Gak boleh rewel
3. Gak boleh aleman alias manja

Kesimpulannya, daku tidak mau ribet sodara-sodara. Lah gimana ya ? berkebun kok gak mau ribet. Wis pokok’e tanamanku musti n kudu tahan banting, dalam artian tabah menghadapi segala tantangan, hambatan dan juga rintangan ( gagah to ? ), bukannya boleh dibanting-banting ketanah lho, apalagi dibanting ke genteng tetangga… ntar yang numbuh bukannya bunga tapi benjol.

Satu lagi, tanaman yang ada bunganya ! biar ada yang ditunggu-tunggu, dinanti-nantikan kehadirannya… lha iya toh ? sebagai tanda aku berhasil merawatnya dengan baik.
Pilihan pertamaku tadinya euphorbia, karena memenuhi ketentuan dan syarat yang berlaku. Tapi trus tetangga depan nyaranin adenium. Hmmmm ( bayangkan daku sedang berpikir ), gampang kok ngurusnya, provokasi berlanjut, bunganya juga macem-macem. Hmmm hmmm hmmm makin sok aku mikir. Bukan apa-apa, yang kuinget dulu di kampoeng-koe, yang namanya kamboja jepang tu kayaknya kurang OK, nlolor-nloror ( basa indonesa-nya apa ya ? menjalar ? numbuh memanjang ? ) kemana-mana tapi minim daun tur minim bunga.
Tapi tetangga terus manas-manasin, disamping itu aku juga mulai tengok kanan-kiri, kok ya bagus ya ?. Then I said OK. Ta’ jajal, ku coba adenium. Dan ternyata sodara-sodara, sekarang aku harus menanggung akibatnya. Datang pot pertama sampai saat ini, aku nggak tau lagi mau naruh pot dimana….

7 thoughts on “Adenium-ku

  1. Taruh saja di halaman depan rumahku, Mbak. Adeniumku yang dulu dah diangkut ke Sleman jadi di Tangerang ada space nganggur untuk naruh pot. Di belakang ada 18 m persegi yang juga masih muat ditaruhin pot. Baru sekitar 15 pot beringin dan 2 pot Asam Jawa buat bakalan bonsai di belakang rumah.Kalau aku sendiri secara alami lebih suka tanaman tidak berbunga. Makanya yang ditanam di pot macam beringin dan asam jawa. Ada juga buah pukih 1 batang dan sekitar 10 dhedheran jeruk Kimkit yang nggak gedhe-gedhe karena tunasnya dimakan belalang melulu.

  2. Aku jg ada jeruk kimkit, tapi buahnya dikit, padahal punya kimkit soale jaman cilik dulu suka ngrontokin punya tetangga. Mau nyoba dibonsai kok nggak tega… jadi ya dibiarin ngrembuyung aja di depan pagar. Kalo soal belalang, kayaknya mending dikandangin aja deh pake paranet, kimkitnya, bukan belalangnya lho… aku juga sempet ‘perang’ ama belalang waktu mereka ngroyok kembang sepatu-ku

  3. Bagus banget adeniumnya, rajin berbunga ngga Mbak? Tanam Mandevila jg ngga? Kalau punya, bagi tips nya dong agar rimbun dan berbunga banyak.

    • terima kasiih… sementara ini masih belum, maklum musin hujan. Dan aku sendiri juga lagi agak males ngurusin adenium, lagi seneng ma mawar, hehehe… modal-ku berkebun cuma NPK kok, tinggal pilih komposisinya aja sesuai dengan tujun pemupukan, untuk merimbunkan daun atau untuk pembunga-an…
      btw, terima kasih sudah mampir dan meninggalkan pesan… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s